OUR NETWORK

Pogba Jadi Pemimpin Sejati di Skuat Prancis, Mengapa Tidak di United?

Bintang Manchester United, Paul Pogba, jadi salah satu tokoh utama dalam kesuksesan Prancis sejauh ini. Pemain berusia 25 tahun itu memegang peran sentral di lini tengah timnya, sebagai pengalir bola dari belakang ke depan. Dengan visinya, Pogba mengatur permainan ketika tim menyerang dan membantu pertahanan saat diserang.

Bahkan, Kapten Prancis, Hugo Lloris, pun tak segan-segan menyebut Pogba sebagai pemimpin sejati dalam timnya. Menurutnya, sang gelandang bernomor punggung ‘6’ itu jadi kunci kesatuan skuat Ayam Jantan dan tokoh sentral di ruang ganti selama Piala Dunia 2018.

Pogba dianggap jadi sosok penting untuk menghubungkan permainan Prancis dari lini tengah. Pelan tapi pasti, dia pun turut membantu tim membuktikan bahwa mereka juga pantas difavoritkan sebagai calon juara Piala Dunia 2018, terutama setelah menyingkirkan Argentina di babak 16 besar dan Uruguay di perempat final.

Baca juga: Sejarah Paul Pogba, Sejarah Manchester United

“Paul sudah lebih dewasa, dia berkembang menuju arah yang positif. Dia telah mendapatkan banyak pengalaman setelah kembali ke United. Dia telah menunjukkan jiwa kepemimpinan di ruang ganti, dia adalah pemimpin kami yang sebenarnya. Paul memiliki ambisi yang besar. Saya melihat hal itu sebagai hal yang positif. Dia tidak segan untuk membantu rekan setimnya. Paul semakin mendekati puncak potensinya,” ungkap kiper Tottenham Hotspur tersebut.

Pogba sempat menuai kritik tajam karena tidak mencetak satu gol pun di babak grup. Namun, Lloris menilai peran rekannya itu tak bisa dinilai dari jumlah gol. Pemain kelahiran Lagny-sur-Marne, Paris, Prancis ini sendiri memang baru menghasilkan satu assist di laga pertama, sehingga banyak pihak menganggapnya belum mampu menunjukkan performa maksimal. Meskipun begitu, Pogba tetap mendapat kepercayaan dari pelatih Didier Deschamps untuk mengisi skuat inti.

Baca juga: Antara Jose Mourinho dan Paul Pogba di Piala Dunia 2018

Pendapat yang sama juga disampaikan pemain Prancis lainnya, Thomas Lemar. Gelandang berusia 22 tahun itu memuji kualitas pemimpin yang terdapat dalam diri Pogba. Menurutnya, sang rekan terus memimpin skuat Prancis di Piala Dunia 2018, baik di dalam maupun di luar lapangan. Lemar juga menyebut Pogba sebagai salah satu pemain paling populer dalam skuat tim, di mana semua pemain mengenalnya. Makanya, pemain AS Monaco di Ligue 1 Prancis ini sangat bersyukur, karena dengan keberadaan Pogba telah membuat skuat Prancis bisa lebih menyatu dan bermain jauh lebih baik.

“Dia memimpin kami semua, dia tersenyum, dan dia juga memberikan banyak saran yang bagus. Dia adalah pria yang bertanggung jawab dan dia melakukannya dengan baik di turnamen ini. Saya harap hal ini akan terus berlanjut untuknya dan untuk kami dalam kompetisi ini,” ucap Lemar pula seperti dilansir Tribalfootball.

Baca juga: Kritikan dan Pembelaan untuk Paul Pogba

Permainan dan peran Pogba dalam skuat Prancis di Piala Dunia 2018 ini tentu sangat jauh berbeda dengan performanya bersama Manchester United sepanjang musim 2017/2018 lalu. Bahkan, bisa dibilang dia mendapat banyak kesulitan sejak pulang ke Old Trafford pada musim panas 2016 lalu, terutama dalam menemukan permainan terbaiknya. Alhasil, Pogba pun kerap bermain inkonsisten. Tak heran jika kritikan demi kritikan terus menyerang selama dua musim ini. Tragisnya lagi, Pogba pun sempat merasakan jadi penghangkat bangku cadangan tim Setan Merah beberapa waktu lalu.

Sejumlah pihak menilai permainan Pogba bersama United tak bisa berkembang karena terbatas oleh strategi sang pelatih, Jose Mourinho. Kondisi ini jauh berbeda saat masih membela Juventus. Pemain yang berkarier selama empat musim bersama jawara Serie A Italia setelah direkrut dari United itu tak lagi mendapat kebebasan seperti saat masih di Juventus.

Ketika itu, strategi pelatih membuat dirinya bebas bergerak dan berkeliaran di seluruh area lapangan untuk membuka ruang permainan. Persoalan lainnya, Pogba sendiri pun pernah mengakui bahwa dirinya juga memiliki masalah dengan Mourinho, yang mungkin masih terkait dengan strategi timnya. Lalu, bagaimana pendapat Anda?

Comments

Loading...