OUR NETWORK

Scouting the Enemy: Leeds United

Setelah menunggu kurang lebih selama 16 tahun, pertandingan Manchester United vs Leeds United di level tertinggi bisa kembali bisa disaksikan. Dini hari nanti, kesebelasan yang sempat menjadi rival ini akan bertemu dalam lanjutan Premier League musim 2020/2021.

Kemenangan menjadi penting bagi kedua kesebelasan. United sedang mengejar untuk bisa mencapai papan atas, sedangkan Leeds akan mencoba kembali mencapai papan tengah.

Berikut adalah profil singkat dari Leeds United yang sempat menjadi tim yang cukup ditakuti pada akhir 90 dan awal 2000-an.

Kapan dan Di mana Pertandingan ini Dimainkan?

Laga ini akan dimainkan di kendang United, stadion Old Trafford dengan sepak akan dimulai pada pukul 23.30 WIB. Mola TV, sebagai pemegang hak siar resmi Premier League di Indonesia akan kembali menyiarkan pertandingan ini secara langsung dan eksklusif bagi para pendukung Setan Merah.

Bagaimana Sejarah Singkat Leeds United?

Klub ini berdiri pada tahun 1919. Kota Leeds sendiri sebenarnya sudah memiliki klub bernama Leeds City. Namun klub tersebut dibekukan karena sempat bermasalah dengan otoritas sepakbola Inggris terkait pembayaran para pemainnya. Pada 1920, klub ini mulai diperbolehkan untuk masuk dalam bagian Football League dan mengawali kiprah mereka mulai divisi dua.

Kesuksesan klub ini dimulai pada era 60-an atau ketika Leeds ditangani oleh Don Revie. Sukses membawa klub ini promosi pada 1964, Revie langsung membawa Leeds mencapai peringkat dua dan melaju ke final Piala FA semusim kemudian. Pada 1968 mereka menjadi juara Piala Liga dan Inter-Cities Fairs Cup (cikal bakal Piala UEFA). Setahun kemudian, mereka meraih gelar liga pertamanya. Sempat kering prestasi hampir dua dekade, mereka kembali menjadi juara Liga Inggris pada 1992.

Ketika memasuki era Premier League, klub ini dikenal sebagai pabrik pemain-pemain potensial. Sebut saja Rio Ferdinand, Alan Smith, James Milner, Harry Kewell, Paul Robinson, dan Mark Viduka. Mereka semua bersinar ketika bermain bersama Leeds. Namun sejak musim 2004/05, klub ini sulit untuk kembali bermain di Premier League.

Apakah Benar Leeds United Merupakan Rival Dari Manchester United?

Lupakan United-Liverpool atau United-Manchester City. Rivalitas United dan Leeds United juga tidak kalah untuk dibahas. Semua diawali dari abad ke-15 saat wilayah Lanchasire (Manchester) berperang melawan Yorkshire (Leeds) untuk memperebutkan tahta kerajaan Inggris. Pasukan Lanchasire mengibarkan bendera dengan mawar merah sementara Yorkshire mengibarkan bendera dengan simbol mawar putih. Perang ini kemudian disebut Perang Mawar atau Wars of Roses.

Rivalitas kedua kota ini memanas memasuki revolusi industri saat Leeds merasa cemburu dengan perkembangan pesat wilayah Manchester yang mengandalkan kapas. Hal ini membuat kota Leeds, yang akrab dengan penghasil wol, mulai terpinggirkan. Manchester kemudian mendapat gelar sebagai raja katun.

Di sepakbola, rivalitas kedua tim dimulai pada 1965. Saat itu, United dan Leeds bersaing untuk memperebutkan gelar double di kompetisi domestik. Pada semifinal Piala FA, pertemuan kedua tim ini berjalan keras. Hal ini dipicu oleh tekel-tekel kotor gelandang United, Nobby Stiles yang membuat beberapa pemain kedua kesebelasan seperti Jack Charlton, Dennis Law, Billy Bremner, dan Paddy Crerand berkelahi.

Persaingan keduanya semakin kencang ketika Gordon McQueen memutuskan pindah dari Leeds ke Manchester United pada 1978. Ia berkomentar, “Sebanyak 99 persen pemain pasti ingin bermain untuk United, dan satu persen sisanya adalah pembohong.” Ucapan yang kemudian membuat marah pendukung Leeds karena Gordon sebelumnya mengungkapkan kalau dia ingin berkarier di Leeds sampai pensiun. Bibit permusuhan ini kemudian terus dipupuk melalui Eric Cantona, Rio Ferdinand, Alan Smith, hingga yang terbaru Daniel James.

Bagaimana Kiprah Mereka Sejauh Ini?

Bisa dibilang kalau Leeds mengawali kembalinya mereka di Premier League dengan cukup lumayan. Mereka merepotkan juara bertahan, Liverpool. Mereka juga terakhir sukses meraih kemenangan atas Everton dan Newcastle United. Meski begitu, mereka juga masih terlihat inkonsisten. Namun dengan status mereka sebagai tim promosi, peringkat ke-13 sejauh ini cukup baik jika dibandingkan dua tim promosi lainnya

Siapa Pelatih Mereka?

Setelah kesulitan mencari pelatih yang tepat, Leeds akhirnya menemukan sosok manajer ideal dalam diri seorang Marcelo Bielsa. Dia adalah guru dari beberapa manajer yang ada di Eropa seperti Diego Simeone, Mauricio Pochettino, dan Marcello Gallardo.

Bielsa adalah penganut sepakbola indah. Dia membenci permainan bertahan. Saking indahnya, Sir Alex Ferguson sampai mengaku kalah ketika timnya tidak bisa menahan gempuran Bielsa yang melatih Athletic Bilbao pada 2012. Dalam skema 4-1-4-1 yang dipakai, Bielsa akan memerintahkan pemainnya untuk menekan lawan sedekat mungkin dengan gawang mereka. Tentu saja ini bisa menjadi ujian yang bagus bagi lini belakang United yang dikenal gampang sekali panik ketika ditekan.

Siapa Pemain Leeds United yang Berpotensi Menebar Bahaya?

Ada beberapa pemain yang wajib diwaspadai United. Satu yang pasti adalah Patrick Bamford. Karier striker satu ini sempat berantakan ketika gagal bersinar di Premier League Bersama Crystal Palace, Norwich City, Burnley, dan Middlesbrough. Baru Bersama Leeds ia bisa menemukan performa terbaiknya. Sudah 9 gol ia cetak termasuk tiga golnya ke gawang Aston Villa.

Bagaimana Hasil Pertemuan Terakhir United Melawan Leeds di Old Trafford?

Jika membahas hasil di Premier League, maka 21 Februari 2004 menjadi pertemuan terakhir keduanya. Saat itu skor akhir 1-1. Setan Merah sempat unggul melalui Paul Scholes sebelum disamakan oleh Alan Smith. Saat itu, Leeds sebenarnya sedang dalam performa yang buruk hingga akhirnya mereka terdegradasi pada akhir musim.

Jika mengerucut di semua kompetisi, maka babak tiga Piala FA musim 2009/2010 menjadi kali terakhir kedua tim ini bermain di Old Trafford. Kejutan besar terjadi saat Leeds menang tipis 1-0 melalui gol Jermaine Beckford. Hasil yang cukup memalukan mengingat Leeds saat itu bermain di League One.

Comments

Loading...