OUR NETWORK

Kalah Agresif, Alasan Kekalahan MU atas Newcastle

Manchester City tampaknya semakin siap untuk mengangkat trofi Premier League mereka untuk yang ketiga kalinya. Hal ini tidak lepas dari kekalahan yang penantang utama mereka, Manchester United, atas Newcastle United 0-1 di St James Park, Minggu (11/2) malam.

Gol dari Matt Ritchie pada menit ke-65 membuat Newcastle mampu menghapus puasa kemenangan mereka selama empat laga dan mengangkat posisi mereka ke urutan ke-13. Sementara itu, bagi United kekalahan ini membuat jarak mereka dengan tetangga melebar menjadi 16 poin.

Susunan Pemain

Newcastle sebenarnya tampil tanpa centre back andalan mereka Ciaran Clark yang mengalami cedera. Posisinya digantikan oleh Florian Lejeune. Sisanya, mereka tampil dengan kekuatan terbaik termasuk pemain anyar mereka, Kennedy.

Di kubu tamu, United kembali mengubah susunan pemainnya dari laga menghadapi Huddersfield pekan sebelumnya. Mou kembali menurunkan skuad yang sama saat mereka ditaklukan dari Tottenham Hotspur. Sanchez dan Martial bermain bersama, Luke Shaw diistirahatkan dan digantikan oleh Ashley Young.

Dua Gelandang Tengah jadi Kunci Kemenangan Magpies

Tuan Rumah memulai laga ini dengan sangat baik, mereka langsung membuat empat tembakan ketika laga belum genap 15 menit. Tidak hanya itu, mereka langsung mengandalkan pressing terhadap lini belakang MU sehingga membuat para fullback United kesulitan untuk naik membantu serangan.

Akan tetapi, Setan Merah sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan. Sayap-sayap yang diisi Anthony Martial dan Alexis Sanchez beberapa kali merepotkan sisi flank Newcastle. Akan tetapi, serangan mereka terkesan satu arah dan menjadi sia-sia karena tidak diimbangi dengan penyelesaian yang baik.

Selain itu, anak asuh Rafael Benitez berhasil mengunci para pemain United untuk tidak membangun serangan melalui lini tengah. Beberapa kali, build up yang dibangun Matic dan Pogba selalu mentah. Mereka kerap gagal karena menemui hadangan dalam diri Jonjo Shelvey dan Mohamed Diame.

Dua poros ganda ini menjadi bintang dari tiga poin yang diraih Magpies. Entah bagaimana lini tengah Newcastle apabila tidak diisi oleh dua pemain yang sama-sama memiliki gaya main agresif ini.

Dalam laga ini, akurasi umpan keduanya jika digabungkan mencapai 77%. Mereka mampu mengawal lini belakang Newcastle dengan sangat baik. Total keduanya mencatat 6 intersep, 7 sapuan, dan 7 kali melakukan tekel sukses. Selain itu, mereka juga aktif membangun serangan dengan membuat dua tembakan dan tiga peluang.

United yang Kembali Menyia-nyiakan Peluang

Permainan yang ditunjukkan oleh Matt Ritchie cs., sebenarnya setipe dengan apa yang ditunjukkan mereka ketika takluk dari Manchester City pada boxing day lalu. Benitez memerintahkan anak asuhnya untuk menunggu di lini belakang dan memanfaatkan serangan balik ketika mendapat momentum. Strategi tersebut sebenarnya sangat sukses sebelum gol Raheem Sterling menjadi pembeda.

Dalam laga ini, permainan United sebenarnya sudah menuju ke arah yang tidak jauh berbeda dengan apa yang dimainkan Pep Guardiola. Hanya saja jika City mampu mendapat gol, peluang yang didapat United justru terbuang sia-sia.

United membuat 13 tembakan di mana enam diantaranya mengarah ke sasaran. Selain kegemilangan Martin Dubravka, United juga tidak tenang ketika mendapat peluang di depan gawang. Empat sepakan Anthony Martial tidak ada yang mengarah ke sasaran, sementara Alexis yang sudah mendapat peluang terbuka justru terlalu lama menguasai bola.

Tidak Hanya Smalling, Semua Pemain United Tampil Buruk

Proses gol Newcastle didapat dari tendangan bebas yang berasal dari Chris Smalling melakukan diving. Entah apa yang dipikirannya ketika ia menjatuhkan diri saat bola masih berada dalam penguasaan United. Namun, alih-alih menyalahkan Smalling, semua pemain United layak dijadikan kambing hitam kekalahan timnya.

Selain lini depan yang menyia-nyiakan peluang, para pemain sayap United terutama para bek sayap yang diiisi Antonio Valencia dan Ashley Young tidak banyak berkontribusi dalam seranga United.

beberapa kali para bek sayap seolah-olah tidak bisa menjalankan tugasnya untuk membantu serangan. Antonio Valencia misalnya, dalam laga ini pria Ekuador tersebut hanya membuat dua umpan silang. Ia lebih banyak mengumpan kembali bola ke belakang yang menegaskan bahwa dalam laga ini United tampil sangat plin-plan dan tidak lugas.

Serangan Setan Merah justru membaik ketika Mou mengubah komposisi lini tengah dengan memainkan Michael Carrick dan Juan Mata. Akan tetapi, semuanya terlambat dan United tetap mengakhiri laga dengan kekalahan.

Comments