OUR NETWORK

Ketika Pemain Manchester United Hampir Ditolak Saat Meminta Foto

Sebagai penggemar Manchester United merupakan hal yang wajar apabila Anda menyapa, pun meminta foto saat bertemu dengan pemain, legenda, atau orang-orang di sekitar klub. Bertemu dengan idola adalah hal tertinggi yang bisa ada dalam mimpi penggemar, dan mengabdikannya dalam bentuk foto adalah hal yang amat logis.

Namun tidak buat orang tua Nate Patrick yang keduanya tengah ada kerjaan di Inggris. Kala itu, orang tua Nate yang berkebangsaan Australia tengah berada dalam perjalanan dari Manchester menuju London dengan menggunakan kereta api. Semua berjalan biasa saja, sampai notifikasi di grup Whatsapp keluarga Nate menyala.

Di dalam percakapan grup Whatsapp keluarga tersebut, ayah Nate mengaku sebal dengan sejumlah anak muda yang berisik karena main Uno. Ayah Nate bahkan sering membalikkan kepala untuk menunjukkan bahwa ia terganggu dengan suara berisik dari anak muda tersebut.

Sadar kalau aktivitas mereka terganggu, beberapa pemain muda tersebut mendatangi orang tua Nate dan meminta maaf. Anehnya, kata orang tua Nate, mereka menawarkan untuk berfoto. Awalnya orang tua Nate berpikir kalau anak-anak muda ini ingin membalaskan kesalahan mereka. Caranya dengan menawarkan bantuan memotretkan ayah dan ibu Nate. Namun, kenyataannya tidak.

Salah seorang dari mereka yang beraksen Prancis, malah bilang, “Tidak, tidak. Aku bertanya apakah Anda ingin berfoto bersamaku, pak?”

Dengan pikiran yang bertanya-tanya soal siapa orang yang ia ajak bicara, orang tua Nate pun akhirnya mau berfoto bersama, itu pun karena ayah Nate begitu sopan pada orang asing. Foto tersebut pun  kemudian dikirimkan ke Whatsapp keluarga dengan ayahnya bertanya, “OK, Nath, Siapa ini?”

“IT’S PAUL BLOODY POGBA,” tulis Nate dalam akun Twitternya. “Orang tuaku satu gerbong kereta dengan seluruh skuat Manchester United, dan mereka tak tahu itu siapa, karena tentu saja mereka tak akan tahu.”

Di akun Twitternya, Nate menceritakan kalau dirinya amat menyukai olahraga, baik menonton maupun terlibat langsung. Olahraga merupakan bagian utama dari hidup Nate. Sebaliknya dengan kedua orang tua Nate yang tak punya sedikitpun ketertarikan. Di rumah, Nate tak pernah melihat kedua orang tuanya menonton olahraga maupun membicarakannya.

Pun dengan sepakbola di mana Nate begitu menyukainya. Apalagi, sepakbola juga merupakan olahraga paling populer di dunia. Namun, meskipun ayah Nate bekerja di Inggris, ia jarang menonton sepakbola, meski Nate selalu mengingatkan.

Apa yang terjadi di kereta menuju London tersebut jelas mengagetkan Nate. Dalam cuitannya, Nate mengaku marah dan bingung, karena mungkin ayah dan ibunya bertemu dengan juara dunia, tapi mereka tak tahu itu siapa.

Percakapan di Whatsapp Grup Keluarga Nate memang lucu kalau dibaca. Misalnya saja, ketika Nate menjawab dengan penuh keterkejutan.

“Tidak. Tidak, tidak, tidak. Jangan bercanda,” tulis Nate.

Ibu Nate yang penasaran langsung mendesaknya untuk menjawab, “Siapa?”

“Ini lelucon.”

“Kami harap kami memberikan kartu namamu, Nate,” kata ayahnya.

“Beri tahu kami, Nate!” kata ibunya yang tak sabar.

“Kami tak punya hati untuk bertanya, ‘Kalian siapa?'”

Ketika Nate menjawab bahwa itu adalah para pemain Manchester United, ibu Nate cuma membalas, “Aku berpikir juga demikian.”

“Keretanya dari Manchester,” tulis Ayahnya.

Nate lalu menjelaskan kalau orang yang mengalungkan lengannya di pundak ayahnya adalah Paul Pogba, pemain termahal di dunia dan juara dunia bersama Prancis. Ayahnya pun hanya membalas dengan “Hahahaha”.

Karena balasan ayahnya yang biasa saja, Nate pun membalas, “Kalian bukanlah artisnya di sini.” Ayah Nate langsung memberikan penjelasan dan bercerita kalau sebenarnya ia beberapa kali menolak untuk foto bersama karena tak perlu.

Lebih unik lagi, ketika turun di London, orang tua Nate justru mengirim foto anjing ketika turun dari kereta. Seolah kejadian di atas kereta tadi tak punya arti apa-apa. Dari cerita di atas, Nate pun berkesimpulan betapa ramahnya para pemain Manchester United, yang bahkan meminta maaf karena terlalu berisik.

Comments