OUR NETWORK

Scouting the Enemy: Leeds United

Manchester United mengawali pertandingan pra-musim mereka dengan baik. Bermain menghadapi Perth Glory, mereka menang dengan skor 2-0 yang dibuat oleh Marcus Rashford dan James Garner. Meski masih banyak catatan dari penampilan mereka, namun hasil ini jelas menjadi awal yang bagus bagi mereka yang bertekad untuk bangkit musim ini.

Pada pertandingan kedua, United sedikit meningkatkan lawan mereka. Kali ini, bukan kesebelasan domestik yang akan mereka hadapi melainkan kesebelasan Championship, Leeds United. Pertandingan ini wajib dimenangkan United mengingat kedua kesebelasan memiliki sejarah yang saling membenci satu sama lain.

Kapan dan Di mana Pertandingan ini Dimainkan?

Laga ini kembali dimainkan di tempat yang sama ketika United melawan Perth Glory yaitu di Optus Stadium. Sepak mula pun kembali dimulai pada pukul 18.00 WIB. MUTV akan kembali menyiarkan pertandingan ini secara langsung dan eksklusif bagi para pendukung Setan Merah.

Bagaimana Sejarah Singkat Leeds United?

Klub ini berdiri pada tahun 1919. Kota Leeds sendiri sebenarnya sudah memiliki klub bernama Leeds City. Namun klub tersebut dibekukan karena sempat bermasalah dengan otoritas sepakbola Inggris terkait pembayaran para pemainnya. Pada 1920, klub ini mulai diperbolehkan untuk masuk dalam bagian Football League dan mengawali kiprah mereka mulai divisi dua.

Kesuksesan klub ini dimulai pada era 60-an atau ketika Leeds ditangani oleh Don Revie. Sukses membawa klub ini promosi pada 1964, Revie langsung membawa Leeds mencapai peringkat dua dan melaju ke final Piala FA semusim kemudian. Pada 1968 mereka menjadi juara Piala Liga dan Inter-Cities Fairs Cup (cikal bakal Piala UEFA). Setahun kemudian, mereka meraih gelar liga pertamanya. Sempat kering prestasi hampir dua dekade, mereka kembali menjadi juara Liga Inggris pada 1992.

Ketika memasuki era Premier League, klub ini dikenal sebagai pabrik pemain-pemain potensial. Sebut saja Rio Ferdinand, Alan Smith, James Milner, Harry Kewell, Paul Robinson, dan Mark Viduka. Mereka semua bersinar ketika bermain bersama Leeds. Namun sejak musim 2004/05, klub ini sulit untuk kembali bermain di Premier League.

Apakah Leeds United Merupakan Rival Dari Manchester United?

Lupakan United-Liverpool atau United-Manchester City. Rivalitas United dan Leeds United juga tidak kalah untuk dibahas. Semua diawali dari abad ke-15 saat wilayah Lanchasire (Manchester) berperang melawan Yorkshire (Leeds) untuk memperebutkan tahta kerajaan Inggris. Pasukan Lanchasire mengibarkan bendera dengan mawar merah sementara Yorkshire mengibarkan bendera dengan simbol mawar putih. Perang ini kemudian disebut Perang Mawar atau Wars of Roses.

Rivalitas kedua kota ini memanas memasuki revolusi industri saat Leeds merasa cemburu dengan perkembangan pesat wilayah Manchester yang mengandalkan kapas. Hal ini membuat kota Leeds, yang akrab dengan penghasil wol, mulai terpinggirkan. Manchester kemudian mendapat gelar sebagai raja katun.

Di sepakbola, rivalitas kedua tim dimulai pada 1965. Saat itu, United dan Leeds bersaing untuk memperebutkan gelar double di kompetisi domestik. Pada semifinal Piala FA, pertemuan kedua tim ini berjalan keras. Hal ini dipicu oleh tekel-tekel kotor gelandang United, Nobby Stiles yang membuat beberapa pemain kedua kesebelasan seperti Jack Charlton, Dennis Law, Billy Bremner, dan Paddy Crerand berkelahi.

Persaingan keduanya semakin kencang ketika Gordon McQueen memutuskan pindah dari Leeds ke Manchester United pada 1978. Ia berkomentar, “Sebanyak 99 persen pemai pasti ingin bermain untuk United, dan satu persen sisanya adalah pembohong.” Ucapan yang kemudian membuat marah pendukung Leeds karena Gordon sebelumnya mengungkapkan kalau dia ingin berkarier di Leeds sampai pensiun. Bibit permusuhan ini kemudian terus dipupuk melalui Eric Cantona, Rio Ferdinand, dan Alan Smith.

Bagaimana Kiprah Mereka Musim Lalu?

Leeds sebenarnya punya kesempatan besar untuk promosi pada musim lalu. Mereka berada di peringkat pertama selama 18 pekan dan hampir tidak pernah keluar dari posisi dua besar. Namun empat pekan jelang akhir kompetisi, mereka tidak pernah mengalami kemenangan. Mereka gagal meraih tiket promosi otomatis dan hanya finis pada peringkat ketiga. Pada babak semifinal play-off, mereka takluk dengan agregat 4-3 dari Derby County.

Siapa Pelatih Mereka?

Setelah kesulitan mencari pelatih yang tepat, Leeds akhirnya menemukan sosok manajer ideal dalam diri seorang Marcelo Bielsa. Dia adalah guru dari beberapa manajer yang ada di Eropa seperti Diego Simeone, Mauricio Pochettino, dan Marcello Gallardo.

Bielsa adalah penganut sepakbola indah. Dia membenci permainan bertahan. Saking indahnya, Sir Alex Ferguson sampai mengaku kalah ketika timnya tidak bisa menahan gempuran Bielsa yang melatih Athletic Bilbao pada 2012. Dalam skema 4-1-4-1 yang dipakai, Bielsa akan memerintahkan pemainnya untuk menekan lawan sedekat mungkin dengan gawang mereka. Tentu saja ini bisa menjadi ujian yang bagus bagi lini belakang United yang dikenal gampang sekali panik ketika ditekan.

Siapa Pemain Leeds United yang Berpotensi Menebar Bahaya?

Ada beberapa pemain yang wajib diwaspadai United. Salah satunya adalah Kemar Roofe. Musim lalu, dia adalah top skor Leeds dengan 15 gol. Selain itu, ada Pablo Hernandez. Pemain ini kerap merepotkan United saat masih berseragam Swansea beberapa tahun lalu. Beberapa rekrutan baru Leeds seperti Rafa Mujica dan Helder Costa juga patut untuk diwaspadai. Nama terakhir adalah mantan pemain Wolverhampton, kesebelasan yang tidak bisa dikalahkan United musim lalu.

Penampilan Siapa yang Paling Ditunggu?

Dari kubu United, suporter pastinya sudah tidak sabar untuk kembali melihat kiprah Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka. Dua pemain ini tampil bagus selama 45 menit terutama Wan-Bissaka yang membuat empat tekel sukses dari empat percobaan. Selain itu, suporter juga ingin melihat magis Paul Pogba yang pada pertandingan pertama memiliki andil dari terciptanya gol Rashford. Romelu Lukaku juga dikabarkan akan diberi kesempatan main oleh Ole Gunnar Solskjaer.

Comments

Loading...