OUR NETWORK

Kemarahan Solskjaer dan Cerita Nyeleneh Paddy Power

Ole Gunnar Solskjaer marah. Ia kecewa dengan ulah dari rumah judi terkenal Irlandia, Paddy Power yang memakai gambarnya tanpa izin untuk kepentingan iklan taruhan yang muncul dalam media-media lokal Inggris beberapa hari terakhir. The Baby Faced Assasin sendiri siap menempuh jalur hukum dan sudah memberi tahu masalah ini kepada pengacaranya.

“Saya berjanji kasus ini sudah saya kirimkan ke pengacara saya. Mereka akan memiliki masalah besar dengan saya. Paddy Power adalah perusahaan judi dan saya seharusnya tidak memiliki hubungan dengan mereka. Organisasi taruhan adalah sesuatu yang tidak ingin saya kaitkan dengan nama saya. Mereka akan menerima surat gugatan dari pengacara saya,” tutur Ole ketika diwawancara oleh stasiun TV Norwegia.

Pengacara Ole, Erik Flagan, mengaku tidak heran dengan apa yang dilakukan Paddy Power. Hal ini dikarenakan profil kliennya yang saat ini cukup tinggi karena sukses membangkitkan kembali Manchester United yang sempat lesu bersama Jose Mourinho. Erik bahkan menyebut kalau gambar serta nama Ole tidak bisa digunakan secara sembarangan untuk kepentingan iklan.

“Banyak media dan perusahaan yang sudah kami ingatkan kalau mereka akan punya masalah saat berurusan dengan nama serta foto Solskjaer. Kami sudah mengingatkan mereka kalau nama dan fotonya tidak bisa dipakai tanpa izin untuk kepentingan komersial. Solskjaer tidak bisa menoleransi soal itu. Hal seperti ini adalah ilegal baik itu di Norwegia maupun di Inggris,” kata Erik.

Wajah Ole nampak pada pojok kiri harian London Evening Standard. “Theresa, saatnya kita mencoba mode Norwegia” menjadi caption yang disertai probabilitas peluang Ole untuk ditunjuk sebagai manajer permanen. Mereka mengundang para penggemar judi untuk ikut mempertaruhkan uangnya dalam taruhan tersebut.

Paddy Power dan Kisah Uniknya

Bukan kali ini saja Paddy Power kerap mencari masalah dengan Manchester United. Bulan lalu, mereka memakai Rhodri Giggs sebagai bintang iklan dari program loyalty bonus yang mereka buat. Kata loyalty, yang bermakna kesetiaan, memang memiliki keterkaitan dengan kehidupan Rhodri. Kakaknya yang merupakan legenda Manchester United, Ryan Giggs, pernah menjali hubungan perselingkuhan dengan istri Rhodri selama delapan tahun.

Lima tahun sebelumnya, Paddy Power pernah memberikan hadiah kepada Manchester United berupa patung Sir Alex Ferguson yang ditempatkan pada kotak kaca. Patung tersebut ditempatkan di luar stadion Old Trafford dengan menyertakan tulisan ‘dalam keadaan darurat, pecahkan kaca’. Mereka melakukan ini untuk mengejek United yang lebih sering kalah ketika ditangani oleh mantan pelatih Everton tersebut.

Paddy Power adalah rumah judi terkenal Irlandia yang didirikan oleh tiga orang yaitu David Power, John Corcoran, dan Stewart Kenny. Rumah judi ini cukup laris dalam meraup keuntungan. Pada Piala Dunia 2010 misalnya, mereka mendapatkan keuntungan hingga 80 juta Euro. Namun yang membuat nama Paddy Power melejit adalah tingkah mereka yang cukup nyeleneh dalam mempromosikan brand-nya.

Jauh sebelum olok-olok kepada Ryan Giggs dan David Moyes, nama Paddy Power sudah mencuri perhatian akibat perayaan gol Nicklas Bendtner dalam pertandingan Euro 2012 antara Denmark melawan Portugal. Pemain Arsenal ini saat itu menunjukkan celana dalamnya yang disponsori oleh mereka.

Pada 2014, mereka pernah membawa patung David Moyes untuk dipajang di depan Stadion Anfield jelang pertandingan Liverpool melawan Chelsea. Mereka melakukan ini untuk menghibur pendukung The Reds yang sedang bergembira melihat kejatuhan Manchester United bersama Moyes. Patung ini justru menjadi mimpi buruk karena Liverpool kalah 2-0 dan gagal menjadi juara liga.

Beberapa bulan kemudian, mereka menjadikan Luis Suarez sebagai bintang iklan produk pelindung mulut. Mereka memanfaatkan momentum dari insiden gigitan Luis Suarez kepada Giorgio Chiellini pada Piala Dunia 2014. Paddy harus mengeluarkan 1 juta Euro untuk bisa bekerjasama dengan El Pistolero.

Masih pada ajang yang sama, mereka bahkan meminta fisikawan legendaris, Stephen Hawking, untuk meramal nasib tim nasional Inggris pada Piala Dunia 2014. Sebuah kegiatan promosi yang cukup aneh mengingat Hawking tidak terlalu menyukai sepakbola. Hawking meramalkan Tiga Singa tidak memiliki peluang lolos ke babak selanjutnya. Sebuah ramalan yang kemudian menjadi kenyataan.

Comments