OUR NETWORK

Jesse Lingard dan Kecelakaan Karena Media Sosial

“Saya adalah seorang pesepakbola. Tapi di luar lapangan saya adalah seorang yang memiliki akun YouTube dan merek pakaian sendiri. Saya suka menjadi orang yang unik. Saya adalah pemain bola, tetapi setelah peluit panjang saya adalah influencer dan membiarkan orang melihat apa yang saya lakukan di luar lapangan. Saya pikir apa yang saya lakukan sangat baik untuk para penggemar agar mereka tahu apa yang saya lakukan (di luar lapangan).”

***

Itu adalah jawaban Lingard ketika diwawancarai oleh ESPN terkait aktivitasnya sebagai pemain bola yang lekat dengan media sosial. Kalau melihat jawaban Lingard di atas, dia seperti menegaskan kalau ia memiliki dua sisi dalam hidupnya.

Lingard akan menjadi pemain United ketika di lapangan, sementara di luar lapangan, ia kembali menjadi manusia biasa yang tidak terikat dengan klub tempatnya bermain. Sayangnya, para penggemar lebih menginginkan Lingard untuk dikenal sebagai pemain United baik di dalam maupun di luar lapangan.

Gara-gara media sosial, Lingard berada dalam kondisi yang terancam. Ole Gunnar Solskjaer dikabarkan murka atas apa yang ia lakukan di snapchat pribadinya. Lingard memperlihatkan kamar tempatnya menginap yang berantakan sambil diiringi ucapan-ucapan kasar, botol minuman keras di kamar Marcus Rashford, serta temannya Jamal Banker yang berpura-pura sedang melakukan hubungan seks.

Tidak ada keinginan dari Lingard untuk mengunggah video tersebut. Setidaknya begitulah menurut Daily Mail. Ia hanya ingin menyimpannya dalam di smartphone pribadinya. Namun nasi sudah menjadi bubur. Rekaman tersebar dan Lingard harus berhadapan dengan manajernya terkait hal tersebut.

Solskjaer siap memberikan peringatan kepada pemain berusia 26 tahun tersebut. Bahkan ia disebut-sebut sudah mengkaji untuk melakukan pembatasan para pemainnya dalam menggunakan media sosial. Ia takut kalau media sosial justru membuat para pemainnya bertindak melebihi batas. Ia ingin kalau semua pemainnya menjadi contoh karena tingkah laku yang positif.

Dari Memasang Merek Hingga Bercanda Dengan Rashford

Lingard adalah sosok yang cukup tenar di media sosial. Ia punya akun YouTube pribadi dan sudah memiliki 250 ribu pengikut. Instagramnya lebih fenomenal lagi. Ia punya 6,3 juta follower. Lebih banyak dari Romelu Lukaku atau bahkan Victor Lindelof. Lulusan akademi seperti Scott McTominay saja baru punya 625 ribu pengikut. Meski begitu, Lingard tidak jarang mendapat kecelakaan karena terlalu sering menggunakan media sosial.

Ia begitu gembira saat rekan setimnya sedang berlindung dari lemparan para suporter West Ham ketika akan bertandang ke Upton Park pada Mei 2016 lalu. Snapchat videonya menyala yang diikuti dengan aksi Lingard yang mencoba untuk narsis di tengah kerusuhan. Jauh berbeda dengan Michael Carrick yang ikut mereka tetapi tidak mengeluarkan reaksi apa pun.

Hampir dua pekan setelah musim 2018/2019 berakhir, Lingard mengunggah foto bertuliskan One Love Manchester untuk mengenang tragedi pengeboman yang terjadi di tengah konser Ariana Grande di Manchester Arena. Namun dalam foto tersebut, ia menambahkan logo JLINGZ yang merupakan brand clothing pribadinya.

Di tengah ucapan duka cita, Lingard masih sempat-sempatnya melakukan promosi. Hal ini yang membuat orang-orang yang melihat unggahan tersebut menjadi berang karena Lingard dirasa kurang mengalami kesadaran. “Ia menggunakan tragedi hanya untuk promosi,” kata salah satu penggemar United saat itu. Unggahan yang kemudian dihapus oleh pemain bernomor punggung 14 tersebut.

Unggahan Lingard yang Menimbulkan Polemik

Setahun sebelumnya, ia lagi-lagi bermain-main dengan peringatan tragedi. Setiap 7 Februari, para pemain akan datang ke Old Trafford untuk mengenang tragedi Munich yang terjadi pada 1958. Di tengah-tengah perayaan, akun twitter Lingard tiba-tiba menjawab pertanyaan dari para penggemarnya yang mengajaknya bermain gim FIFA. Lagi-lagi ia mendapat kecaman. Ia kemudian meminta maaf dan berdalih kalau itu adalah kesalahan dari tim media sosialnya.

“Anggota tim media sosial saya secara tidak sengaja menjawab tweet sore ini disaat saya sedang berada dalam upacara peringatan tragedi Munich di Old Trafford. Saya tidak sadar akan hal itu dan tidak memaafkan kejadian tersebut. Postingan itu sudah dihapus dan saya ingin meminta maaf atas kesalahan yang saya buat karena itu tidak mencerminkan pandangan saya pada hari yang emosional ini,” tuturnya.

Sebelum munculnya video yang membuat Solskjaer marah, Lingard sempat dikritik ketika menyanyikan beans, beans, beans. Orang yang melihat postingan tersebut merasa kalau tingkah Lingard layaknya anak kecil. Apalagi dalam video tersebut ada Marcus Rashford yang dianggap menjadi buruk dari segi tingkah laku karena Lingard.

Meminta Para Pemain Untuk Peka

Jurnalis yang akrab dengan Manchester United, Andy Mitten, mengungkapkan kepada Fourfourtwo kalau Jesse Lingard sebenarnya tidak layak mendapat serangan berupa kata-kata kasar atau hinaan dari orang-orang yang tidak menyukainya. Ia tahu karena beberapa kali sering bertemu dengan Lingard yang ternyata memiliki pribadi menyenangkan.

Meski begitu, ia menekankan profesionalitas dan menuntut kepekaan kalau dimanapun Lingard berada, ia akan selalu dianggap sebagai pemain United yang gerak-geriknya serta tingkah lakunya dilihat oleh orang banyak. Apalagi United menyelesaikan musim lalu dengan buruk yang menimbulkan kesan kalau Lingard dan Rashford tidak kecewa dengan performa mereka musim lalu.

“Dulu ada Paddy Crerand yang tingkah kekesalannya akan meninggi ketika United menderita kekalahan. Sementara penggemar United kesal karena Lingard tidak menonjol musim lalu setelah Piala Dunia yang bagus. Penampilannya mengecewakan,” tuturnya.

“Jika output media sosialnya tidak dapat dilakukan dengan benar, maka ia (Lingard) seharusnya tidak boleh bermain media sosial. Dan jika Anda tidak berprestasi dengan bagus, maka Anda tidak perlu mengunggah segala omong kosong. Kalau Lingard masih bisa bermain media sosial, maka dia hanya butuh kesadaran. Ia memberi pesan untuk jadi diri sendiri, tetapi segala pesan itu justru menjadi amunisi bagi para pembencinya.”

Di saat Lingard dikritik karena aktivitas media sosialnya, Scott McTominay justru mendapatkan bayak pujian. Hal ini dikarenakan ia mengunggah beberapa gambar aktivitasnya selama liburan yang diisi dengan latihan, latihan, dan latihan. Menurut Mitten, hal seperti inilah yang ingin dilihat para penggemar United yaitu keseriusan untuk berkembang menjadi lebih baik lagi.

Comments