OUR NETWORK

Kala Setan Dipatuk Burung

Dua kali Setan Merah berkunjung ke rumah Burung Camar. Dua kali pula Si Setan pulang menahan malu. Kali ini, badannya penuh gores karena dipatuk tiga kali oleh Si Camar. Sosok setan yang seharusnya menakutkan justru berubah jadi ikan-ikan kecil yang berlari tanpa arah ketika disambangi camar. Mau bertahan Si Setan kepayahan. Ketika ingin menyerang, Si Setan kebingungan.

Dua kali pula pimpinan Setan Merah dibuat marah. Tapi kali ini ia ingin mencoba meredam agar kata-katanya tidak dipelintir oleh pihak luar. Namun yang jelas dia kecewa karena betapa mudahnya setan dikalahkan oleh burung. “Dua kesalahan. Kami membuat kesalahan dan kami dihukum karena kesalahan kami sendiri,” begitu katanya.

Secara keseluruhan, Manchester United tampil mengecewakan, jika tidak ingin disebut buruk. Antarlini tidak bisa bersinergi dengan baik. Beberapa pemain yang menjadi bintang di pekan pertama justru tidak bisa menampilkan permainan terbaiknya.

Baca juga: Preview MU vs Brighton: Jangan Bikin Mourinho Marah Lagi

Tiga Gol Tiga Kesalahan

Mourinho menyebut ada dua kesalahan besar. Tetapi sebenarnya ada tiga kesalahan yang tiga-tiganya menjadi gol untuk United. Faktanya, United kebobolan tiga gol hanya dari tiga sepakan ke gawang yang dibuat Brighton.

Ashley Young terlalu naik saat bertahan. Ketika bola diarahkan ke Solly March, Young justru hanya berjalan lambat. Eric Bailly datang menutup ruang dari March. Sayangnya, March keburu melepaskan umpan silang ke arah Glenn Murray yang berhasil mendahului Victor Lindelof.

Dua pemain ini kembali berperan pada gol kedua. Tidak bisa mengatasi tekanan dari March, Bailly justru membuang bola ke sisi kanan gawang De Gea yang mengakibatkan sepak pojok. Ketika set piece dieksekusi, bola liar menimbulkan ruang yang bisa dimanfaatkan oleh Shane Duffy. Hampir lima pemain United dibuat berdiri menutup pandangan De Gea.

45 menit pertama ditutup dengan ruang yang terlalu lebar di sepertiga awal United. Bailly yang tertinggal di belakang kemudian menekel Pascal Gross di kotak penalti. Sepakan pemain Jerman ini membuat gol penipis ketertinggalan dari Romelu Lukaku menjadi tidak berarti.

Tiga gol ke gawang De Gea sebenarnya bisa saja tidak terjadi andai United punya cara untuk keluar dari pressing para pemain Brighton. Sayangnya si Burung Camar jauh lebih pintar memanfaatkan sulitnya United dalam menguasai bola. United dibuat kehilangan bola sebanyak 39 kali dengan mayoritas terjadi di lini tengah.

Baca juga: Kemarahan Jose Mourinho Terkait Kekalahan United vs Brighton

Masalah Tidak Hanya di Lini Pertahanan

Duet Bailly-Lindelof menjadi Kambing Hitam kekalahan United; Dua pemain belakang yang naasnya merupakan rekrutan yang direkomendasikan oleh Mourinho. Kesalahannya memang berdampak signifikan. Namun sejatinya, semua elemen teknis United memiliki masalah di laga ini.

Mourinho bermasalah dengan rencana cadangan. Ketika mengalami kebuntuan, dia sudah memasukkan tiga pemain berkarakter ofensif dalam diri Jesse Lingard, Marcus Rashford, dan Marouane Fellaini dengan maksud untuk membongkar lini belakang Brighton.

Akan tetapi, Mourinho tidak tahu bagaimana cara membongkar solidnya pertahanan mereka. Bola-bola panjang ke arah Fellaini dan Lukaku terus dilakukan demi mencari second ball yang bisa dimanfaatkan Lingard dan Marcus Rashford. Sayangnya serangan-serangan tersebut justru bermasalah karena umpan panjang para pemain United pun tidak akurat.

Mengatasi hal itu, Hughton tinggal menginstruksikan duet bek tengah mereka yaitu Shane Duffy dan Leon Balogun untuk menjaga Fellaini dan Lukaku, salah dua pemain yang punya kemampuan duel udara mumpuni. Baik Duffy dan Balogun bermain tanpa cela dengan membuat masing-masing empat dan lima sapuan. Nama pertama didapuk sebagai man of the match. Hughton sukses membuat para pemain United lebih sering mengumpat alih-alih bermain elegan.

Pemain United pun (lagi-lagi) bermasalah dengan kreatifitas. Mereka hanya membuat empat umpan kunci dimana setengahnya dibuat oleh Pogba. Anthony Martial tidak bisa membongkar sisi kanan Brighton. Ia lima kali kehilangan bola dan digantikan Fellaini. Ia kembali gagal membuktikan kualitasnya.

Yang paling parah adalah Juan Mata. Oleh Manchester Evening News dia hanya diberi nilai 1. Sebuah apresiasi yang mungkin terpaksa dilakukan oleh MEN mengingat tidak ada aksi apapun dari eks Valencia ini. Nilai 1 hanya sekedar belas kasihan alias upah main dari media lokal tersebut.

Baca juga: Valencia Siap Bawa Pulang Juan Mata

Paul Pogba pun menunjukkan penampilan yang berbeda dari laga pertama. Ia paling sering kehilangan bola sekaligus paling sering membuat pelanggaran. Beberapa kali gestur Pogba menunjukkan rasa frustrasi. Lini tengah pun seperti kehilangan sosok Nemanja Matic. Duet Fred dan Pereira lebih berorientasi kepada menyerang dan kelabakan ketika bertahan.

“Sikap kami tidak seperti kalau kami ingin mengalahkan mereka. Saya bertanggung jawab karena sikap saya tidak cukup baik. Di babak pertama kami tampil mengecewakan. Kami terus menekan tetapi saya sendiri gampang kehilangan bola,” tutur Pogba bertanggung jawab atas kekalahan timnya.

**

Kekalahan ini membuat United terjebak di posisi ke-10 klasemen sementara. Hasil ini entah menjadi kekalahan terakhir atau justru awal dari kekalahan-kekalahan yang datang di pekan-pekan berikutnya. Minggu depan, United dihadapkan pada Tottenham Hotspur. Mourinho jelas tidak ingin jatuh lagi mengingat kekalahan ini bahkan sudah mendekatkan dirinya ke tiang gantungan.

Comments