OUR NETWORK

Bulan Maut, Lini Belakang Semrawut

Kemenangan tipis atas Villarreal 2-1 tengah pekan lalu memang cukup melegakan bagi Manchester United. Meski begitu, kemenangan tersebut tetap meninggalkan sedikit kekhawatiran yang bisa mengganggu langkah mereka ketika memasuki tur maut pada Oktober ini.

Manchester United akhirnya bisa bernapas lega. Kekalahan memalukan dari Aston Villa di kandang sendiri berhasil ditutupi dengan kemenangan tipis atas Villarreal pada Liga Champions Eropa di tempat yang sama. Meski harus menunggu hingga detik-detik terakhir, tp kemenangan tetaplah kemenangan yang begitu nikmat untuk dirasakan.

Ada dua pahlawan yang mendapat sorotan besar pada malam itu. Yang pertama sudah pasti Cristiano Ronaldo. Karena golnya United bisa pulang dengan tiga poin. Selain itu, pahlawan lain adalah David De Gea. Kiper yang rajin mengucapkan “Vamos” tersebut tampak sudah balik ke penampilan aslinya. Enam penyelamatan ia buat yang semuanya dilakukan di dalam kotak penalti.

Keberadaan CR7 tentu menjadi sebuah keuntungan. Ketajamannya benar-benar membantu Setan Merah. Lima gol dari lima pertandingan membuktikan kalau dia belum habis. Beberapa kali golnya juga menjadi penyelamat termasuk kemarin.

Kembalinya De Gea juga menjadi nilai lebih dari perjalanan United musim ini. Aksi jatuh bangunnya sudah muncul sejak laga pertama melawan Leeds. Meski begitu, atraksi eks Atletico ini juga menimbulkan kekhawatiran.

Aksi De Gea mungkin memukau mata. Akan tetapi, hal itu tidak menutup fakta kalau United masih gampang diserang lawan. Laga melawan Villarreal adalah bukti kalau lini belakang United memang belum bagus-bagus amat meski kedatangan Raphael Varane. 15 kali mendapat ancaman dengan tujuh tendangan ke arah gawang yang satu diantaranya berbuah gol.

Suporter bisa saja beralasan kalau yang bermain kemarin adalah pemain pelapis seperti Lindelof, Dalot, dan Telles. Akan tetapi, pemain yang disebut pelapis ini akan menjadi tumpuan di belakang ketika United memasuki tur maut bulan Oktober ini. Konsistensi mereka diharapkan bisa melindungi De Gea dari ancaman.

Bulan ini, United akan melawan lawan-lawan tangguh seperti Liverpool, Leicester, dan Tottenham Hotspur. Di sisi lain, lini belakang United kehilangan Harry Maguire dan Luke Shaw. Ditambah Aaron Wan-Bissaka pada ajang Liga Champions.

Kehilangan Luke Shaw tampaknya akan menjadi masalah besar bagi United. Sisi kiri adalah wilayah United dalam menyusun serangan ke gawang lawan. Ketika melawan Villarreal, kekosongan ini diisi oleh Telles. Pemain Brasil ini memang mencetak gol, namun sepanjang laga ia tidak leluasa untuk meneror pertahanan mereka.

Ketika melawan Villa, kekosongan Shaw diisi oleh Dalot. Sayangnya, pemain yang juga direkrut dari Porto ini tidak bisa berbuat banyak. Hal serupa juga terjadi ketika dia mengisi peran Wan-Bissaka di sisi kanan ketika melawan Villarreal. Dalot diteror beberapa kali oleh Arnaut Danjuma. Inilah yang memaksa De Gea berjibaku pada babak pertama.

Dalot juga beberapa kali justru masuk ke dalam dan tidak cepat-cepat kembali ke belakang saat United mendapat serangan balik. Hal ini tentu tidak boleh dilakukan untuk seorang pemain yang berposisi bek sayap. Tanggung jawab yang kurang dari Dalot inilah yang membuatnya tidak bisa mendapat tempat. Namun dengan hilangnya Wan Bissaka untuk laga melawan Atalanta, mau tidak mau dia harus memperbaiki kekurangannya dengan cepat.

Lini belakang United di era Ole memang tidak kekurangan kualitas dari segi nama. Mereka punya pemain terbaik Inggris, kapten timnas Swedia, juara Piala Dunia, hingga bek sayap dengan permainan yang apik di klub sebelumnya. Yang menjadi masalah hanyalah sistem yang belum padu. Transisi mereka dari menyerang ke bertahan masih sangat buruk yang membuat mereka rentan kebobolan.

Dari enam laga yang sudah dijalani, baru satu kali mereka membuat clean sheet. Inilah yang kudu diperbaiki oleh Ole. Meski ia mengungkapkan kalau dirinya lebih senang menang dengan banyak gol meski kebobolan, namun di sisi lain Ole juga harus melihat kalau barisan belakangnya memang belum padu. Bukankah sang guru pernah berkata kalau “Attack wins you games, defence wins you titles.”

Comments

Loading...