Foto: Belfast Telegraph

Setahun setelah mengakhiri karier profesionalnya sebagai pesepakbola, Michael Carrick merasa sangat puas dengan lonjakan kariernya di Manchester United. Ya, ia sangat mencintai keputusannya untuk memilih menjadi asisten pelatih di Old Trafford. Bahkan, ia kian mencintai kehidupannya sebagai “mentor khusus” para pemain United.

Di sisi lain, mantan gelandang tersebut benar-benar memiliki keunikan dalam dirinya. Ia juga sangat berbakat ketika masih menjadi seorang pemain. Bagaimana tidak? Ia bahkan pensiun dengan meninggalkan kesan spesial, di mana ia berhasil mencatatkan 464 penampilan, mencetak 24 gol dan mengangkat 17 piala selama 13 musim bersama Setan Merah.

Alih-alih mengambil waktu luang setelah pensiun dari sepakbola, Carrick justru sangat sigap ketika menerima tawaran untuk menjadi asisten pelatih tim utama United. Pria berusia 37 tahun itu dengan sukarela memeluk peran barunya tanpa sebuah rencana. Namun, ia tetap optimis, dan mengakui bahwa keputusannya itu membuat dirinya banyak belajar.

“Saya sangat siap untuk menjadi pelatih karena saya sudah cukup tua untuk menjadi seorang pemain. Untungnya, saya sudah memutuskan pensiun ketika saya siap. Tidak banyak orang bisa masuk ke dalam situasi di mana mereka dapat memutuskan sebuah keputusan sendiri, dan mengatakan sudah siap, tapi tanpa sebuah rencana. Saya pun baru tahu rasanya,” tutur Michael Carrick dilansir dari laman resmi ManUtd.com.

“Saya tidak berada di level yang saya inginkan. Saya baru saja melakukan hal yang memang sudah waktunya. Memang, saya selalu memiliki pikiran tentang menjalani waktu luang, jauh dari sepakbola, untuk anak-anak dan keluarga. Tapi nyatanya, saya tidak bisa menjauh karena saya diberikan kesempatan. Saya sangat senang bahwa saya memilih keputusan itu.”

Michael Carrick juga merenungkan bagaimana hidupnya telah berubah sejak ia memilih menjadi asisten pelatih setelah pensiun. Menurutnya, keputusan yang ia ambil itu adalah sebuah lonjakan karier dan perubahan besar bagi hidupnya. Meskipun memang, pada awalnya Carrick harus beradaptasi dengan situasi baru, namun ia sekarang sudah terbiasa dan bahkan semakin siap melatih para pemain United.

“Keputusan ini merupakan perubahan besar bagi saya. Saya sudah bermain begitu lama di klub ini, tapi saya perlu beradaptasi ketika menjadi pelatih. Sekarang, saya sudah terbiasa, dan sangat terbiasa melakukan hal yang sama sebagai pelatih. Saya semakin fokus menjalani rutinitas baru ini, dan saya semakin siap melatih pemain di sini,” ungkap Carrick.

“Anda memiliki semacam perasaan campur aduk ketika Anda menjadi pelatih. Anda juga akan berpikir tentang bagaimana hal itu bisa terjadi, dan berpikir betapa berbedanya ketika Anda membandingkan dengan situasi sebelumnya. Saya mengalami hal-hal semacam itu. Ini adalah tantangan besar, dan sangat berbeda dengan ketika masih menjadi pemain.”

“Menjadi pelatih di United adalah hal yang benar-benar sangat saya nikmati. Jelas, pasti ada pasang surut, perasaan senang sedih, ataupun kondisi naik turun di sepanjang musim, akan tetapi, saya benar-benar menikmati itu, bahkan saya menikmati diri saya saat ini dan menantikan apa yang akan muncul di depan.”

Tak lepas dari itu, Carrick juga berbicara tentang bakat-bakat muda lulusan akademi United seperti Mason Greenwood dan Tahith Chong, yang kerap menjadi bahan pembicaraan publik sepakbola. Kedua pemain muda ini dinilai memiliki tekad yang kuat, dan membuat para suporter Setan Merah optimis terhadap perkembangannya. Bahkan, Carrick sendiri mengakui jika dirinya memiliki pandangan yang sama dengan para suporter.

“Hal yang menarik adalah, ketika Anda mendengarkan Chong dan Mason berbicara tentang memulai karier mereka. Mereka berdua adalah pemain yang sudah bekerja secara maksimal dalam mencapai levelnya. Mereka tak kenal lelah untuk belajar, dan hal ini membuat saya optimis bahwa kedua pemain itu punya tekad yang kuat,” tandas Michael Carrick.

“Hanya karena saya telah bermain begitu lama dan mencapai beberapa hal dalam klub ini, ketika Anda melangkah ke pekerjaan baru (sebagai pelatih), pasti akan muncul sebuah tantangan untuk mewujudkan optimisme kepada pemain muda. Hal inilah yang membuat saya sedikit tersenyum ketika melihat bakat seperti mereka.”

 

Sumber: ManUtd.com