OUR NETWORK

Para Pemain Akademi yang Berpotensi Tampil Lebih Sering di Tim Utama

Ole Gunnar Solskjaer berjanji akan memberikan banyak kesempatan kepada bakat-bakat muda untuk mengarungi kompetisi musim 2019/20 mendatang. Ia ingin mengembalikan budaya United yang rajin mengorbitkan beberapa pemain dari akademi layaknya Sir Alex Ferguson beberapa waktu lalu.

Musim lalu, nama-nama seperti Mason Greenwood, Tahith Chong, Angel Gomes, dan James Garner, sudah diberi kesempatan mencicipi nikmatnya bermain bersama tim utama. Selain nama-nama tadi, ada beberapa pemain lain yang nampaknya akan mendapat banyak kesempatan bersama tim utama musim depan. Berikut lima pemain akademi tersebut yang kami lansir dari Manchester Evening News.

Mason Greenwood (17 tahun)

Musim lalu, Greenwood membuat 26 gol dalam 30 penampilan di empat kelompok umur berbeda. Ia kemudian mendapat kontrak profesional dan sempat menjadi pemain cadangan pada laga terakhir Liga Champions melawan Valencia.

Kesempatan bagi Greenwood datang ketika tim dilatih oleh Solskjaer. Ia dimainkan beberapa menit pada malam spesial di Paris, lalu meningkat dengan bermain 10 menit melawan Arsenal, laga terakhir melawan Cardiff di Premier League adalah kali pertama ia bermain 90 menit pada level tertinggi.

Pertandingan melawan Cardiff menunjukkan potensi Greenwood. Ia bersinar di tengah para seniornya yang saat itu bermain lesu. Sayang, ia tidak mencetak satu gol pun meski membuat beberapa kesempatan emas.

“Greenwood brilian, dia adalah pemain terbaik kami sejauh satu mil dan banyak orang yang berbicara tentang bocah ini. Dia datang ke tim dengan kondisi kurang percaya diri dan Anda dapat melihat bahwa rasa kurang percaya diri tersebut telah membuahkan hasil. Saya tidak terkejut dengan penampilannya karena kami tahu dia bisa melakukan itu,” kata Solskjaer.

Brandon Williams (18 tahun)

Bermain sebagai bek sayap, Williams tampil memukau bersama tim U-18 musim lalu. Ia punya postur tubuh yang ramping dan memiliki kaki kiri yang luar biasa. Brandon menjabat sebagai kapten yang menegaskan kalau si pemain memiliki jiwa kepemimpinan sebagai atribut tambahan. Pada April 2018, ia mendapat kontrak profesional pertamanya. Beberapa kali ia juga diajak oleh Solskjaer untuk latihan bersama tim utama.

“Brandon adalah bek sayap yang bisa bermain di kedua sisi dan dia sangat cepat. Pemanggilannya ke tim utama untuk berlatih menandakan kalau kami percaya padanya. Dia mungkin kaget tapi Anda harus melangkah naik, itulah sebabnya kami mempunyai tim pelatih yang bisa membuat para pemain muda ini siap,” kata Solskjaer.

Lee O’Connor (18 tahun)

O’Connor sudah bergabung sejak 2016. Sejak saat itu, dirinya sudah menunjukkan kalau dia bisa menjadi salah satu pemain muda yang menjanjikan. Meski belum memiliki pengalaman bersama tim senior, O’Connor sudah mencuri perhatian arsitek timnas Irlandia, Martin O’Neill. Mantan pelatih Aston Villa ini sempat mempromosikan namanya ke tim senior Irlandia ketika bersiap melawan Denmark pada UEFA Nations League. Musim lalu, ia dimasukkan dalam daftar pemain yang dibawa ketika United bersiap melawan Barcelona meski tidak berada di bangku cadangan. Ia kemungkinan akan diberi kesempatan pada tur pra-musim nanti.

Dylan Levitt (18 tahun)

Levitt adalah gelandang serba bisa. Musim lalu, ia membuat tujuh gol dan delapan asis dalam 29 penampilan bersama tim U-18 dan U-23. Ia sempat ikut berlatih bersama tim utama jelang pertandingan melawan Cardiff.

“Saya tahu Dylan. Saya berbicara dengan Nicky Butt dan dia mirip pemain Manchester City, Matty Smith. Dia ingin menguasai bola, dia handal dalam melepaskan umpan dan penempatan posisinya bagus. Dia membuat saya terkesan,” kata Ryan Giggs yang sempat memanggil Dylan ke tim senior Wales beberapa waktu lalu.

Arnau Puigmal (18 tahun)

United bertarung dengan Barcelona untuk mendapatkan Puigmal dari Espanyol pada 2017. Ia dianggap sebagai salah satu gelandang 18 tahun terbaik di Spanyol. Ia memiliki kecerdasan sebagai seorang gelandang dan mampu bermain di sejumlah posisi di lini tengah. Ia punya fisik yang kuat dan handal dalam menguasai bola.

“Dia pemain penuh teknik di lini tengah yang sangat dinamis. Dia pandai menguasai bola. Semakin hari bahasa Inggrisnya semakin baik dan dia kini mulai bisa beradaptasi dengan bagus. Saya yakin dia akan menikmati waktunya bersama klub ini,” kata Kieran McKeena.

Comments