OUR NETWORK

Newcastle United vs Manchester United: Rafael Benitez Bisa Menjadi Sandungan Untuk Ole Gunnar Solskjaer

Setelah mengalahkan Fulham dan Wigan Athletic, United mendadak tumbang ketika menghadapi Blackburn Rovers. Akan tetapi, bekal 12 gol dari tiga pertandingan membuat mereka begitu percaya diri ketika datang ke Sports Direct Arena untuk menerima jamuan Newcastle United pada pertandingan awal tahun. Naas, Setan Merah asuhan Sir Alex Ferguson tampil amburadul dengan kalah telak 3-0 melalui gol Demba Ba, Yohan Cabaye, dan bunuh diri Phil Jones.

Kejadian pada musim 2011/12 tersebut bisa terulang kembali pada pekan ini. United kembali menghadapi Newcastle di Sports Direct Arena pada pertandingan tahun baru. Mereka juga datang dengan bekal 12 gol dari tiga pertandingan. Para pendukung The Magpies tentu mengharapkan para pemainnya bisa tampil kesetanan layaknya tujuh tahun lalu.

Akan tetapi, kedalaman skuad Newcastle saat ini sudah jauh berbeda dibanding delapan musim lalu. Skuad Alan Pardew saat itu masih memiliki beberapa pemain dengan nama besar seperti Tim Krul, Fabricio Coloccini, Yohan Cabaye, Hatem Bern Arfa, dan duet Senegal dalam diri Demba Ba dan Papis Demba Cisse.

Walaupun demikian, para pendukung Newcastle layak untuk bersikap optimis. Dalam dua pertemuan terakhir kedua kesebelasan di stadion mereka, tuan rumah tidak pernah menelan kekalahan. Pada 2015/16, United hanya bisa mendapat hasil seri 3-3. Sementara pertemuan terakhir pada musim lalu berakhir dengan kemenangan tipis tuan rumah melalui gol Matt Ritchie.

Mereka juga mampu merepotkan United ketika bertemu pada pertemuan pertama di bulan Oktober. Gol dari Kennedy, dan Yoshinori Muto saat itu sempat membuat publik Old Trafford terdiam sebelum tertolong dengan comeback memukau Setan Merah dalam 20 menit terakhir.

Akan tetapi, Newcastle bukannya tanpa masalah. Ketika memasuki Desember, mereka hanya meraih satu kemenangan serta menerima masing-masing tiga kekalahan dan hasil imbang. Sangat ironis perjalanan mereka mengingat Rafael Benitez baru saja dianugerahi manajer terbaik bulan November oleh Premier League.

United yang akan dihadapi Rafa pun sudah berbeda dibanding Oktober lalu. Setan Merah asuhan Ole menjadi tim yang mulai bermain kesetanan seperti ‘anjing gila’ karena terus menyerang memanfaatkan kelebihan mereka di lini depan. Para pemain yang meredup di era Mourinho pun menunjukkan kembali sinarnya yang berdampak dengan meningkatnya raihan poin mereka di klasemen.

Satu hal yang bisa menjadi sandungan United untuk meraih kemenangan adalah catatan apik Rafael Benitez ketika menghadapi United. Dalam 10 pertemuan terakhir Rafa dengan Setan Merah, tim yang diasuh olehnya tersebut meraih enam kemenangan dan satu kali hasil imbang. Bahkan tiga kemenangan terakhirnya diraih dalam lima pertemuan terakhir termasuk hasil yang ia dapat pada musim lalu.

Lini depan mereka pun tidak terlalu tajam untuk mencetak gol. Mereka adalah tim dengan produktivitas terburuk kedua setelah Huddersfield Town. Sebuah bukti kalau Newcastle begitu bermasalah ketika memasuki sepertiga terakhir kotak penalti lawan.

Salah satu senjata yang bisa digunakan Rafa untuk mengejutkan United adalah lini belakang mereka. Federico Fernandez dan kawan-kawan masuk ke dalam 10 pemilik lini pertahanan terbaik. Bahkan angka kebobolan mereka jauh lebih baik dibanding Arsenal dan Manchester United sendiri. Penjaga gawang mereka, Martin Dubravka, hanya kalah dari Alisson, Kepa, Ederson, dan Hugo Lloris dalam urusan clean sheets.

Lini belakang Newcastle sangat bertolak belakang dibanding lini belakang United. Ole Gunnar Solskjaer belum punya pakem yang pas untuk posisi bek tengah. Ada saja masalah yang terjadi diantara Phil Jones, Victor Lindelof, maupun Eric Bailly. Yang paling anyar, Eric Bailly harus absen tiga laga karena kartu merah di laga melawan Bournemouth. Ole kini hanya punya dua bek tengah karena Chris Smalling dan Marcos Rojo juga belum dinyatakan fit dan berniat untuk memainkan Matteo Darmian sebagai bek tengah.

“Kami akan melihat kembali bagaimana kondisi pemain kami. Darmian sudah bugar dan bisa menjadi bek tengah jika dibutuhkan. Rojo tampaknya masih absen, jadi Darmian adalah bek tengah cadangan kami jika membutuhkannya,” ujar Ole.

Meski solid, namun lini belakang Newcastle masih rentan untuk kebobolan. Dua pertandingan terakhir, gawang mereka kemasukan lima gol dengan empat diantaranya dicetak Liverpool. Sepanjang Desember, hanya dua kali saja Dubravka tidak menderita kebobolan. Dengan lini depan United yang begitu tajam, dan Pogba yang kembali bersinar, bukan tidak mungkin kemenangan telak kembali didapat Setan Merah.

Perkiraan Formasi

NEWCASTLE UNITED:

Martin Dubravka, De Andre Yedlin, Jamaal Lascelles, Federico Fernandez, Paul Dummett, Matt Ritchie, Isaac Hayden, Mohamed Diame, Christian Atsu, Ayoze Perez, Salomon Rondon

MANCHESTER UNITED:

David De Gea, Ashley Young, Phil Jones, Victor Lindelof, Luke Shaw, Nemanja Matic, Ander Herrera, Paul Pogba, Jesse Lingard, Anthony Martial, Marcus Rashford

Comments

Loading...