OUR NETWORK

Cerita Solskjaer Tentang Cardiff, DNA United, dan Alasan Tidak Mau Dipanggil Bos

Beberapa waktu lalu, salah satu jurnalis Sky Sports, Adam Bate, mendapat kesempatan untuk mewawancarai Ole Gunnar Solskjaer. Bisa dikatakan inilah pertama kalinya Ole menjalani wawancara yang sangat mendalam setelah ditunjuk sebagai pengganti Jose Mourinho pada pertengahan Desember lalu.

Dalam wawancaranya tersebut, Ole mengomentari beberapa hal yang pernah ia alami di dunia kepelatihan. Seperti kesalahannya ketika mencicipi pekerjaan di Cardiff, kesuksesannya mengembalikan United menjadi tim yang jauh lebih ofensif, hingga komentarnya mengenai keempat rekan yang membantunya dari pinggir lapangan.

Pelajaran dari Cardiff

“Secara jujur, itu bukan keputusan yang tepat. Tapi kamu harus terus hidup dan terus belajar. United adalah klub yang benar-benar berbeda dan situasi yang harus dihadapi. Saya tahu budaya dan identitas klub ini begitu juga gaya bermain. United lebih cocok bagi saya daripada klub yang sebelumnya berjuang di bawah klasemen. Saya belum siap untuk bertarung saat itu. Saya tidak siap untuk menangani tim Liga Primer pada saat itu.”

“Keyakinan saya adalah mempercayai pemain dan mempercayai mereka untuk bermain dengan cara yang benar. Untuk mencoba mendominasi tim, mencoba memenangkan pertandingan dengan cara yang benar. Bermain dengan cara yang seperti Manchester United lakukan. Saya harus membalikkan mentalitas yang pernah saya lakukan dari berjuang bersama tim yang mengalami degradasi ke tim yang berbeda.”

Identitas United

“Sejak 2007, saya sudah menyaksikan sebagian besar pertandingan dan tentu saja, saya memiliki pendapat saya tentang apa yang terjadi dengan benar dan apa yang salah. Itulah yang Anda lakukan sebagai pendukung United. Jadi saya merasa kalau saat ini saya lebih siap untuk menerima tantangan ini. Lebih mudah di sini karena saya tahu apa DNA dan identitas United dan seperti apa pemain Manchester United itu.”

“Identitas yang dimaksud adalah identitas pemenang. Percaya diri. Ingin mengambil risiko. Ingin mengejar gol kedua, ketiga, keempat karena seperti itulah yang Manchester United lakukan. Jika Anda tidak bisa mengatasinya, maka Anda sedang berada di klub yang salah.”

Para Penolong

“Itu adalah kesalahan saya di Cardiff dengan tidak melakukan perombakan. Saya ingin langsung masuk saja ke cara saya. Jadi, Mick (Phelan), saya, dan Demps (Mark Dempsey) telah masuk dan kami tidak ingin terlalu mengubah terlalu banyak karena perubahan yang dilakukan terlalu banyak bisa sangat membahayakan.”

“Saya juga bersama Kieran (McKeena) dan Michael (Carrick). Dua-duanya adalah orang hebat. Mereka sebelumnya sudah bekerja di sini jadi mereka, begitu juga Emilio (Alvarez) adalah orang-orang yang penting karena mereka tahu apa yang sudah mereka lakukan.”

“Saya tahu kalau semua orang di sini punya kekuatan dan kualitas yang berbeda-beda. Dengan Kieran dan Michael, mereka harus bisa memberikan yang terbaik dan mereka adalah pelatih yang fantastis. Staf analisi juga hebat. Semuanya ada di tempat yang tepat untuk menjadi sukses dan saya bisa mempercayai mereka semua.”

Pemain Khusus

“Tidak ada pemain khusus. Saya hanya suka pemain sepakbola yang mau terus meningkat. Saya suka berbicara kepada mereka dan mereka mau membantu saya. Itulah pembinaan yang sebenarnya. Ini tentang peningkatan pemain.”

“Saya suka jika saya satu-satu menghadapi pemain, tapi ingat kalau klub ini diisi oleh staf yang besar. Ada Kieran, Michael, Mick, Emilio, tentu saja saya harus memberi mereka kepercayaan dan tanggung jawab. Contohnya, saya tidak bisa menyampaikan hal-hal terlalu banyak soal kiper kepada David De Gea karena Emilio tahu lebih banyak. Kami memiliki pemain berbeda yang bisa kami ajak bicara.

“Saya dan Mick (Phelan) datang untuk membawa kepercayaan kepada para pemain bahwa kami mempercayai mereka. Mereka semua ada di sini karena istimewa. Manchester United tidak pernah merekrut pemain jika mereka tidak punya faktor X, namun kita juga tidak boleh lupa hanya pemain-pemain istimewa yang bisa mengenakan lencana ini.”

“Jadi kami berbicara kepada mereka dan mendorong mereka secara individu tetapi memberikan kepercayaan diri kepada pemain dengan berbicara kepada mereka adalah satu hal yang berbeda. Dan mereka telah melakukannya sendiri.”

Kembalinya Counter Attack

“Cara kami bermain dengan kecepatan dan kekuatan. Kami seharusnya tidak pernah melupakan sejarah serangan balik kami, meskipun kami ingin menjadi tim yang dominan. Jika tim turun terlalu jauh, maka kami harus bermain bertahan untuk memenangkan bola untuk melakukan serangan balik dengan cepat.”

Jangan Panggil Saya Bos

“Nilai klub ini adalah kekeluargaan. Saling peduli satu sama lain dan saling menolong. Saya bertemu dengan Kath, resepsionis Carrington, dialah orang pertama yang saya lihat. Kemudian saya bertemu dengan orang-orang yang masih bekerja sejak saya menjadi pemain. Lalu mereka memanggil saya ‘bos’. Saya bilang ke mereka kalau nama saya Ole jadi panggil saya Ole. Kami bekerja bersama dan sudah tahu satu sama lain jadi jangan panggil saya bos.”

Comments