Diogo Dalot mengawali kariernya dengan bergabung dengan tim akademi FC Porto pada 2008 di usia sembilan tahun, dan sejak itu, ia berkembang menjadi salah satu pemain paling menjanjikan di Portugal. Dalot lalu melakukan debut tim pertamanya untuk Porto pada Oktober 2017 sebelum akhirnya pindah ke United pada musim panas tahun lalu.

Berbicara kepada United Review, pemain berusia 19 tahun itu lalu membahas siapa saja ikon-ikon yang menginspirasinya untuk menjadi pemain sepakbola professional. Ia juga sedikit mengenang ceritanya saat melihat Porto juara Liga Champions pada 2004, dan meski saat itu usianya masih lima tahun, namun ia sudah bisa merasakan semua euforianya.

“Tentu saja, ketika Anda dewasa, semuanya hanya membcarakan hal-hal tentang pemain besar seperti Ronaldo, Iniesta, Xavi dan Messi. Mereka pahlawan saya. Saya tumbuh melihat pemain seperti itu bermain dengan klub besar, di pertandingan besar, dan saya menonton mereka karena saya ingin menjadi pemain sepakbola suatu hari nanti. Saya juga ingin menjadi yang terbaik seperti mereka,“ tutur Dalot dilansir dari ManUtd.com.

“Saya juga ingat ketika Porto memenangkan Piala Liga Champions, saat itu saya berusia lima tahun. Mereka waktu itu memiliki beberapa pemain yang sangat bagus. Jika Anda bertanya kepada saya tentang bagaimana rasanya menonton pertandingan, saya tidak ingat, tapi saya ingat saat saya merayakannya! Itu adalah momen yang hebat bagi saya sebagai suporter.“

“Saya memiliki kesempatan terkadang untuk berbicara dengan para pemain seperti Paulo Ferreira dan para pemain yang menang ketika mereka datang ke pusat pelatihan tim akademi. Itu bagus untuk saya karena saya dapat berkomunikasi dan berbagi pengalaman dengan mereka secara langsung.”

Perjalanan karier Diogo Dalot sejatinya menampilkan hal-hal yang sangat manusiawi, yaitu berproses. Apalagi jika melihat perjalanan kariernya di timnas Portugal. Ia pernah memulai semuanya dari tingkat tim U-15 hingga U-21. Bahkan, Dalot juga berhasil memenangkan European Championship U-17 di Azerbaijan pada 2016, dan mencetak dua gol penting selama lima penampilannya di turnamen tersebut.

Menyikapi hal in, Dalot kemudian mengungkapkan bahwa dirinya memiliki rasa emosional yang tinggi jika melihat perjalanan kariernya. Apalagi, baginya, semua yang ia telah lalui itu membuahkan hasil yang mengagumkan, termasuk menjuarai European Championship U-17 pada 2016.

“Kejuaraan European Championship U-17 pada 2016 adalah kemenangan emosional besar pertama saya. Hanya beberapa hari setelahnya, saya menyadari bahwa saya adalah seorang juara! Saya pikir, Portugal saat ini memiliki sesuatu untuk dikatakan sebagai tim terbaik di Eropa, dan musim panas lalu, saya juga memenangkan kompetisi serupa itu lagi ditingkat U-19,“ ungkap Diogo Dalot.

“Saya pikir momen itu adalah langkah pertama saya untuk hal-hal besar yang akan datang. Jika Anda menyaksikan semua tim yang memenangkan Euro U-17, Anda akan tahu maksud saya. Ya, Anda akan melihat kualitas, Anda akan melihat keinginan untuk menang, Anda akan melihat semua yang dapat Anda pikirkan tentang seorang pemain yang bermain di tingkat itu.“

“Sebagian besar dari mereka bermain untuk tim besar dan di liga yang kompetitif, dan sekarang saya pikir Anda akan melihat beberapa pemain yang cukup bagus dalam beberapa tahun mendatang akan tampil di publik sepakbola. Timnas Portugal memiliki itu semua, dan saya akan sangat suka bermain dengan pemain seperti mereka.”

Memang, kenyataannya timnas Portugal telah menjadi salah satu tim terkuat yang ada di Eropa, dan bahkan mungkin tim terhebat di dunia dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga berperan dalam membentuk dan membantu tim nasional juniornya menjuarai European Championship. Jadi wajar rasanya jika Diogo Dalot menggambarkan pertumbuhan tim dari berbagai tingkat di Portugal sebagai momen terbesar yang juga pernah ia rasakan.

“Setelah saya memenangkan kompetisi European Championship dengan tim tingkat U-17, saya kemudian bergabung dengan tim tingkay U-19. Singkat cerita, saat itu saya dan tim sedang berada di hotel dan menyaksikan Portugal mengalahkan Prancis di final Euro 2016, dan perayaan yang kami miliki sangat luar biasa setelah itu. Ini adalah momen terbesar dalam sejarah sepakbola Portugal. Saya benar-benar termotivasi dengan kemenangan itu,“ kenang eks bek kanan FC Porto tersebut.

 

Sumber: ManUtd.com