OUR NETWORK

Mau Sampai Kapan United Terus Meminjamkan Joel Pereira?

Sebuah keputusan menarik dibuat Manchester United pada hari Rabu lalu. Mereka memutuskan untuk mempersingkat waktu peminjaman penjaga gawang mereka, Joel Castro Pereira. Akan tetapi, hal ini dilakukan bukan untuk memberi tempat kepada penjaga gawang asal Portugal tersebut. Mereka melakukannya agar Joel bisa dipinjamkan kembali ke tempat lain.

Musim ini, Joel memperkuat Vitoria de Setubal, sebuah kesebelasan yang bermain di Liga Portugal. Ia seharusnya bermain hingga musim 2018/2019 berakhir. Dilansir Daily Mail, Joel tidak menikmati masa peminjamannya di Portugal. Ia ingin bermain di luar tanah airnya. Vitoria sendiri adalah klub Portugal yang pernah diperkuat Joel setelah sebelumnya ia sempat menghabiskan waktu di Belenenses, juga dengan status pinjaman.

Beberapa klub divisi Championship disebut-sebut tertarik untuk mendatangkan Joel. Reading menjadi peminat terbesar penjaga gawang berusia 22 tahun ini. Manajer mereka, Jose Gomes, belum puas dengan penampilan Vito Mannone, Sam Walker, dan Anssi Jaakola. Kualitas Joel dianggap bisa menutupi kelemahan mereka yang begitu mudah kebobolan pada musim ini.

Di sisi lain, Leeds United berniat membajak Joel dari pantauan Reading. Sejak kehilangan Jamal Blackman karena cedera, mereka ingin mencari pesaing Bailey Peacock-Farrell yang musim ini menjadi penjaga gawang utama The Peacocks. Kubu Leeds juga menggunakan posisi mereka yang saat ini berada di posisi pertama, sebagai daya tarik agar Joel mau bergabung bersama mereka. Memilih Leeds tentu menjadi opsi menarik untuk membuka kesempatan bermain di Premier League. Belum lagi faktor kalau Leeds dipimpin oleh pelatih jempolan seperti Marcelo Bielsa.

Selama dipinjamkan ke Portugal, Joel sebenarnya menunjukkan penampilan yang positif. Dari 16 pertandingan yang sudah dijalani di liga Portugal, Joel bermain sembilan kali. Ditambah satu laga Allianz Cup, maka ia total bermain 10 kali musim ini. Secara keseluruhan, ia membuat tiga cleansheets dan 26 penyelamatan.

Satu-satunya nilai minus dari penampilan Joel adalah rataan kebobolannya yang cukup besar yaitu 1,7 gol per laga. Akan tetapi, hal itu dikarenakan satu laga menghadapi Braga di Allianz Cup yang berakhir dengan kekalahan telak 4-0 untuk Vitoria. Saat bermain di kompetisi domestik, Joel hanya dua kali menderita kekalahan lebih dari dua gol. Bahkan tim sebesar Benfica hanya bisa mencetak satu gol saja ke gawangnya.

Joel sendiri sebenarnya masih memiliki kontrak di United hingga musim panas 2021 mendatang. Akan tetapi, melihat usianya yang sudah menginjak 22 tahun, ia seharusnya sudah memiliki klub utama yang bisa memberikannya tempat reguler untuk bermain setiap pekan. Sejak naik ke tim utama United pada 2015, ia baru bermain tiga kali saja dengan dua diantaranya hanya menjadi pemain pengganti.

Alih-alih bertahan di United dan membiarkannya terbengkalai di bangku cadangan, menjualnya ke klub lain menjadi opsi yang jauh lebih baik untuk menyelamatkan kariernya. Tidak bisa dibantah, bahwa David De Gea dan Sergio Romero begitu sulit untuk ditaklukkan dari posisinya sebagai penjaga gawang pertama dan kedua. Hal ini yang membuat pihak klub membeli Lee Grant pada musim ini sebagai pemutus agar penjaga gawang muda bisa hijrah ke tempat lain.

Menjadi penjaga gawang ketiga jelas tidak menyenangkan bagi seorang pesepakbola. Beberapa nama yang sempat menyandang status tersebut di United juga pernah merasakannya. Sebut saja Ben Amos, Tomasz Kuszczak, dan Anders Lindegaard. Mereka semua adalah penjaga gawang yang hebat, namun mereka mendapat hadangan berupa tangguhnya kiper pertama dan kedua di timnya. Bahkan Sam Johnstone, penjaga gawang yang disebut-sebut akan menjadi kiper United di masa depan, lelah hanya menjadi pemain pinjaman selama tujuh musim sebelum akhirnya dilepas pada musim ini.

Comments