Foto: Mirror Football

Ralf Rangnick sejauh ini terlihat telah memperkuat kembali hal-hal yang lemah di Manchester United selama waktunya yang masih terbilang singkat. Namun kendati begitu, pastinya tetap saja akan ada perubahan mendalam yang akan dilakukan Rangnick. Salah satunya dengan membuat rencana transfer jangka panjang.

Setelah musim lalu keluar sebagai runner-up Premier League dan finalis Europa League, United sudah memiliki komitmen yang jelas dalam persoalan transfer. Mereka mengeluarkan usaha yang maksimal dalam mendatangkan Jadon Sancho, Raphael Varane dan Cristiano Ronaldo.

Dengan pergerakan baik di transfer musim panas lalu itu, seharusnya United bisa bangkit. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Ole Gunnar Solskjaer menerima banyak tekanan besar, ia tak mampu menopang ekspektasi, dan kemudian dipecat di bulan November. Di sinilah peran Rangnick. Ia dilantik sebagai manajer sementara sampai enam bulan ke depan, dan ia diplot harus mampu melanjutkan tren transfer baik yang dilakukan Solskjaer.

Salah satu yang berpikiran seperti itu adalah eks kapten United Gary Neville. Ia tidak mengesampingkan kemungkinan kalau Setan Merah akan kembali melakukan transfer pemain. Meskipun memang Rangnick nantinya bakal berperan sebagai penasihat klub di musim panas tahun depan.

Manchester United sudah dipastikan tidak akan mempermanenkan Rangnick, dan mereka bakal mencari pengganti manajer utama untuk Solskjaer. Banyak spekulasi tentang siapa yang cocok mengisi tempat tersebut. Mauricio Pochettino adalah salah satu yang dianggap sebagai favorit terdepan saat ini.

Terlepas dari semua itu, jendela transfer Januari akan menjadi satu-satunya waktu yang akan dimanfaatkan Rangnick sebagai manajer sementara. Mengingat bagaimana kinerja United musim ini, ada seruan kuat bagi raksasa Old Trafford tersebut untuk memperkuat posisi gelandang tengah yang saat ini masih bermasalah.

Ada alasan mengapa Rangnick perlu untuk memfokuskan hal itu. Utamanya supaya ia dapat segera merekrut gelandang incaran United yakni Declan Rice. Meskipun perekrutannya itu kemungkinan akan lebih pas terjadi di musim panas nanti.

Bahkan ada yang memprediksi kalau opsi perekrutan Rice akan dikecualikan jika ada gelandang yang harganya jauh lebih murah. Jadi apakah Rangnick dan United akan memilih mencari gelandang baru di bursa transfer Januari atau pada musim panas nanti? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Faktor-faktor lain mungkin dapat mengubah sikap Rangnick selama dua minggu ke depan. Ditambah lagi klub-klub elit di Eropa sudah bersiap untuk turun ke pasar transfer di musim dingin. Meski tidak akan seheboh musim panas, namun musim dingin juga kerap memberikan banyak kejutan.

Sudah saatnya United meninggalkan trek rekor buruk. Mereka juga harus bersaing di bursa transfer musim dingin. Karena sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson, secara akumulasi, rekor transfer United sangatlah mengecewakan. Uang banyak yang keluar, tapi prestasi tidak juga kunjung hadir. Oleh karena itu, emperbaiki hal ini bisa dimulai dari bulan Januari 2022.

Dalam menyusun rencana untuk melampaui City, Liverpool dan Chelsea, United juga harus membutuhkan modal yang terbaik. Jika United tidak bisa lihai pada bursa transfer bulan depan, maka mereka hanya akan memiliki modal kesabaran –yang itu tak akan memberikan efek apapun.

Jadi, kira-kira siapa saja pemain-pemain yang berpotensi direkrut Manchester United?

Untuk opsi lini tengah, gelandang RB Leipzig Amadou Haidara adalah incaran yang gencar dibicarakan setelah Declan Rice. Menurut Daily Mirror, Haidara akan menjadi rekrutan pertama Ralf Rangnick jika klub Setan Merah mau membayar klausul pelepasan sebesar 32 juta paun.

Untuk opsi lini belakang, kabarnya United sedang mencari celah untuk menikung Antonio Rudiger dari Chelsea. Bek Jerman itu kontraknya akan habis di musim panas tahun depan, dan sejauh ini pembicaraan dengan The Blues mengenai kesepakatan kontrak baru masih berbelit-belit.