OUR NETWORK

Menang, Tapi Belum Menjanjikan

Laga babak ketiga Piala Liga 2020/21 antara Luton Town melawan Manchester United di Kenilworth Road berakhir dengan skor 0-3 untuk Setan Merah. Penalti Juan Mata, dan masing-masing satu gol dari Marcus Rashford dan Mason Greenwood membawa mereka lolos ke fase selanjutnya.

Ole Gunnar Solskjaer memainkan formasi 4-2-3-1 dengan menurunkan mayoritas pemain pelapisnya. Sebelum laga, sang manajer sudah menyebut kalau laga ini akan menjadi “pra musim” bagi United untuk menghadapi musim 2020/21 yang diawali dengan buruk. Hanya Harry Maguire yang bermain ketika mereka kalah dari Crystal Palace pekan lalu. Di kubu tuan rumah, mereka tidak memainkan James Collins yang merupakan top skor mereka musim lalu. Meski begitu, mereka memainkan Ryan Tunnicliffe yang adalah mantan jebolan akademi Manchester United.

Keunggulan nama besar serta kualitas pemain membuat United tampil dominan. 58% penguasaan bola menandakan kalau permainan berada dalam kendali tim tamu. Selain itu, terdapat perbedaan yang bisa terlihat jelas dari laga sebelumnya. Intensitas permainan United jauh lebih tinggi ketimbang ketika berjumpa Palace. Aliran bola mereka jauh lebih cepat. Perpindahan dari satu sisi ke sisi yang lain juga begitu dinamis.

Namun, tetap saja United kembali menemui kendala yang sama yaitu di sepertiga akhir. Tidak ada killer pass yang terjadi di kotak penalti Luton. Blok rendah dari lawan kembali menjadi kekurangan United yang lagi-lagi muncul pada pertandingan ini. Akun UnitedPeoplesTV menyebut kalau babak pertama bikin ngantuk dan menjadi gambaran dari sulitnya menjadi penggemar United sekarang ini.

Meski bermain 4-2-3-1, namun di lapangan penempatan posisi antar pemain mencerminkan kalau mereka bermain dengan 4-4-2 diamond. Formasi yang harus digunakan jika ingin memaksimalkan sosok Donny van de Beek. Keputusan yang tepat mengingat Donny bermain baik. Meski tidak mencetak gol, namun pergerakan tanpa bola yang ia lakukan membantu tim dalam mencari celah untuk membangun serangan.

Penempatan posisi pemain pada babak pertama (Sofascore)

Tapi, pergerakan tanpa bola tidak bisa dilakukan satu orang saja. Butuh semua pemain yang paham akan hal ini. Sayangnya, ini yang tidak ada dalam permainan United kemarin. Posisi lagi-lagi saling bertumpuk. Rataan posisi pemain United bahkan lebih dekat ke tengah lapangan alih-alih mendekati kotak penalti lawan. Bek sayap kembali tidak menolong. Beberapa kali Brandon Williams memilih tidak naik disaat banyak ruang kosong di sana. Inilah yang membuat United hanya punya satu peluang bersih dari Juan Mata yang bisa ditepis penjaga gawang.

Jauhnya para pemain depan United ini yang membuat Luton hanya bermain menunggu. Odion Ighalo tidak banyak melakukan pergerakan tanpa bola. Ia bahkan kerap berada di belakang Lingard dan Mata. Hal ini yang membuat pemain Luton tinggal menanti momen saat United kehilangan penguasaan bola. Saat itu terjadi, barulah mereka melepas bola-bola direct ke sisi sayap kiri yang diisi Kazenga Lua-Lua.

Keadaan pada babak kedua juga tidak kunjung berubah. United masih memegang kendali, tapi peluang yang didapat masih jauh dari kata berbahaya. Permainan United baru membaik ketika Ole menurunkan amunisi utamanya yaitu Bruno, Mason Greenwood, dan Marcus Rashford. Tiga pemain ini membuat lini depan United menjadi lebih dinamis dan berhasil memberikan dua gol. Mason Greenwood bahkan mencetak satu asis dan satu gol sejak ia masuk.

Secara permainan, United belum memberikan permainan yang menjanjikan. Hanya, intensitas aliran bolanya saja yang jauh lebih cepat. Namun, lagi-lagi sepertiga akhir menjadi kendala. Selain itu, peran pemain pelapis lagi-lagi tidak banyak membantu meski kualitas mereka setidaknya setengah atau bahkan satu anak tangga lebih baik dari Luton.

Ole sendiri menyebut kalau laga ini sifatnya hanya pra musim. Pra musim dengan level kompetitif. Ia juga menyebut kalau timnya butuh 3-5 laga lagi untuk bisa membuat United berada dalam level “siap” mengarungi kompetisi sehingga performa seperti ini mungkin akan terus muncul 3-5 laga kedepannya. Meski begitu, kemenangan ini cukup untuk mengembalikan kepercayaan diri untuk menghadapi Brighton and Hove Albion Sabtu nanti setelah kekalahan melawan Crystal Palace.

Comments

Loading...