OUR NETWORK

Cerita Daniel James dan Mendiang Ayahnya

Winger baru Manchester United, Daniel James, sedikit bercerita tentang perjalanan kariernya sejak kecil, yang terus terkenang dalam benaknya. Layaknya seorang pesepakbola pada umumnya, James juga mengalami sebuah proses yang membuatnya terus berkembang hingga sekarang, dan hal semacam ini merupakan kunci untuk kesuksesan kariernya di masa depan.

Terlepas dari itu, James sendiri tampil mengesankan dalam tiga penampilan pertamanya di tur pra musim United. Ia bermain apik dengan kontribusinya di posisi sayap, yang juga berhasil membuat pertahanan Perth Glory, Leeds dan bahkan Inter kelabakan dibuatnya. Maka tak ayal jika penampilannya itu pun sangat dipuji oleh para suporter Setan Merah.

Namun, bentuk penampilannya itu tidak lepas dari sebuah proses yang memang sudah Daniel James rasakan sejak lama. Dilansir dari MEN Sports, mantan pemain Swansea City ini mengakui bahwa semua hal yang ia alami (dalam sepakbola) adalah berkat jasa berharga yang dihadirkan dari mendiang ayahnya. Baginya, sang almarhum ayah adalah sosok yang telah membuatnya bisa sampai ke Old Trafford.

Selain itu, James mengungkapkan jika peran dari sang ayah adalah “jalan” terbaik yang sampai bisa mengantarkannya direkrut oleh Ole Gunnar Solskjaer sebagai pemain baru pertama United di musim panas ini dengan nilai sebesar 15 juta paun dari Swansea City. Bagi James, ayah adalah sosok yang benar-benar berjasa bagi kariernya.

Meskipun, langkah impian pemain berusia 21 tahun itu di Old Trafford, harus diterima dengan situasi yang sulit. Ya, ternyata, sang ayah, Kevan, meninggal tepat hanya dua minggu sebelum ia pindah ke United. Almarhum ayahnya itu wafat pada usia genap 60 tahun. Menyikapi hal ini, James mengatakan bahwa ia sangat merindukan sosok ayahnya, yang telah tiada di saat kariernya mulai menemukan cerita baru.

“Setiap hari, saya merindukannya. Dia selalu mendorong saya ketika dia ada di sini, dan saya tahu dia sedang memandang saya dengan tatapan yang gembira di alam sana. Saya merasa ayah saya masih mendorong saya untuk terus bangkit, walau dia sudah tidak ada. Ada saat-saat ketika saya sedikit sedih tentang hal itu, akan tetapi, apa yang dia katakan adalah membuat saya terus bermain dan bekerja keras,” tutur Daniel James.

“Saya tinggal bersama pacar saya di Manchester, dan ini sangat bagus. Karena saya masih mendapat dukungan spesial dari orang terdekat. Dukungan yang saya dapatkan ini juga datang dari klub, dan semua orang di sekitar saya. Rasanya betul-betul sangat luar biasa.”

Manchester United sendiri telah berhasil memulai tiga laga pra musimnya dengan cemerlang dengan meraih tiga kemenangan sekaligus dan mencetak tujuh gol serta tiga cleansheet. Bahkan, Daniel James pun sempat dinobatkan sebagai man-of-the-match dalam debutnya kala United menang 2-0 atas Perth Glory. Ia juga memainkan peran kunci dalam kemenangan atas Leeds United dan Inter Milan.

“Saya mendapat hasil yang bagus dari permainan saya. Saya bermain bersama tim yang hebat dan mendominasi permainan di tiga pertandingan pra musim. Kami menunjukkan apa yang telah kami kerjakan selama 10 hingga 14 hari terakhir. Tekanan tinggi, penguasaan bola, dan memenangkan bola kembali secepat mungkin,” ungkap James.

“Sangat menyenangkan bermain di klub ini, akan tetapi, ada tiga pertandingan berat yang menunggu kami di awal musim. Para pemain yang tampil di sini bermain dengan sangat baik, seperti yang Anda lihat, Mason Greenwood misalnya, dia berhasil mencetak gol di dua pertandingan terakhir. Ini bagus, jadi, saya harus terus bermain dan bekerja keras sebagai sebuah bagian dari tim.”

“Yang jelas, ini adalah mimpi masa kecil saya untuk bisa bermain untuk Manchester United. Datang ke sini, terasa sedikit tidak nyata. Anda bisa melihat jumlah penggemar yang luar biasa di luar sana, dan seberapa jauh jarak yang mereka tempuh demi melihat tim ini (United). Ya, saya benar-benar butuh sedikit waktu untuk membiasakan diri merasakan itu semua.”

 

Sumber: Manchester Evening News

Comments

Loading...