Seorang pemain muda yang tidak disebutkan namanya membocorkan beberapa rahasia soal apa yang terjadi di era kepelatihan Jose Mourinho, Paul Pogba yang tidak seperti dibayangkan banyak orang, dan perekrutan Fred yang menjadi salah satu transfer terburuk Premier League musim lalu.

***

Manchester United saat ini sedang berada dalam optimisme yang cukup tinggi. Empat pertandingan pra-musim, semuanya diakhiri dengan kemenangan. Raut wajah sumringah pun terpancar dari Ole Gunnar Solskjaer setiap kali dia berbicara di depan media terkait peningkatan yang dialami anak-anak asuhnya tersebut.

Hal ini sudah pasti berbeda jika dibandingkan musim lalu. Pra-musim berantakan, perekrutan pemain yang sulit terealisasi, serta keluhan demi keluhan yang terus muncul dari mulut Jose Mourinho. Salah satu kutipannya yang terkenal saat itu adalah ketika dia mengeluhkan kondisi timnya yang pincang karena tidak memiliki striker murni di lini depan.

“Kami tidak punya winger, tidak punya striker. Hanya ada Sanchez yang ada di sini, dan dia berusaha sebaik mungkin dengan rasa frustrasi. Ini bukan tim kami, dan ini bukan pasukan kami,” ujarnya.

Mourinho pun dipecat pada pertengahan Desember 2018. United tidak berjodoh layaknya Chelsea, FC Porto, atau bahkan Inter Milan. Jika disana, ia selalu memberikan prestasi, maka kariernya di United lebih banyak diisi dengan perselisihan. Berselisih dengan Ed Woodward, MUTV, dan yang paling fenomenal adalah isu pertengkaran dengan Paul Pogba yang katanya menjadi salah satu faktor dipecatnya Mourinho.

Seorang pemain muda, yang tidak ingin disebutkan namanya, bercerita kepada Jordan Clarke, seorang penulis dari allaboutUnited tentang situasi klub ketika dilatih oleh Mourinho. Apa yang terjadi setelah Mourinho dipecat? serta bagaimana Mourinho menangani pemain muda, semua ia coba beberkan kepada Clark.

“Meski telah mengikuti 15 kali sesi latihan bersama Mourinho, dia tidak pernah mengatakan sepatah kata pun kepada saya. Saya lebih mendengarkan Kieran McKeena dan Michael Carrick. Mourinho jarang bicara. Kami juga dipanggil dengan sebutan “kid” dan bukan nama asli kami yang bagi kami, hal itu (tidak memanggil nama) adalah sebuah sikap merendahkan,” tuturnya.

“Mourinho ingin semua pemain muda terpisah dari para pemain tim utama, tetapi orang-orang di atasnya (manajemen) menolak. Para pemain muda tidak diizinkan berada di kolam renang atau tempat mandi es jika pemain tim utama ada di sana.”

“Selama jeda internasional, ketika para pemain yang tidak dipanggil negaranya masih berlatih di klub, Mourinho lebih memilih untuk berlibur dan para pemain akan berlatih bersama kami (pemain muda). Dia akan selalu pergi berlibur. Ada 8-10 pemain macam Herrera, Mata, Shaw, Smalling, Martial. Mereka semua pemain paling profesional, khususnya Herrera. Dia adalah yang paling profesional di klub.”

Pogba Bukan Virus

Kekalahan melawan Liverpool mengakhiri karier Mourinho di United. Tiga gelar menjadi torehannya. Dia pergi meninggalkan tanda tanya besar, apakah benar Mourinho keluar karena Pogba yang tidak suka kepadanya? Menurut pemain muda ini, sebenarnya banyak pemain yang tidak suka dengan The Special One. Akan tetapi, Pogba tidak termasuk dalam kategori itu.

“Banyak pemain senior yang tidak suka dengan Mourinho. Ketika ia dipecat, beberapa dari pemain senior itu melompat-lompat kegirangan dan tertawa setelah dia dipecat. Suasana tempat latihan langsung berubah secara instan, meski tidak ada yang menyangka kalau dia dipecat,” tuturnya.

“Pogba bukan orang yang bahagia ketika Mourinho dipecat. Para pemain yang bahagia setelah Mourinho dipecat? Anthony Martial salah satunya. Saya tidak berpikir kalau Pogba dan Mourinho berseteru. Pogba hanya kesal karena cara timnya bermain dan hasil akhirnya. Narasi kalau Pogba adalah pemain yang buruk adalah narasi yang tidak benar karena semua orang sangat menyukainya.”

“Dia orang yang suka berbicara kepada semuanya, tidak peduli siapa Anda. Pemain muad, staf kebersihan, semuanya dekat dengan Pogba. Dalam sesi latihan, dia akan selalu mengatakan ‘jika kamu tidak tahu harus berbuat apa, berikan bolanya kepada saya’.”

“Tidak ada satu kata buruk tentang Pogba. Koki, pelatih, dan staf lainnya, semua senang dengan Pogba. Dia adalah orang yang sempurna untuk klub. Semua orang terkesan dengan apa yang ia lakukan untuk badan amal United. Dia akan selalu bekerja lebih keras dibanding pemain lain.”

Fred adalah Rekomendasi Kieran McKenna

Dua musim lalu, Mourinho mengangkat Kieran McKenna sebagai asistennya. Peran ini kemudian berlanjut meski kursi manajer berpindah ke tangan Ole Gunnar Solskjaer. Pemain muda ini menuturkan bagaimana McKenna punya pengaruh yang besar kepada permainan United. Tidak hanya taktik, melainkan terkait pergerakan klub di lantai bursa juga sempat dipengaruhi oleh pelatih muda ini.

“Anda akan terkejut melihat pengaruhnya. Pola permainannya sangat spesifik, tetapi tim utama tidak punya pemain yang bisa mengakomodasi skema permainannya. Sistemnya bergantung pada dua bek sayap dinamis, bek tengah yang bisa memegang bola, pivot yang bisa melindungi keempat bek sambil bermain umpan cepat untuk memulai serangan, pemain sayap yang menekan dan mau turun ke lini belakang untuk membantu pertahanan. Skema-skema ini yang membuat Lukaku tidak cocok dan ingin pergi.”

“Sosok Kieran punya obsesi terhadap detail. Pada Februari 2018, ketika tim U18 bermain melawan Manchester City, Kieran melakukan sesi analisis kinerja tentang cara menekan mereka dan dia menggunakan Shakhtar Donetsk sebagai contoh. Selama analisisnya, dia menunjuk gelandang kecil bernama Fred dan berkata kalau tim top mana pun harus mendapatkan dia (Fred).” Sejak saat itu, United merekrut Fred dan mengalahkan City yang juga menginginkan sosok serupa. Ada andil kalau pembelian Fred didasarkan karena rekomendasi dari seorang McKenna.

***

Komentar ini terbilang sungguh mengejutkan mengingat ia membeberkan hal-hal yang sebenarnya privasi alias bersifat rahasia. Apalagi, pemain muda yang dimaksud belum atau bahkan tidak akan pernah diketahui identitasnya.

Satu hal yang patut dicermati, ungkapan si pemain ini lebih bersifat subjektif alias dari pandangan si pemain itu sendiri, mengingat Jose Mourinho juga punya alasan mengapa ia tidak menyukai Pogba dan alasan yang membuatnya sempat berseteru dengan MUTV.