OUR NETWORK

3 Hal Menarik dari Kemenangan Manchester United atas Crystal Palace

“Bayangkan ketika Ole tidak diberi pekerjaan permanen sebagai Manchester United,” tulis akun Twitter @UtdXtra terkait kemenangaan Manchester United dini hari tadi melawan Crystal Palace di Selhurst Park. Berkat gol Romelu Lukaku dan Ashley Young, Setan Merah meraih delapan kemenangan secara beruntun di laga tandang.

Delapan kemenangan beruntun di rumah lawan adalah pencapaian kali pertama Setan Merah sepanjang sejarah klub. Dan yang bisa melakukannya adalah Ole, sang manajer sementara. Catatan ini yang kemudian membuat banyak pihak merasa yakin kalau dia layak menjadi manajer utama United pada musim depan.

Namun kemenangan ini belum bisa membawa United naik peringkat. Di tempat lain, Arsenal dan Chelsea sama-sama meraih kemenangan. Namun mereka bisa memperkecil jarak dari peringkat ketiga, Tottenham Hotspur, menjadi lima poin yang membuat persaingan kini tidak lagi menyasar empat besar melainkan memperebutkan posisi ketiga.

Sayap Elang Sulit Terbang

Kehilangan beberapa pemain andalan memaksa Ole Gunnar Solskjaer memutar otaknya. Angel Gomes, Mason Greenwood, Tahith Chong, dan James Garner dibawa ke London. Dua nama terakhir bahkan menjadi pemain cadangan. Marcus Rashford yang sebelumnya diragukan juga dibawa sebagai pemain cadangan.

Ole memainkan 4-3-3 yang bisa berganti menjadi 4-1-2-1-2 atau 4-1-4-1 ketika bertahan. Sementara Crystal Palace memainkan trio Townsend, Zaha, dan Bathsuayi di lini depan. Satu-satunya perubahan hanya mengganti Mamadou Sakho dengan Martin Kelly.

Yang menarik, Ole seperti meniru pendekatan taktik yang dilakukan Tomas Tuchel ketika ia bersua dengan PSG di Liga Champions beberapa waktu lalu. Tuchel saat itu memainkan Dani Alves sebagai penyerang sayap untuk mencegah pemain United mengeksploitasi sayap mereka.  Ole kali ini memainkan Diogo Dalot lebih ke depan sebagai trio penyerang bersama Lukaku dan Alexis Sanchez.

Selain menambah variasi serangan, hal ini juga bertujuan untuk mematikan pergerakan Wilfried Zaha yang beroperasi di sisi kiri penyerangan. Ashley Young diharapkan tidak melakukan overlap sesering mungkin karena tugas menyerang diemban oleh Dalot. Dengan pola seperti ini juga, Zaha akan langsung menghadapi dua pemain di posisinya yaitu Young dan Dalot yang punya kecepatan untuk kembali ke lini belakang. Hal ini ditambah dengan kehadiran sosok Chris Smalling yang melakukan cover area agar Zaha tidak bisa melakukan cut inside. Hanya satu kali saja United kecolongoan yaitu ketika proses gol Joe Ward. Zaha sendiri delapan kali kehilangan bola yang menandakan kalau taktik ini sukses.

Akan tetapi, gol justru datang dari sisi kiri. Luke Shaw mengacak-ngacak sisi kanan pertahanan Palace sebelum memberikan umpan kepada Romelu Lukaku yang dikonversikan menjadi gol. Shaw sendiri bermain sangat baik terutama dalam peran aktifnya membantu serangan. Ia akan diberikan jalan oleh Alexis Sanchez yang perannya sedikit bergeser menjadi second striker.

Wajar jika Romelu Lukaku menyebut Shaw sebagai pemain terbaik versi dirinya. Ia membuat masing 4 dribel sukses, tekel, dan recoveries, serta masing-masing 3 peluang dan umpan silang. Shaw tidak terlalu banyak aktivitas saat bertahan karena serangan Palace yang cenderung berat sebelah dan ketergantungan kepada seorang Zaha.

Baca juga: Luke Shaw adalah Pemain Terbaik Manchester United Versi Lukaku

Setelah sempat diperkecil melalui sundulan Joel Ward, Ole kemudian mengubah sedikit strateginya. Eric Bailly masuk menggantikan Dalot dan mengubah pola United menjadi 3-4-1-2. Shaw dan Young berperan sebagai wingback kanan dan hanya ditugaskan beberapa kali saja untuk membantu penyerangan. Beruntung United bisa menambah gol melalui Young yang mendapat ruang di sisi kiri pertahanan Palace. Perjudian Roy Hodgson dengan menggeser posisi Jeff Schlupp sebagai bek kiri tidak berbuah manis mengingat kemampuan bertahan seorang Schlupp tidak lebih baik dari Van Aanholt.

Pembuktian Romelu Lukaku

Bintang pada pertandingan ini tentu saja Romelu Lukaku. Inilah kali pertama ia membuat brace setelah terakhir kali ia melakukannya pada pekan keempat menghadapi Burnley. Golnya kini sudah menyentuh angka 11 di semua kompetisi.

Proses golnya pun cukup ciamik. Dalam gol pertama, Lukaku memanfaatkan kelebihannya dengan menendang bola ke pojok kiri gawang Vicente Guaita. Saat itu, Rom sebenarnya dikepung lebih dari dua pemain. Pada gol kedua, ia memanfaatkan posturnya yang besar untuk mengalahkan salah Jeffrey Schlupp sebelum kaki kirinya lebih cepat menyambar bola sebelum ruang tembaknya ditutup oleh Guaita.

Baca juga: Lukaku: United Siap untuk Hadapi Situasi Apapun

“Saya menunggu untuk mendapatkan peluang, sebagai penyerang tengah saya harus memanfaatkan beberapa kesempatan dan saya senang bisa membantu tim memenangkan pertandingan ini. Seperti yang saya katakan sebelumnya, tidak masalah saya bermain di kiri, kanan, di depan, yang penting saya selalu melakukan yang terbaik untuk tim,” tutur Lukaku.

Selamat Datang James Garner

Momen menarik datang pada menit ke-88. Dirasa sudah aman dari kejaran, Ole memainkan James Garner untuk menggantikan posisi Fred. Garner menjadi lulusan akademi ke-230 yang menjalani debut bersama tim utama. Pemain berusia 17 tahun ini bersanding dengan Scott McTominay yang merupakan seniornya di akademi.

Meski tidak berkontribusi apapun (hanya satu kali mengumpan dan satu kali menyentuh bola), namun bagi Garner kesempatan ini sungguh membanggakan bagi dirinya. “Sangat membanggakan bagi saya dan keluarga saya bisa menjalani debut bersama Manchester United. Mimpi menjadi nyata,” tutur Garner dalam media sosial pribadinya.

Baca juga: Tanggapan Solskjaer Terkait Kemenangan MU atas Crystal Palace

Dengan krisis yang dialami United saat ini, Ole berencana untuk memainkan sesering mungkin. Dan bukan tidak mungkin hal itu akan terjadi akhir pekan nanti saat mereka menjamu Southampton.

Pada pertandingan kali ini, United mengakhiri laga dengan empat pemain akademi berada di atas lapangan yaitu Pogba, McTominay, Rashford, dan Garner. Sebuah tradisi yang selalu dilestarikan setiap tahunnya oleh Setan Merah. Selain Garner, United sebelumnya sudah memberikan debut kepada Tahith Chong.

Comments