OUR NETWORK

Scholes, Oldham Athletic, dan Karma Jose Mourinho

Kabar resminya Paul Scholes sebagai manajer Oldham Athletic akhirnya muncul pada Senin malam waktu Indonesia. Mantan gelandang Manchester United tersebut dikontrak selama 18 bulan oleh klub yang sekarang berkompetisi di League Two atau divisi keempat sepakbola Inggris tersebut. Scholes masuk menggantikan Frankie Bunn yang dipecat pada Desember 2018 lalu.

Tidak berhenti sampai disitu, Scholes juga diperbolehkan memimpin Oldham meski statusnya adalah pemilik saham klub Divisi lima, Salford City. Sebelumnya, Scholes terancam tidak bisa mendapat pekerjaan ini dikarenakan ia masih memiliki 10 persen saham klub yang diakuisisi oleh Class of 92 tersebut. Namun setelah pertemuan dengan pihak EFL, Scholes diperbolehkan untuk memegang Oldham selagi Salford belum berkompetisi di satu divisi yang sama dengannya.

“Paul sangat menginginkan pekerjaan ini di masa lalu dan betapa dia begitu mencintai klub ini. Saya senang membawanya menjadi keluarga di Oldham Athletic. Paul akan saya dukung 100 persen dan mudah-mudahan kita dapat bekerja sama untuk membawa kesuksesan bagi klub ini,” kata Abdellah Lemsagam, yang merupakan pemilik Oldham.

Klub berlogo burung hantu ini adalah klub favorit The Ginger Prince semasa kecil. Ia mengidolai Frankie Bunn, manajer yang tempatnya ia gantikan. Selain itu, keponakan Scholes yang bernama Ryan juga terdaftar sebagai siswa akademi Oldham.

Scholes sudah langsung mempersiapkan tim untuk pertandingan berikutnya menghadapi Yeovil Town. Tugas Scholes terhitung cukup berat karena performa mereka musim ini tidak terlalu baik. Latics terjebak di peringkat ke-14 dan baru mengoleksi 42 poin saja dari 30 pertandingan. Meski begitu, mereka masih punya kesempatan untuk melaju ke babak play-off promosi kaena hanya berselisih delapan angka saja dari tim peringkat keenam, Exeter City.

Selain mempersiapkan tim, Scholes juga sedang mempersiapkan mentalnya apabila nanti dirinya mendapatkan kritikan keras dari orang-orang yang mengamati kiprahnya. Hal ini tergolong wajar mengingat rekan-rekannya semasa masih bermain di United, tidak punya rekor yang bagus ketika menjadi seorang pelatih.

Tercatat ada Gary Neville, Teddy Sheringham, Steve Bruce, Bryan Robson, Mark Hughes, serta Paul Ince yang karier kepelatihannya tidak terlalu mulus. Hal ini belum ditambah para pemain United lainnya yang bukan rekan setim Scholes seperti Steve Coppell atau Gordon Strachan. Hanya Laurent Blanc dan (mungkin) Ole Gunnar Solskjaer yang kiprahnya lumayan sebagai seorang pelatih.

Yang menarik, Scholes juga sudah mempersiapkan diri kalau kedepannya dia diserang oleh Jose Mourinho. Sudah kita ketahui bersama kalau kedua insan ini kerap kali adu argumen saat Scholes masih menjadi pundit dan Mourinho menjadi manajer Setan Merah. Scholes khawatir akan adanya karma yang menyerang dirinya karena dulu menyerang Mourinho sebagai pelatih.

“Saya pikir dia akan melihat hasilnya. Apakah dia menonton pertandingan, saya tidak terlalu yakin. Akan tetapi, itu (kritikan Mourinho) adalah bagian dari hal yang sedikit mengganggu saya. Tapi saya membiarkan diri saya terbuka lebar. Saya cukup kritis. Semua orang boleh mengatakan apa yang mereka inginkan,” kata Scholes.

“Saya tidak pernah mengerti kenapa pemain dan manajer memperhatikan apa yang dikatakan pengamat. Mereka hanya memberikan pandangan tentang permainan dari sudut pandang mereka dan dibayar. Jika ada yang mengkritik saya, saya akan mencoba untuk tidak memperhatikan. Satu-satunya orang yang saya jawab pernyataannya adalah pemilik.”

Sejak menjadi pundit, Scholes adalah kritikus yang komentarnya sangat pedas ketika membahas United. Ia pernah mengkritik filosofi Van Gaal yang ia anggap tidak jelas, mengkritik Anthony Martial sebagai pemain yang tidak punya hasrat, serta Paul Pogba yang pernah disebut sebagai pemain yang tidak pakai otak. Namun itu semua tidak ada tandingannya dibanding kritikan pedas kepada Jose Mourinho yang ia anggap mempermalukan United.

“Scholes adalah pemain yang bagus tapi bukan pundit yang bagus. Jika Paul kedepannya menjadi manajer, saya doakan dia bisa meraih 25 persen dari gelar saya. Saya punya 25 gelar, jadi seperempat dari gelar saya berarti enam. Jika dia bisa meraihnya, saya yakin dia akan senang,” kata Mourinho yang membalas kritikan Scholes kepada Pogba tahun lalu.

Oldham menjadi langkah awal dari tantangan tersebut. Menarik untuk melihat apakah dia bisa melebihi apa yang diminta Mourinho tersebut. Usaha Scholes pun langsug terlihat dari upayanya meminta saran dari beberapa orang yang dekat dengannya seperti Sir Alex Ferguson, Gary Neville, dan Ryan Giggs. Ketiganya punya pengalaman yang jauh lebih besar dibanding Scholes di dunia kepelatihan.

Comments