OUR NETWORK

Donny Van de Beek adalah Korban Ketidakadilan Manchester United

Ketika Donny van de Beek menandatangani kontrak di Manchester United pada September 2020, ia sempat dielu-elukan akan menjadi pemain terbaik di lini tengah. Waktu itu, spekulasi bahwa ia bakal menjadi pemain yang gagal belum terlintas dalam pikiran siapa pun.

Dengan waktu yang kurang dari seminggu dari jendela transfer Januari 2022, pemain asal Belanda itu sedang dirumorkan akan meninggalkan United. Klub papan tengah Premier League Crystal Palace adalah peminat yang serius, dan mereka ingin merekrutnya di awal tahun ini dengan status pinjaman.

Kalau mau berterus terang, karier Van de Beek di United benar-benar sebuah bencana. Ia datang dengan biaya sebesar 40 juta paun. Ia datang sebagai gelandang serba bisa yang diharapkan menjadi pemain terbaik di Old Trafford. Bahkan ia merupakan pemain yang berada dalam rencana jangka panjang mantan manajer Ole Gunnar Solskjaer waktu itu.

Namun setelah lebih dari satu tahun, karier Van de Beek di United dianggap telah mencapai batas. Solskjaer juga telah dipecat dan kondisi pemain asal Belanda itu masih belum jelas. Sejauh ini tidak ada tanda-tanda baik yang menunjukkan perubahan pada nasibnya di bawah Ralf Rangnick.

Van de Beek sendiri tampil hanya lima dari 10 pertandingan pembukaan Rangnick sebagai manajer sementara United. Parahnya, ia belum masuk sebagai starter di pertandingan Premier League sejak bulan Mei tahun lalu. Itu cukup menunjukkan betapa sulitnya situasi sang gelandang. Padahal ia diharapkan mampu meramaikan sepakbola Inggris sama seperti ketika ia masih di Eredivisie.

Dengan nasibnya yang seperti ini, agaknya United harus menyambut minat dari klub lain yang tertarik untuk merekrut Van de Beek dengan status pinjaman di sisa musim ini. Keputusan ini bisa jadi jalan keluar yang paling terbaik, meskipun mungkin terdengar sedikit tidak sinkron mengingat ia hampir tidak bermain reguler di lini tengah.

Hanya saja masalahnya, dengan kepergian Van de Beek, United akan mendapatkan risiko yang cukup besar. Itu karena keadaan pos lini tengah pasukan Setan Merah berada dalam keadaan krisis. Terutama jika ada yang absen. Kecil kemungkinan bagi mereka untuk merekrut seorang gelandang baru sampai sebelum batas waktu transfer pada hari Senin pukul 11 ​​malam.

Skenario inilah yang akan membuat United berada dalam posisi yang sedikit rentan. Sementara semua orang tahu dan menghargai betapa putus asanya Van de Beek. Maka meninggalkan United demi mengejar waktu bermain reguler adalah hal terbaik untuknya. Meskipun itu tidak terlalu baik bagi situasi lini tengah United.

Van de Beek juga selama ini memang dinilai seperti pemain yang terabaikan. Bayangkan saja, ketika Scott McTominay diskors saat United pergi kandang Aston Villa, eks pemain Ajax itu tidak dimainkan. Rangnick justru lebih memilih Nemanja Matic sebagai opsi pengganti McTominay.

Maka bukankah bisa dibilang bahwa kesempatan Van de Beek di Old Trafford telah mencapai batasnya?

Ada satu fakta bahwa para suporter United selalu mendukung Van de Beek dan terus meneriakkan namanya bahkan ketika ia tidak berada di lapangan. Para suporter itu juga berbicara banyak tentang apa yang mereka pikirkan tentang sang pemain. Namun, United tidak berpikir demikian, dan mereka lebih memilih meredam kekaguman tersebut dengan tidak menonjolkannya di tim.

Setan Merah memang memiliki reputasi sering menimbun para oemainnya, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Di musim ini saja mereka melakukannya pada pemain seperti Juan Mata, Jesse Lingard dan Anthony Martial (sampai ia dipinjamkan ke Sevilla). Mereka bertiga juga telah menjadi korban malang yang nasibnya mirip seperti Van de Beek.

Pada akhirnya harus diauki bahwa Manchester United telah gagal menawarkan apa yang mereka janjikan kepada para pemainnya itu, khususnya Van de Beek. Itu berarti mau tidak mau, mereka tidak boleh lagi menolak kesempatan si pemain untuk dipinjamkan. Karena sebelumya mereka juga pernah menggagalkan kepindahan Van de Beek ke Everton pada musim panas lalu.

Solskjaer memblokir langkah itu, padahal ia jarang memainkannya. Dan kalau dilihat hasilnya saat ini, keputusan itu adalah keputusan yang sia-sia. Van de Beek hampir tidak bermain di musim ini. Oleh sebab itu, sekali lagi, United tidak boleh mencegah Van de Beek untuk memperbaiki kariernya setelah mereka selalu gagal memberinya kesempatan.

Comments

Loading...