OUR NETWORK

Season Review: Henrikh Mkhitaryan

Henrikh Mkhitaryan didatangkan dari Borussia Dortmund dengan mahar sekitar 27 juta paun. Ia menjadi pemain Armenia pertama yang bermain di Premier League. Mkhitaryan juga adalah pemain terbaik Bundesliga musim 2015/2016 dan ia mampu mencetak 23 gol dan 20 asis dari 51 penampilan bersama Dortmund di semua ajang.

Meski begitu, performa impresifnya tak menjadi jaminan bahwa ia akan langsung mendapat tempat di Old Trafford. Seperti yang diketahui, posisi gelandang serang yang dimiliki United dapat dikatakan berlebih. Terdapat nama-nama seperti Wayne Rooney, Juan Mata, Anthony Martial, Jesse Lingard, dan juga Marcus Rashford, yang bisa diturunkan sebagai pemain sayap.

Mkhitaryan menjalani debut besama United pada pertandingan pembuka melawan AFC Bournemouth. Ia juga tampil pada dua pertandingan United selanjutnya namun semuanya hanya berlangsung maksimal 30 menit, itu pun dari bangku cadangan. Mkhitaryan menjalani pertandingan sebagai starter pada derby Manchester. Namun performanya yang buruk membuat ia Jose Mourinho menggantinya pada pergantian babak.

Ia harus terus bersabar menunggu kesempatan lain. Alasan Mourinho tidak memakainya pada beberapa pertandingan Premier League adalah karena urusan fisik. Mkhitaryan dianggap masih belum kompeten untuk mengarungi liga yang sangat mengandalkan fisik. Meski tidak bermain di Premier League, Mkhitaryan kerap dimainkan di EFL Cup dan Europa League. Dari kompetisi EFL Cup, ia berhasil membuktikan kualitasnya kepada Mourinho.

Pada pertandingan melawan West Ham United akhir bulan November, Mkhitaryan berhasil mencetak tujuh umpan kunci dengan dua di antaranya sukses dikonversi menjadi gol oleh Zlatan Ibrahimovic dan Anthony Martial. Empat hari berselang, Mkhitaryan kembali mendapatkan kesempatan untuk tampil dari menit pertama di Premier League, setelah hanya tampil sekali sebagai starter di 13 laga Liga Primer. Pada pertandingan tersebut, Mkhitaryan memberi kreasi serangan lain bagi United dengan kemampuan umpan dan visinya yang baik.

Mkhitaryan akhirnya mencetak gol pertama ketika United menjamu Tottenham Hotspur. Gol semata wayang tersebut berhasil membawa United memutus puasa kemenangan yang berlangsung selama tiga pertandingan. Namun sayangnya, tekel keras Danny Rose membuat Mkhitaryan harus menyelesaikan laga lebih dulu pada menit ke-82. Cedera engkel yang dialaminya membuat ia tak mampu melanjutkan permainan.

Dua minggu berselang, Mkhitaryan kembali dari cedera dan masuk menggantikan Jesse Lingard pada menit ke-62 di pertandingan kandang melawan Sunderland. Ia berhasil membuat tiga umpan kunci dan dua sepakan pada pertandingan tersebut. Namun, yang tentu takan dilupakan adalah gol scorpion kick yang juga memastikan United memetik tiga poin.

Sejak itu, Mkhitaryan mulai menemukan performa terbaiknya. Ia berhasil beradaptasi dengan cepat di Manchester yang membuat ia bisa lebih fokus ke sepakbola. Pemain asal Armenia itu tampil sebagai starter pada tujuh laga United selanjutnya di Liga Primer.

Mkhitaryan mencapai performa puncaknya pada bulan Februari. Di semua kompetisi, ia tampil sebanyak lima kali dengan catatan dua gol dan dua asis. Tapi sayangnya ia mengalami cedera dan harus absen pada pertandingan final EFL Cup melawan Southampton.

Selain itu, salah satu peran penting Mkhitaryan adalah kala United menghadapi Anderlecht di perempat final Europa League. Pemain berusia 28 tahun itu mencetak gol pembuka di masing-masing leg yang membawa United melaju ke babak semi final.

Mkhitaryan mulai menikmati perannya sebagai pemain utama United, namun ia tidak berhasil mencetak gol atau asis setelah laga melawan Anderlecht. Namun akhirnya Mkhitaryan kembali merobek jala gawang lawan pada saat yang tepat, yakni pada partai puncak Europa League melawan Ajax Amsterdam. Meski secara keseluruhan ia tampil biasa saja, tapi gol yang ia cetak mampu membuat United unggul dua gol dan tak mampu dikejar oleh wakil Belanda tersebut.

Secara keseluruhan, musim ini ia membuat 11 gol dan lima asis di semua kompetisi. Mkhitaryan memberi warna baru untuk serangan United dengan kretivitas dan kemampuan invidividunya yang baik. Ia diharapkan mampu menghilangkan kerinduan United pada sosok playmaker.

Namun, dari semua kontribusinya tersebut, ia hanya meraih empat gol dan satu asis di Liga Primer. Satu hal yang harus ditingkatkan adalah konsistensi. Mkhitaryan kerap terlihat bermain apik pada suatu pertandingan namun tak jarang mengalami kesulitan untuk mengembangkan permainan. Tapi, untuk musim pertama tentu pencapaian tersebut tidak buruk.

Comments

Loading...