OUR NETWORK

Ujian Para Pemain Pelapis yang Berakhir Buruk

Apa yang ditakutkan para pendukung Manchester United akhirnya terjadi juga. Setan Merah di luar dugaan kalah dari Brighton and Hove Albion. Satu gol Pascal Gross membuat hasrat United untuk memastikan tempat kedua harus ditahan setidaknya hingga tengah pekan nanti. Sebaliknya kemenangan ini membuat Brighton memastikan tempat mereka di Premier League aman karena sudah mengumpulkan 40 poin.

Tumbangnya United di Amex Stadium juga menimbulkan catatan buruk bagi mereka. Inilah kekalahan United dari Si Burung Camar sejak 1982. Selain itu, untuk pertama kalinya sejak 1989/1990, Setan Merah kalah dari tiga tim promosi di kandang mereka dalam satu musim.

Komposisi Pemain

Jose Mourinho melakukan rotasi ekstrem dengan mengubah enam pemain dari skuat yang mengalahkan Arsenal pekan lalu. Rojo, Darmian, Fellaini, Martial, Rashford, dan Mata, dimainkan sejak awal. Tidak jelas apakah Jose sudah mengalihkan fokusnya di final Piala FA. Namun yang pasti laga ini tampak seperti ujian bagi para pemain United yang jarang bermain apakah mereka layak dipertahankan musim depan.

Kubu tuan rumah bisa memainkan skuat terbaiknya. Davy Propper kembali mengisi posisi gelandang tengah menggantikan Beram Kayal. Di lini depan, mereka kembali memainkan duet Glenn Murray dan Pacal Gross.

Serangan yang Gampang Terputus

Tanda-tanda United akan meraih hasil positif sudah terlihat ketika babak pertama belum genap dua menit. Mereka mendapat tendangan bebas di dekat kotak penalti yang berhasil diteruskan Fellaini menjadi gol. Akan tetapi, gol Marouane Fellaini ke gawang Matt Ryan harus dianulir karena offside.

Sayangnya, peluang tersebut adalah satu-satunya yang didapat Setan Merah pada babak pertama. Yang terjadi selanjutnya adalah kerap patahnya serangan United di lini tengah. Pressing tinggi para pemain Brighton setiap United melewati garis tengah berhasil membuat aliran bola ke tiga pemain depan menjadi terhambat.

Tercatat, United kehilangan bola sampai 27 kali dalam laga ini dengan 20 di antaranya terjadi saat bola belum dikirimkan ke kotak penalti lawan. Brighton paham kalau Setan Merah akan menggunakan Paul Pogba sebagai playmaker. Hal ini yang membuat para pemain Brighton begitu mudah mematikan pergerakan pemain Prancis tersebut. Pogba kehilangan bola sebanyak enam kali.

Masalah suplai inilah yang kemudian membuat United memindahkan serangan ke sisi sayap. Sayangnya dari dua sayap yang digunakan, hanya satu yang bekerja yaitu sayap kiri. Itupun juga tidak berjalan dengan baik karena ada 14 kali penguasaan bola United hilang di sektor tersebut.

Memaksimalkan sisi kanan juga tidak efektif. Mata yang bergerak dengan menusuk ke dalam tidak diikuti dengan Matteo Darmian yang kerap lambat dalam melakukan overlap. Darmian bahkan hanya membuat satu crossing di laga kali ini dan menjadi penyebab bobolnya gawang De Gea. Serangan dari sisi sayap baru berimbang setelah Young digeser ke kanan dan memasukkan Luke Shaw di sisi kiri menggantikan pemain Italia tersebut.

Selain gampang terputusnya serangan United, satu hal yang membuat mengapa mereka pantas kalah adalah tidak adanya hasrat besar untuk meraih kemenangan. Para pemain terlihat malas dalam melakukan pergerakan tanpa bola. Setiap bola dikuasai satu pemain, pemain lain lebih banyak berjalan dan tidak ada yang mau membuka ruang.

Ada momen ketika Nemanja Matic menguasai bola dan mencari celah, lima pemain United justru berada dalam posisi membelakangi gawang Brighton. Ini yang kemudian menyebabkan para pemain United hanya bisa bermain umpan-umpan pendek tanpa diakhiri peluang yang berarti. Pada 45 menit pertama saja, mereka hanya satu kali menyentuh bola di kotak penalti Brighton dan tidak membuat satu tembakan pun.

Martial dan Rashord yang Semakin Terkucilkan

Laga ini sebenarnya bisa menjadi pembuktian bagi Anthony Martial dan Marcus Rashford untuk membuktikan bahwa mereka pantas mendapat satu tempat di skuat utama. Akan tetapi, yang terjadi di laga kemarin justru membuat peluang mereka untuk keluar dari United jauh lebih besar alih-alih bertahan.

“Jika Anda menanyakan mengapa saya lebih sering memainkan Lukaku, maka Anda sudah mendapatkan jawabannya,” itulah yang diucapkan Jose Mourinho setelah laga.

Jose memang tidak secara langsung menunjuk Martial dan Rashford. Akan tetapi dengan membawa nama Lukaku sebagai pembanding maka ada indikasi Jose kecewa dengan dua pemain mudanya tersebut.

Mereka berdua tidak bisa menjadi pembeda pada laga ini. Keduanya masih terjebak dalam ego masing-masing. Rashford punya kesempatan setelah berhadapan satu lawan satu melawan Ryan. Akan tetapi, dia justru menggagalkan peluang itu meski Anthony Martial berada pada posisi bebas. Lucunya, Rashord justru marah kepada rekan setimnya.

Di sisi lain, Martial kerap memaksakan diri untuk melewati penjagaan pemain Brighton melalui dribel-dribel andalannya. Sayangnya, tujuh kali Martial kehilangan bola dan hanya empat kali dribelnya sukses dari delapan percobaan. Saat ia mendapat peluang menembak, tembakannya tidak ada yang mengarah ke sasaran.

Selepas pertandingan, banyak penggemar yang meluapkan kemarahan kepada dua pemain ini. Mereka terheran-heran mengapa permainan mereka menurun drastis meski keduanya sudah berada di Premier League selama tiga musim. Bahkan, tidak sedikit yang meminta salah satu di antara kedua pemain ini dipinjamkan terlebih dahulu sebagai hukuman.

Apakah ada Ujian Remedial?

Pada akhirnya ujian yang dijalani 14 pemain United berakhir dengan nilai yang berbeda-beda. Ada yang mendapat nilai bagus seperti De Gea, Rojo, Smalling, Matic, dan Jesse Lingard. Sementara nilai standar diterima Young, Pogba, Shaw, dan McTominay. Sedangkan Darmian, Fellaini, Mata, Rashford, dan Martial, adalah pemain yang mendapat nilai buruk.

Kelima pemain yang mendapat nilai buruk bahkan disebut-sebut tidak akan mendapat tempat di musim depan jika tidak menunjukkan peningkatan permainan yang positif. Patut ditunggu apakah Jose Mourinho mau memberikan ujian perbaikan di sisa dua laga mengingat target empat poin belum terpenuhi.

Bahkan selepas pertandingan kemarin, Jose dikabarkan sudah membuat susunan 11 pemain yang akan diturunkan ketika menghadapi Chelsea pada final Piala FA yaitu De Gea, Valencia, Smalling, Bailly/Jones/Rojo, Young, Matic, Herrera, Pogba, Lingard, Alexis, dan Lukaku. Sementara lima pemain yang mendapat nilai buruk akan menjadi nama-nama yang akan dilepas akhir musim nanti.

Comments

Loading...