OUR NETWORK

Patrice Evra (2): Saya Takut Manchester United Memiliki Nasib Seperti Liverpool

Ini adalah lanjutan dari rekap hasil wawancara Patrice Evra bersama Gary Neville di Sky Sports. Pada bagian kedua ini, Evra berbicara soal Pogba yang kariernya habis oleh suporter United serta rasa takut Evra apabila United mengalami nasib seperti AC Milan, Arsenal, dan Liverpool, yang butuh waktu lama untuk sampai ke puncak.

Apa yang Anda lihat dari insiden Pogba dengan para penggemar?

“Saya menjawab hal ini bukan berarti karena saya melindungi Paul (Pogba) tetapi ketika melihat insiden kemarin, mereka semua (para penggemar) membunuh karier Paul. Dia top skor dan top asis. Saya tahu para penggemar mempertanyakan kepemimpinannya dan mereka semua menginginkan lebih, jadi itu sebabnya mereka semua mengkritiknya, tetapi secara keseluruhan Pogba masih jauh lebih baik dari pemain lainnya.”

“Jangan hanya karena Paul Pogba, yang hobi mengganti rambut, menari, instagram, dan segalanya, orang jadi lupa akan permainannya. Saya tegaskan sekali lagi kalau hanya dia dan De Gea saja yang bisa bermain di klub besar Eropa.”

Apakah dia akan pergi?

“Saya pikir dia akan pergi karena Anda perlu menunjukkan rasa cinta dan komitmen. Jika Paul memutuskan untuk bertahan satu atau beberapa musim lagi, mungki para penggemar akan mencintainya karena dia berkomitmen. Penggemar United mencintai Anda ketika Anda memiliki komitmen.”

“Ketika saya bermain dan saya melihat para penggemar berteriak dan memaki para pemain, saya kaget. Pada masa saya dulu, fans akan tetap bertepuk tangan meski Anda kalah dan bermain buruk. Saya ingat ketika kalah 4-1 dari Liverpool, mereka masih bernyanyi. Itu fans United yang saya kenal.”

“Bukan bermaksud melindungi Paul, tetapi ketika Anda mendapatkan hal negatif di sekitar Anda, maka Anda harus pergi.”

Bisakah Pogba kembali berhubungan baik dengan penggemar?

“Saya beberapa kali berbicara dengannya. Kami facetime, dan berbicara. Saya memberi tahu dia sampai tentang arti menggunakan baju United. Tidak hanya United, bahkan baju-baju olahraga lainnya. Dan dia mendengarkan saya.”

“Sebelum dia meninggalkan United menuju Juventus, saya menghabiskan dua jam di rumahnya hanya untuk berbicara kepada ibu dan saudaranya kalau Paul bisa menjadi Patrick Vieira baru di United.”

Apakah agen yang merusak hubungan pemain dan penggemar?

“Agen punya kekuatan atas setiap pemain. Ketika kami memenangkan Liga Champions 2008, saya berada pada akhir kontrak saya dan Real Madrid datang dengan uang yang lebih besar. Saya terpikir untuk pergi.”

“Saya berbicara dengan manajer dan dia berkata kalau kami akan memperbarui kontrak Anda. Fergie berkata, ‘kami akan memberi Anda gaji yang sama dengan Gary Neville!’ Saya kemudian menjawab, ‘bos, saya menghormati Gary, dia adalah kapten, tetapi saya hanya Patrice Evra.’ Saya kemudian menanda tangani kontrak baru.”

“Agen saya jujur kepada saya. Dia memberi tahu saya tantangan yang akan saya hadapi. Akan tetapi mereka juga tahu kalau DNA saya adalah Manchester United.”

Apa yang ingin diubah dari manajemen klub?

“Apakah kamu ingin saya membunuh orang? Saya harus jujur kalau saya belum pernah berbicara dengan dewan klub secara mendalam. Entah itu Glazer atau Ed Woodward. Saya tidak tahu siapa yang memilih pemain? Apakah manajemen atau manajer? Itu pertanyaan yang ingin saya tanyakan ketika bertemu mereka. Apakah Mourinho menginginkan Alexis? Atau hanya Ed? Sulit untuk menyalahkan siapa karena kita tidak tahu yang sebenarnya.”

“Anda baru bisa menemukan jawabannya ketika Anda bekerja untuk klub ini. Orang-orang luar menyalahkan Ed. Apakah manajer mengatakan kepadanya bahwa dia menginginkan seorang pemain dan dia (Ed) harus memberinya uang? Saya tidak tahu. Yang pasti, kita harus mengubah cara pikir kita. Bisnis itu penting, saya tahu, tetapi jika Anda tidak membawa klub meraih trofi dan menunjukkan hasrat Anda terhadap klub ini, maka orang-orang akan membenci Anda.”

“Ini akan memakan banyak waktu, saya pikir mereka butuh lebih banyak orang yang mengerti klub ini dan akan berdarah-darah untuk mencarinya. Mereka membutuhkan lebih banyak mantan pemain yang terlibat.”

Apakah Mantan Pemain cukup berkualitas untuk melakukan pekerjaan tersebut?

“Yang pasti Anda harus paham tentang klub ini. Mungkin mereka semua tidak memilikinya, itu sebabnya saya katakan kepada para mantan pemain kalau yang paling penting adalah mengetahui isi dalam ruang ganti. Saya tidak malu untuk mengatakannya kalau saya harus mengorbankan keluarga saya hanya untuk sukses di United. Apakah manajemen, manajer, dan pemain mau melakukan itu?

Apakah Evra Berminat?

“Kami (Evra dan Ed) pernah membahasnya, tetapi saya tidak siap dengan pekerjaan ini. Jika saya menginginkan peranan ini, maka saya harus mengorbankan kehidupan saya lagi dari awal. Saya tidak siap akan tekanannya.”

Apa yang Harus Dilakukan United?

“Saya merasa kalau mereka harus cepat mencari sosok direktur olahraga. Namun sangat sulit untuk mencari orang yang tepat. Saya takut klub ini seperti Liverpool, AC Milan, dan Arsenal, yang butuh bertahun-tahun untuk kembali ke puncak. Masa depan klub ini tidak terlihat cerah.”

Comments

Loading...