OUR NETWORK

Sejarah yang Tercoreng

Minggu ini tampaknya menjadi minggu yang tidak menyenangkan bagi pelatih Inggris, Gareth Southgate. Ia tidak mendapat hadiah yang menarik ketika baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-50. Harry Maguire berulah, Inggris hanya menang dari Islandia melalui penalti yang membuatnya tidak puas. Sekarang, ia dibuat pusing dengan ulah dua pemain mudanya.

Sejarah bagus dibuat oleh dua tim Manchester yaitu United dan City. Untuk pertama kalinya sejak 1992, ada pemain yang berasal dari dua kesebelasan tersebut yang melakukan debut tim nasional pada saat yang bersamaan. Terakhir kali momen seperti ini terjadi saat David White (Manchester City) dan Paul Ince mendapatkan kesempatan debut ketika bermain imbang 1-1 melawan Spanyol.

Pada laga melawan Islandia Sabtu (5/9), Phil Foden mendapatkan caps pertamanya setelah ia bermain selama 68 menit. Pada menit ke-78, giliran Mason Greenwood yang berkesempatan tampil bersama tim utama setelah menggantikan Harry Kane. Debut keduanya memang tidak terlalu istimewa karena penampilan Inggris memang kurang mengesankan. Namun, setidaknya mereka sudah menancapkan tonggak dan membuktikan kalau dia bisa menembus tim utama.

“Kami merasa kalau sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukan itu (memanggil Phil Foden). Sama halnya dengan Greenwood, keduanya adalah pemain berkualitas tinggi. Mungkin mereka masih terlalu dini untuk main bersama tim snior. Tapi kenyataannya, penampilannya sangat bagus sehingga mereka layak mendapatkan kesempatan,” kata Southgate jelang laga melawan Islandia.

Sayangnya, sejarah bagus tersebut harus tercoreng oleh ulah kedua pemainnya sendiri. Pada Senin (7/9) malam waktu Indonesia, Greenwood dan Foden resmi dicoret dari tim nasional jelang pertemuan mereka menghadapi Denmark. Menurut BBC, keduanya melanggar protokol kesehatan dengan bertemu dua orang perempuan di sebuah hotel yang letaknya jauh dari hotel tempat mereka menginap. Tersebar pula video singkat yang diambil oleh si perempuan ketika Greenwood dan Foden berada di kamar. Southgate sendiri yang mengonfirmasi hal tersebut sehingga membantah banyaknya spekulasi yang menyebut kalau keduanya membawa perempuan tersebut ke dalam tempat mereka menginap.

“Ini situasi yang serius dan kami telah melakukan tindakan secepat apa yang bisa kami lakukan. Kami sudah menanganinya dengan tepat. Kami masih mendalami semua informasi karena ini mengganggu perhatian saya beberapa jam sebelum latihan. Kami membuat keputusan dengan tidak membawa mereka berinteraksi dengan anggota tim lainnya, dan tidak akan ikut latihan. Mereka juga harus kembali ke Inggris secara terpisah,” kata mantan pemain Middlesbrough ini.

Kedua klub tempat keduanya bernaung juga sudah mengambil sikap. Keduanya sama-sama mendukung FA untuk mengatasi masalah. Baik United dan City juga kecewa dengan tingkah pemainnya tersebut. Keduanya bahkan disebut harus membayar denda sebesar 1300 paun karena kesalahannya tersebut.

Sebenarnya Southgate tidak mempermasalahkan apa yang dilakukan Greenwood dan Foden. Kencan dengan perempuan ketika timnas Inggris sedang bertanding di luar negeri bukanlah hal baru. Sang pelatih juga sadar kalau keduanya masih berusia muda. Tapi yang jadi permasalahan adalah saat iin dunia sedang berjuang melawan pandemi virus corona. Dengan kasus banyaknya pemain yang positif covid, wajar Southgate khawatir kalau para pemainnya terjangkit virus tersebut.

“Saya paham usia mereka, tapi saat ini dunia sedang melawan pandemi. Meskipun mereka tidak meninggalkan hotel, pelanggaran protokol adalah sesuatu tidak bisa diterima,” ujarnya.

Keduanya kini sudah meminta maaf. Southgate menyebut kalau Foden dan Greenwood khilaf. Akan tetapi, apa pun bentuk pelanggarannya mereka harus menanggung konsekuensinya. Dan pencoretan dari timnas adalah hukuman yang pantas. Mereka harus menunggu hingga Oktober disaat kesempatan bermain sejak awal terbuka pada pekan ini.

Southgate memang menjunjung tinggi kedisiplinan. Dia tidak mau ada pemainnya yang bermasalah dalam hal etika. Sebelum kasus Greenwood dan Foden, ia sudah mencoret Harry Maguire yang bermasalah saat liburan. Saat kualifikasi Euro 2020 November lalu, ia juga mencoret Raheem Sterling setelah terlibat perseteruan fisik dengan Joe Gomez di tempat latihan.

Menurut jurnalis BBC, Phil McNulty, kasus Greenwood dan Foden ini membuat publik akan mengarahkan pandangan kepada kedua pemain tersebut. Mereka adalah masa depan Inggris. Namun dengan sikapnya yang berani “bandel” saat pemanggilan pertamanya ke tim nasional, publik akan mulai melihat kelayakan mereka mengenakan seragam tim nasional.

Comments

Loading...