OUR NETWORK

Paul Pogba dan Kepindahannya yang Kontroversial

Paul Pogba kembali memicu kontroversi. Ucapannya yang menyebut kalau masa depannya bisa berubah pada bulan-bulan berikutnya menimbulkan isu kalau dia memang tidak bahagia di Manchester United. Hal ini ditambah dengan ketertarikan Barcelona yang belum bisa berhenti mengincar gelandang Prancis tersebut.

Besar kemungkinan bagi Pogba untuk meninggalkan Setan Merah. Entah pada musim panas 2018 atau pada musim dingin nanti. Namun, apabila saudara kandung dari Florentin dan Mathias ini benar-benar hijrah, maka untuk keempat kalinya kepindahan pemain 25 tahun ini diwarnai cerita-cerita penuh intrik dan kontroversi.

Le Havre dan Tuduhan Pendekatan Ilegal United

Bakat Pogba pertama kali ditemukan saat dirinya bermain untuk akademi Le Havre. Pada 2009, pemandu bakat United tertarik untuk merekrutnya karena ia diprediksi akan menjadi pemain andalan United di masa yang akan datang. Pada akhir Juli, ia telah resmi menjadi pemain Setan Merah.

Kepindahannya ke United mengagetkan kubu Le Havre. Le Havre sebenarnya sudah menjalin kerjasama dengan orang tua Pogba kalau anaknya akan tetap bersama klub Prancis tersebut hingga musim 2009/2010. Pihak Le Havre merasa United telah melakukan pendekatan yang mereka anggap ilegal. United dikabarkan mendekati Pogba tanpa perizinan mereka dan diketahui telah memberikan sejumlah uang kepada keluarganya agar anaknya dipersilahkan untuk diambil oleh United. Hal ini kemudian membuat kubu Le Havre melaporkan kasus ini ke FIFA.

Situs resmi Le Havre pun menuliskan kepindahan Pogba dengan judul “United Mencuri Pogba” yang mengundang kemarahan kubu United. Salah satu pihak klub bahkan melaporkan tuduhan tersebut kepada UEFA karena United merasa cara mengincar Pogba sudah sesuai dengan pedoman UEFA.

Kasus ini kemudian berakhir setelah ada klaim dari Torcy yang merupakan klub Pogba sebelum Le Havre. Torcy seolah menjadi pahlawan bagi kubu United karena menyebut kalau Le Havre pun mendekati Pogba dengan cara yang ilegal. Dalam rilis mereka di situs resmi klub, Torcy menulis, “Kami tidak akan memakai istilah mencuri tetapi perekrut dari Le Havre juga melakukan hal yang sama ketika Pogba bermain di Torcy.”

Pada 7 Oktober 2009, FIFA memvonis United tidak bersalah karena menilai Pogba saat itu sudah tidak ada kontrak dengan Le Havre. Pada 18 Juni 2010, kubu Le Havre dan United akhirnya mencapai kesepakatan dengan nilai yang dirahasiakan.

Berseteru dengan Ferguson

Setelah mempersembahkan beberapa gelar bersama tim akademi, Pogba mulai mendapatkan kesempatan bermain di tim utama United pada musim 2011/2012. Beberapa laga Piala Liga menjadi momen perkenalan Pogba dengan sepakbola level tertinggi. Fergie memainkan dia dalam tujuh laga dengan salah satunya adalah pertandingan di Liga Europa.

Akan tetapi, ketika United ingin mengikatnya dalam jangka waktu yang lama, Pogba justru pergi dari Manchester. Rasa sakit hati kepada Ferguson dalam laga melawan Blackburn Rovers disebut-sebut menjadi alasan dirinya untuk membelot.

Baca juga: Kisruh Mino Raiola dan Paul Scholes dalam Pusaran Paul Pogba

Pogba ketika itu meminta Ferguson untuk memainkan dirinya di lini tengah. Namun, alih-alih memasukkan Pogba, Ferguson justru memilih memasukkan Rafael. Pada awal 2012, United justru meminta kembali Paul Scholes untuk bermain alih-alih memberinya kesempatan. Di akhir musim, Pogba resmi pindah ke Juventus dengan nilai hanya 1,5 juta Euro.

Ferguson menyebut kalau apa yang dilakukan Pogba tidak menunjukkan rasa hormat kepada dirinya. Manajer yang pensiun pada 2013 tersebut pernah mengungkapkan kalau ia bisa saja memberikan kontrak jangka panjang kepada Pogba apabila dirinya sabar menjalani proses bersama United.

Baca juga: Rafael, Si Penyebab Hengkangnya Paul Pogba (2)

“Pogba mulai menandatangani kontrak bersama Juventus tanpa kami ketahui. Hal itu mengecewakan saya karena dia tidak menunjukkan rasa hormat sedikit pun kepada kami sama sekali. Saya senang jika mereka (Juventus) berhasil membawanya pergi jauh dari kami.”

Fergie juga merasa kalau kepindahan Pogba ke Juventus ada andil dari agennya, Mino Raiola. Dalam bukunya yang berjudul “Leading”, ia menyebut kalau Mino mendekati Paul dan keluarganya agar diperbolehkan bermain ke Juventus. Sesuatu yang pernah dilakukan United saat mengambil Pogba dari Le Havre.

Kompensasi yang Dicari Mino Raiola

Pada musim 2016/17, Mino Raiola mendapat untung besar dari United. Dua kliennya, yaitu Zlatan Ibrahimovic dan Henrikh Mkhitaryan direkrut untuk memperkuat Setan Merah yang membuat ia mendapat komisi.

Kepindahan Pogba dari Juventus ke United pun disinyalir juga ada andil dari Mino. Pria Italia tersebut mengincar uang komisi dari Juventus yang dikabarkan menyentuh angka 27 juta Euro apabila United bersedia membeli Pogba dengan harga mahal.

Baca juga: Sir Alex Ferguson pun Tidak Sanggup Jika Kembali Melatih Pemain United Saat Ini

“Dia (Pogba) datang dari United dengan harga 1,5 juta. Setelah empat tahun bersama kami, dia memutuskan kembali ke Inggris. Dia ingin pergi dengan segala cara. Harga yang kami minta adalah 105 juta Euro dengan 5 juta Euro sebagai bonus apabila ia memperbaharui kontraknya bersama United atau pergi dengan nilai lebih dari 50 juta Euro.”

“Itu membuat kami berada dalam kesepakatan 95 juta Euro dengan kami harus membayar Mino dan perusahaannya sebesar 27 juta Euro. Dengan memperhitungkan semuanya, kami mendapatkan keuntungan 72 juta dari penjualannya,” tutur Giuseppe Marotta.

Comments