OUR NETWORK

Jose Mourinho yang Seharusnya Tidak Menjadi Manajer Manchester United

Saat ini, Manchester United sedang mengalami puncak kebahagiaan setelah meraih 10 kemenangan dari 11 pertandingan. Namun, meski sudah bukan lagi diasuh Jose Mourinho, kritikan-kritikan yang datang tetap bermunculan, khususnya mengenai masalah kepantasan Mourinho dalam melatih pasukan Setan Merah.

Bahkan, menurut Jack Pitt-Brooke, Jose Mourinho seharusnya tidak pernah ditunjuk sebagai manajer Manchester United. Meskipun sebenarnya, tanggapan ini dibantah oleh sesama panelis dalam acara Sunday Suplemen, Neil Custis. Yang jelas, pendapat dan kritik mengenai pelatih asal Portugal itu tetap ada kendati ia sudah meninggalkan Old Trafford pada Desember lalu.

Di sisi lain, pemain-pemain seperti Paul Pogba, Marcus Rashford dan Anthony Martial, terlihat lebih ciamik di bawah asuhan manajer sementara Ole Gunnar Solskjaer. Padahal sebelumnya, mereka semua tampak tak tampil maksimal di bawah asuhan Jose Mourinho. Menyikapi hal tersebut, Pitt-Brooke pun percaya bahwa hal itu menunjukkan betapa salahnya United dalam menunjuk Mourinho sebagai manajer mereka.

“Keberhasilan Solskjaer selama beberapa minggu terakhir ini adalah hal yang tidak bisa dilakukan Jose di musim ini. Dan selama dua musim di bawah asuhannya, juga tidak sebaik yang dilakukan Solskjaer saat ini. United bermain sangat baik sekarang. Pogba, Martial, dan Rashford sangat bagus sehingga itu membuktikan bahwa Mourinho seharusnya tidak pernah ditunjuk sebagai manajer United sejak awal,” tutur Pitt-Brooke dilansir dari Sky Sports.

“Ketika Anda membangun skuad dengan beberapa pemain paling berbakat di Eropa, tapi Anda malah menunjuk seseorang yang tidak benar-benar tertarik untuk mendapatkan yang terbaik dari mereka, itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap para pemain tersbeut. Padahal mereka bisa memberikan yang terbaik jika manajer tau apa yang mereka punya.”

“Dia sangat menyia-nyiakan potensi para pemain itu sehingga mereka hanya bisa memenangkan Europa League atau Piala Liga. Tapi itu tidak menebus apapun. Mereka merasa terbebani selama dua setengah tahun Jose di United. Sulit untuk berpikir bahwa United telah menunjuk seseorang yang tepat untuk mendapatkan yang terbaik dari Pogba, Martial dan Rashford pada 2016. Karena kenyataannya mereka justru berada di bawah kemampuan aslinya.”

Kepala koresponden The Telegraph, Jason Burt, juga setuju dengan apa yang dipaparkan Jack Pitt Brooke. Ia bahkan menambahkan bahwa penunjukkan Jose Mourihno di United merupakan hal yang buruk, karena situasi dan waktu penunjukkannya tidak tepat. Menurutnya, United saat itu (pada 2016) sedang berada dalam situasi yang sulit setelah kehilangan jati diri permainannya, dan mereka seharusnya menunjuk orang yang pas dalam mengasuh tim utamanya.

“Saya pikir penunjukan Mourinho adalah penunjukan yang buruk. Karena United menunjuknya di waktu yang salah, dan juga mereka menunjuk orang yang salah setelah mereka kehilangan jati diri mereka. Saya pikir ada beberapa kesalahan besar yang dibuat dalam penunjukan itu, saya pikir United telah salah dalam menilai ‘siapa yang tepat dalam mengembalikan identitas mereka’,” pungkas Jason Burt.

“Mereka (United) hanya membuang-buang waktu. Saya tahu mereka memenangkan trofi di bawah Mourinho, tapi saya merasa itu tidak berarti apa-apa. Dengan uang yang dihabiskan, Mourinho tidak bisa menemukan titik temu untuk merealisasikan harapan United. Tapi, yang jelas, saya pikir kondisi mereka sekarang lebih baik dari sebelumnya, dan mereka telah menemukan kembali jati diri mereka.”

Kendati begitu, pendapat dan kritikan Jack Pitt-Brooke dan Jason Burt ini tidak sepenuhnya disepakati oleh salah satu penulis The Sun, Neil Custis. Ia justru menunjukkan bahwa Mourinho sebenarnya telah berhasil mencapai apa yang menjadi tujuan United selama ini.

“Saya pikir dia (Mourinho) telah membawa Manchester United meraih tujuannya. Dia sangat relevan dalam hal memenangkan trofi.  Dia melakukannya dengan caranya, dan dia mencapai semua itu. Ya, permainan Mourinho memang tidak semenarik Solskjaer, saya setuju dengan itu, akan tetapi dia masih mencapai hal-hal baik dalam dua musimnya, dan itu membuat United menjadi sedikit relevan,” ungkap Neils Curtis.

“Pogba tidak seburuk itu di bawah Mourinho di musim pertamanya. Selama kompetisi Europa League berjalan, dia (Pogba) sangat berkontribusi. Dan dia juga membawa United memenangkan final. Saya pikir, situasi Mourinho pada beberapa bulan terakhirnya dari musim panas hingga Solskjaer ditunjuk, terasa sedikit tidak adil. Untuk finis kedua di liga pada musim lalu di belakang Manchester City, berada di atas Liverpool dan Tottenham, saya pikir dia (Mourinho) masih layak mendapat pujian.”

 

Sumber: Sky Sports

Comments