OUR NETWORK

Timothy Fosu-Mensah yang Terlupakan

13 April 2019 menjadi kali terakhir Timothy Fosu-Mensah bermain sepakbola. Sejak laga itu, ia tidak pernah lagi bermain karena harus fokus terhadap penyembuhan cedera ACL yang ia terima pada pertandingan tersebut. Seiring berjalannya waktu, sosoknya kini perlahan mulai dilupakan.

***

Di saat Ole Gunnar Solskjaer mulai memberikan kesempatan debut kepada Brandon Williams dan James Garner (musim lalu) serta sedang gencar-gencarnya memperbanyak menit tampil untuk Axel Tuanzebe, dan Mason Greenwood, sosok Fosu-Mensah justru nampak terabaikan. Padahal, si pemain sudah dinyatakan fit dan kembali menjalani sesi latihan bersama tim utama.

Sangat disayangkan memang mengingat Fosu-Mensah adalah satu dari sedikitnya pemain muda yang tersisa dari era kepelatihan Louis van Gaal. Ketika namanya pertama kali diorbitkan (2015/2016), ia mendapatkan penilaian yang sangat tinggi dan mulai dipercaya untuk tampil pada laga-laga besar seperti ketika United mengalahkan Arsenal 3-2 dan Everton pada semifinal Piala FA.

“Fosu-Mensah berhasil menyelamatkan kami sebanyak tiga kali karena akselerasi dan kecepatannya. Saya sangat-sangat bersyukur dia bisa bermain maksimal,” tutur Louis van Gaal saat memuji penampilannya dalam laga melawan Watford pada Maret 2016 lalu.

Namun sejak saat itu peruntungannya sebagai pemain United berubah. Masuknya Jose Mourinho membuat sosoknya mulai jarang diberikan kesempatan. Dipinjamkan ke klub lain dipilih menjadi opsi yang tepat untuk menambah jam terbang bagi si pemain.

Akan tetapi, dua kali dipinjamkan ke klub lain, penampilan Fosu-Mensah justru tidak berkembang. Yang ada, ia justru menjalani takdir yang kurang beruntung. Pinjaman yang dilakukan justru membawa bencana bagi dirinya dan karir sepakbolanya yang perlahan-lahan mulai meredup.

Ia tampil superior dalam beberapa laga ketika membela Crystal Palace asuhan Roy Hodgson. Namun ketika memasuki paruh kedua, tenaganya justru tidak terpakai. Kemudian ia dipinjamkan ke Fulham. Situasinya pun cukup serupa seperti yang ia alami di Crystal Palace. Ia hanya diberi kesempatan pada awal hingga pertengahan musim. Namun ketika kompetisi memasuki seperempat dari akhir musim, tenaganya lebih banyak habis di bangku cadangan atau bahkan tidak dibawa sama sekali ke pertandingan. Hingga akhirnya ia menderita cedera yang membuat peminjamannya dipangkas dan dikembalikan lagi ke Manchester United.

Posisi menjadi masalah bagi pemain yang kini sudah berusia 21 tahun tersebut. Memiliki kemampuan bermain di dua posisi yaitu bek tengah dan bek kanan, namun tidak serta-merta ia bisa mendapatkan satu tempat di skuad utama.

Bersama Crystal Palace, kehadiran Aaron Wan-Bissaka membuat perannya sebagai bek kanan tidak lagi menarik perhatian Hodgson. Padahal, ia sempat menjadi bintang dalam beberapa pertandingan di awal musim. Untuk posisi bek tengah sendiri, ia sudah kalah bersaing dengan Scott Dann dan Martin Kelly pada saat itu.

Begitu juga ketika ia bermain untuk Fuham. Ia mendapatkan kesebelasan dengan lini belakang yang begitu gampangnya untuk kebobolan. Ketika The Cottagers terdegradasi, Fosu-Mensah menjadi sasaran kemarahan penggemar mereka. Fosu-Mensah menjadi korban dari fleksibilitasnya sebagai seorang pemain.

Sebenarnya, Fosu-Mensah punya peluang untuk tidak dipinjamkan lagi pada musim 2018/2019. Penampilan singkat bersama Palace, sebelum digusur Aaron Wan-Bissaka, seharusnya sudah membuat Mourinho memasukkan namanya sebagai salah satu bek pilihan utama dia. Akan tetapi, Mourinho sendiri memilih untuk mencari pemain belakang baru.

“Akademi adalah tempat yang sangat ketat sekaligus tempat untuk hal-hal yang positif. Anda bisa lihat mentalitas Jesse Lingard, Marcus Rashford, Scott McTominay, dan Axel Tuanzebe. Mentalitas seperti mereka adalah contoh mentalitas yang sangat baik untuk dimiliki,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Masuknya Solskjaer pun juga tidak membawa hal positif bagi Fosu-Mensah. Aaron Wan-Bissaka, orang yang menggusurnya di Crystal Palace justru didatangkan. Untuk memperebutkan posisi bek tengah, ia masih bersaing dengan Harry Maguire, Victor Lindelof, Phil Jones, Axel Tuanzebe, dan Marcos Rojo. Mengharapkan menjadi pelapis Wan-Bissaka juga tidak memungkinkan karena Solskjaer sudah memiliki Diogo Dalot dan menempatkan Tuanzebe sebagai bek kanan darurat.

Sejak ia bersinar bersama Van Gaal, Fosu-Mensah hanya satu kali saja ia bermain di Premier League. Mengingat kontraknya akan habis pada akhir musim ini, maka tidak tertutup kemungkinan untuk dirinya hengkang ke klub lain secara gratis. Awal Januari 2020, ia sudah punya peluang untuk melakukan negosiasi dengan klub pengincarnya.

Meski begitu, masih ada satu tempat yang bisa diperjuangkan oleh Fosu-Mensah yaitu sebagai gelandang bertahan. Posisi itu kurang familiar untuk dirinya meski ia punya kemampuan bermain pada posisi tersebut. Kini, tinggal kerja keras dari Fosu-Mensah saja yang bisa menyelamatkan dirinya jika ia tetap ingin menjadi pemain United.

Comments

Loading...