OUR NETWORK

11 April 2012: Awal dari Pupusnya Ambisi Manchester United

Emirates Stadium bergemuruh ketika Mikel Arteta mencetak gol ke gawang Manchester City yang membawa Arsenal menang tipis 1-0. Tidak hanya penggemar mereka saja yang gembira, para pendukung Manchester United pun ikut merayakan kemenangan Meriam London tersebut. Berkat Arsenal, United kokoh di puncak klasemen sementara Premier League 2011/2012.

Juara bertahan unggul delapan poin dari Manchester City yang berada di bawahnya. Dengan enam pertandingan tersisa, United butuh 11 poin lagi saja untuk meraih gelar Premier League mereka ke-13 sekaligus menggenapkan jumlah titel Liga Inggris mereka menjadi 20. Tidak terlalu sulit untuk memulai ambisi tersebut karena United hanya menghadapi Wigan pada pekan ke-33.

The Latics bukan lawan yang sulit untuk dikalahkan. Mereka saat itu berada di tiga terbawah klasemen sementara. Selain itu, United selalu menang dalam 14 pertandingan sejak Wigan promosi pada 2005 silam. Sebuah catatan yang menegaskan betapa superiornya United di mata mereka.

Skuad terbaik diturunkan oleh Sir Alex Ferguson. Rooney diduetkan dengan Hernandez dalam formasi 4-4-2 yang menjadi andalannya. Sisi sayap dikawal oleh Antonio Valencia dan Ashley Young, dua pemain yang cukup bersinar bersama United saat itu. Di lini belakang, Phil Jones bermain sebagai bek kanan, sementara Rio Ferdinand berduet dengan Jonny Evans.

Akan tetapi, United justru tampil lesu. Tidak ada kesan menggigit yang kerap ditunjukkan oleh para penggawa mereka. Beberapa kali Sir Alex Ferguson marah ketika Wayne Rooney beberapa kali dengan mudah kehilangan bola di lini tengah. Akan tetapi, Rooney tidak melihat kemarahan bosnya tersebut.

Permainan United tidak bisa berkembang. Sebaliknya, Wigan beberapa kali mengancam gawang De Gea. Bahkan jelang babak pertama berakhir, Wigan sempat mencetak gol terlebih dahulu melalui kepala Victor Moses setelah memanfaatkan tendangan pojok Shaun Maloney. Akan tetapi, wasit Phil Dowd justru menganulir gol tersebut yang sebenarnya sah.

Ferguson kemudian membuat beberapa perubahan pada babak kedua. Ashley Young bermain tidak optimal di sisi sayap sehingga harus digantikan oleh Tom Cleverley. Sisi sayap kemudian diisi oleh Ryan Giggs yang sebelumnya bermain di posisi Cleverley.

Namun yang terjadi kemudian adalah petaka. Wigan mendapat sepak pojok kontroversial dari Phil Dowd. Percobaan crossing dari Jean Beausejour membentur kaki dari Phil Jones. Akan tetapi, bola tersebut kembali mengenai kaki Beausejour sehingga bola seharusnya menjadi milik United. Namun wasit Dowd punya pendapat lain.

Sepak pojok ini yang kemudian menjadi petaka. Maloney memberikan sepak pojok pelan kepada Beausejour. Pemain asal Cile ini kemudian mengembalikan bola tersebut kepada Maloney. Pemain bernomor punggung 10 ini kemudian melakukan cut inside lalu melakukan beberapa gerak tipu sebelum melepaskan sepakan melengkung yang tidak bisa dijangkau De Gea.

Ferguson kemudian memasukkan Nani dan Danny Welbeck untuk menambah daya dobrak di lini depan. Namun, upaya tersebut tetap tidak membuahkan hasil. Keberuntungan bahkan semakin menjauh dari United ketika Phil Dowd tidak menganggap permintaan handball dari para pemain United setelah bola silang Nani menyentuh tangan Maynor Figueroa. Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan usai.

Dalam komentarnya, Ferguson mengakui kalau timnya bermain buruk. Bagaimana tidak, selama 90 menit United hanya membuat satu tembakan tepat sasaran. Meski begitu, ia juga mengkritik kinerja Phil Dowd yang dianggap tidak memimpin jalannya laga dengan benar.

“Malam yang mengecewakan bagi Phil Dowd. Namun itu tidak mengurangi fakta kalau kami bermain sangat buruk. Kami hanya memiliki satu tembakan tepat sasaran. Kami tidak memulai pertandingan ini dengan baik. Wigan justru bermain baik, sistem mereka sangat sulit untuk dilawan,” kata Ferguson.

Kekalahan tersebut membuat selisih poin antara United dengan City mengecil menjadi lima poin. Hal ini tidak lepas dari kemenangan telak City atas West Bromwich Albion pada saat yang bersamaan. Menyikapi kekalahan melawan Wigan, Ferguson masih memilih untuk optimis. Dia mengungkapkan kalau City masih bisa kehilangan poin sama seperti mereka. Namun Fergie belum menyadari kalau kekalahan melawan Wigan menjadi awal dari kejatuhan United dalam lima pertandingan sisa.

Comments