OUR NETWORK

Lini Tengah Jadi Kunci Kemenangan Manchester United

Jose Mourinho berhasil membalaskan dendamnya kepada Antonio Conte. Dalam laga bertajuk Super Sunday Minggu malam kemarin, United berhasil mengalahkan Chelsea dengan skor tipis 2-1. Dua gol yang masing-masing dicetak melalui Romelu Lukaku dan Jesse Lingard berhasil membawa United kembali ke peringkat kedua klasemen sementara.

Tidak hanya itu, hasil ini merupakan kemenangan ke 18 United di liga musim ini. Jumlah ini telah menyamai catatan yang dibuat Mou pada musim pertamanya bersama Setan Merah. Sebuah fakta yang menunjukkan adanya peningkatan dari United pada musim ini.

Susunan Pemain

Dalam laga kali ini, Jose menurunkan kembali Smalling bersama Victor Lindelof. Mou juga mengubah komposisi pemain tengahnya dengan memainkan trio Pogba, Matic, dan Scott McTominay secara bersamaan. Lini depan kembali diisi dengan trio Lukaku, Alexis dan Anthony Martial.

Sementara itu, Conte kali ini tidak memainkan komposisi trio kebut Hazard, Willian, dan Pedro. Mantan manajer Juventus ini justru memainkan Alvaro Morata yang didukung oleh Hazard dan Willian di belakangnya. Fabregas pun dicadangkan oleh Conte dan menggantinya dengan Danny Drinkawater.

Scott McTominay dan Nemanja Matic Menguasai Lini Tengah

Tiga poin yang diraih United pada laga kali ini tidak didapat dengan mudah. Di awal-awal babak pertama, para pemain Setan Merah terlihat gugup dan tidak nyaman ketika menguasai bola. Sebaliknya, Chelsea justru bermain apik dan berhasil memanfaatkan kesalahan para pemain belakang United untuk menciptakan peluang.

Satu gol yang dibuat Willian Borges pun berasal dari kecerdikan dirinya dan juga Eden Hazard menemukan celah dalam situasi serangan balik. Gol pemain Brazil ini sebenarnya bisa saja dianulir andaikan Valencia tidak terlalu terburu-buru kembali ke lini pertahanan.

Baik Hazard maupun Willian adalah dua pemain yang paling sering merepotkan lini belakang United. Keduanya total membuat 12 dribel sukses dengan Willian membuat delapan diantaranya. Akan tetapi, keduanya juga merupakan pemain yang paling sering kehilangan bola.

Total mereka kehilangan penguasaan bola sebanyak 11 kali (Willian 6 kali, Hazard 5 kali). Hanya Morata pemain Chelsea yang paling sering kehilangan bola dengan delapan kali.

Hal ini tidak akan terjadi apabila lini tengah Setan Merah tidak diisi oleh Nemanja Matic maupun Scott McTominay. Keduanya berhasil menjadi penghubung diantara lini tengah dan depan United yang juga dibantu oleh Paul Pogba.

United memang hanya menguasai bola sebanyak 45%, baik Willian maupun Hazard mampu menguasai bola di wilayah pertahanan United. Hanya saja, tidak di lapangan tengah. Matic menang duel di lini kedua menghadapi Ngolo Kante.

Pemain Serbia ini membuat 95 sentuhan atau yang terbanyak di antara seluruh pemain di laga ini. Ia juga menjadi pemain yang paling banyak melepaskan umpan sebanyak 78 kali. Permainan Matic juga dibantu oleh naiknya Smalling dan Lindelof yang beberapa kali menaikkan garis pertahanan United yang membuat lini tengah Chelsea selalu kalah.

Hal serupa juga dilakukan oleh Scott McTominay. Jika pada 2017 lalu tugas mematikan Hazard menjadi pekerjaan Ander Herrera, maka kali ini ialah yang bertugas mematikan pergerakan sayap lincah Belgia tersebut. Meski begitu, pemain muda ini masih sering membuat beberapa kesalahan sala satunya adalah ketika melepas Willian dalam proses gol pertama.

Pergantian Jitu Jose Mourinho

Sepanjang musim ini, United selalu menjadikan sisi kiri mereka sebagai pusat serangan. 41% ancaman mereka datang dari posisi yang sering ditempati oleh Anthony Martial tersebut. Namun, dalam laga kali ini, serangan United justru menjadi tidak seimbang.

Martial kehilangan bola sebanyak empat kali atau yang terbanyak kedua setelah Romelu Lukaku. Hal ini membuat serangan Setan Merah menjadi tidak efektif. Beberapa kali pemain Prancis ini (juga pemain United lainnya) kebingungan ketika mendekati kotak penalti Blues. Begitu pula dengan Alexis Sanchez yang selalu kalah berduel dengan para pemain belakang Chelsea.

Hal ini kemudian membuat Mourinho mengganti Martial dengan Jesse Lingard. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi sisi kanan United yang kurang efektif. Alexis Sanchez pun kembali dikembalikan ke posisi awalnya di sebelah kiri.

Lingard kemudian menjadi pahlawan berkat sundulannya di menit ke-75. Ini adalah gol ke 10 Setan Merah yang berasal dari para pemain penggantinya. Jumlah ini adalah yang terbanyak diantara seluruh kontestan liga primer lainnya. Sebuah bukti bahwa The Special One cakap melakukan pergantian pemain.

Peran Penting Smalling-Lindelof

Selain Matic dan McTominay, pemain belakang United juga tampil bagus di laga kali ini. Smalling dan Lindelof menjaga lini belakang tetap solid meski sering kesulitan dalam mengirim umpan karena terganggu sinar matahari yang menyengat.

Smalling membuat lima intersep (terbanyak) sementara Lindelof membuat tiga. Seringnya mereka menaikkan garis pertahanan membuat lini depan Chelsea kesulitan mengancam gawang David De Gea.

United juga punya rekor yang bagus apabila kedua pemain ini diduetkan sejak awal. Ini adalah laga ke 14 ketika keduanya menjadi starter. Dari jumlah tersebut, United hanya kalah satu kali ketika melawan Real Madrid di Piala Super Eropa.

Comments

Loading...