in

Menilai Kebijakan Transfer Ed Woodward dari Musim ke Musim

Bursa transfer pemain selalu menyita perhatian, khususnya para penggemar sepakbola. Setiap dibukanya jendela transfer, para penggemar sepakbola selalu menunggu pemain siapa saja yang akan bergabung dan memperkuat tim kesayangannya. Berhasil atau tidaknya klub menggaet pemain baru tergantung kebijakan dan strategi masing-masing klub untuk bersaing dengan klub lain demi mendapatkan pemain incaran. Tak jarang kebijakan yang diterapkan oleh klub berbuah kegagalan dan tak berhasil mendapatkan pemain incarannya.

Bagaimana dengan kebijakan transfer Manchester United, utamanya di era Ed Woodward saat ini?

Pada jendela transfer musim panas ini tercatat sementara hanya pemain bertahan asal Benfica, Victor Lindelof, yang berhasil direkrut Manchester United ke Old trafford dengan mahar 30 juta pound. Padahal, Jose Mourinho mengaharapkan sebelum Manchester United terbang ke Amerika, nama-nama incaran harus sudah masuk ke dalam skuat agar dapat mengikuti tur pramusim.

Mungkin para penggemar Manchester United akan dibuat gigit jari, karena kemungkinan besar tidak akan ada nama baru lagi yang masuk dalam skuat untuk mengikuti tur pra musim. Kecuali nama Alvaro Morata yang kabarnya akan menyelesaikan transfer pada pekan ini.

Sejak Ed Woodward resmi menjabat sebagai CEO Manchester United tahun 2013 lalu, kebijakan transfer Manchester United selalu berjalan tidak sesuai rencana. Banyak sekali nama-nama yang disebut bakal direkrut tim Setan Merah, namun hingga ditutupnya jendela transfer hanya satu atau dua pemain saja yang berhasil didatangkan itupun seringkali pada akhir-akhir masa transfer.

Pada 2013 lalu saat Manchester United dinahkodai oleh David Moyes tercatat Manchester United gagal mendatangkan beberapa pemain, antara lain Thiago Alcantara. Saat itu, Thiago ternyata lebih memilih bergabung bersama Bayern Munchen untuk mengikuti mantan pelatihnya Pep Guardiola.

Kegagalan selanjutnya yakni saat Barcelona menolak mentah-mentah tawaran Manchester United untuk Cesc Fabregas. Begitu juga saat Manchester United memberikan tawaran 28 juta pound kepada Everton untuk paket Marouane Fellaini dan Baines, saat itu Everton juga menolak. Kepanikan pun terjadi akibat kebijakan transfer yang berantakan, akhirnya menjelang ditutupnya jendela transfer Manchester United berhasil mendatangkan Fellaini dengan mahar 27,5 juta paun.

Lalu pada 2014 keadaan mungkin lebih baik. Pada saat itu Mancheter United berhasil mendatangkan enam pemain incaran. Meski sukses mendatangkan banyak pemain, disisi lain Manchester United menjadi tim terboros pada jendela transfer musim panas tersebut.

Menurut Goal, Manchester United menggelontorkan dana sebesar 153 juta paun untuk belanja pemain. Pemain yang berhasil didatangkan antara lain Ander Hererra dengan harga sekitar 29 juta paun, lalu menyusul nama Luke Shaw sebagai rekrutan kedua Manchester United yang ditebus dengan harga 30 juta pound dari Southampthon. Untuk memperkuat lini belakangnya, United kembali mendatangkan pemain belakang Marcos Rojo dengan harga 16 juta pound ditambah opsi peminjaman Luis Nani ke Sporting Lisbon.

Belanja Manchester United di musim panas 2014/2015 berlanjut dengan mendatangkan Angel Di Maria dari Real Madrid dengan harga 59,7 juta pound. Di detik-detik akhir bursa transfer, Manchester United berhasil mendatangkan dua pemain sekaligus yakni Daley Blind didatangkan dari Ajax Amsterdam dengan harga 14 juta dan juga mendapatkan pemain pinjaman Radamel Falcao yang juga memakan biaya enam juta pound dengan opsi pembelian permanen.

Pada jendela transfer musim panas berikutnya yakni musim panas 2015/2016 mungkin bisa dibilang Ed Woodward sukses melakukan kebijakan transfer bersama pelatih Louis van Gaal. Saat itu United berhasil mendapat tanda tangan pemain berusia 19 tahun, Anthony Martial dari Monaco.

Manchester United juga mendatangkan dua pemain gelandang Morgan Schneiderlin dan Bastian Schweinsteiger. Van Gaal juga berhasil mendapatkan pemain dengan spesialisasi tendangan bebas, Memphis Depay dan kiper Sergio Romero. Selama dua tahun bersama Van Gaal, Manchester United telah menghabiskan kurang lebih 240 juta paun untuk belanja pemain, akan tetapi tidak ada prestasi mencolok yang di dapatkan klub. Sehingga kebijakan untuk menggelontorkan banyak uang demi pemain incaran terkesan sia-sia.

Pada musim panas tahun lalu, Manchester United di bawah asuhan Jose Mourinho berhasil mendatangkan empat pemain antara lain bek tengah Eric Bailly, Zlatan Ibrahimovic, Henrikh Mkhitaryan dan pemain termahal dunia, Paul Pogba.

Pada transfer kali ini, kebijakan transfer Manchester United dibawah kendali Ed Woodward kembali mendapat kritikan tajam karena berani membayar mahal mantan pemain akademinya Paul Pogba yang kala itu dilepas United dengan status bebas transfer. Pogba ditebus United dengan harga 89 juta paun hingga berhasil memecahkan rekor transfer dunia. Banyak pihak beranggapan United tak seharusnya mengeluarkan dana sebesar itu untuk mendatangkan Paul Pogba karena dianggap terlalu mahal.

Pada jendela transfer musim panas ini, lagi-lagi kebijakan transfer Ed Woodward membuat frustrasi, salah satunya adalah Jose Mourinho. Karena setelah bursa transfer satu bulan berjalan hanya ada satu pemain yang berhasil didatangkan. Mourinho menganggap Ed Woodward terlalu lambat dalam melakukan perburuan pemain sehingga Mourinho khawatir akan kembali kehilangan pemain incarannya. Seperti musim lalu, saat Renato Sanchez gagal direkrut oleh Manchester United karena Bayern Munchen berhasil melakukan manuver untuk mendapatkan pemain Portugal tersebut.

Sumber : Manchestereveningnews, goal.

Facebook Comments
Loading...