in

Kerasnya Sir Alex Ferguson di Mata Asistennya (1)

Sebagai pendukung setia dari Manchester United, tentu julukan The Hairdryer bagi Sir Alex Ferguson sudah tidak asing lagi. Julukan tersebut disematkan kepada Sir Alex lantaran kerap memberi “semprotan” arahan dengan tensi tinggi saat di ruang ganti.

Namun dedikasi tinggi seperti itu yang tampaknya menjadi salah satu faktor kesuksesan manajer legendaris asal Skotlandia tersebut. Di mana ia berhasil membawa United merengkuh 13 titel Premier League, 5 piala FA, dan 2 titel Champions League dalam kurun waktu lebih dari dua dekade.

Dalam perjalanan panjang tersebut tidak sedikit ada pemain yang tidak tahan dengan sikap keras Ferguson. Seperti yang sudah kita tahu secara luas seperti David Beckham pada tahun 2003 silam, hingga akhirnya ia pindah ke Real Madrid. Kemudian ada juga nama Cristiano Ronaldo, Roy Keane dan striker Ruud van Nistelrooy.

Sikap keras Sir Alex juga diakui sendiri oleh mantan pelatih kiper United, Tony Coton, beberapa waktu silam kepada Daily Mail. Coton yang berada di United sejak 1997 hingga 2007 tersebut berbagi cerita mengenai sikap keras Sir Alex terhadap tiga pemain United yang disebutkan di paragraf sebelumnya.

“Tidak seperti saya, Sir Alex Ferguson adalah seorang master dalam hal memilih momen yang tepat untuk berkelahi. Salah satu kelebihannya adalah memperlakukan setiap pemain dengan cara yang sama,” jelas Coton mengenai kesannya terhadap Ferguson.

Menurut Coton, Sir Alex tidak peduli apakah yang ia perlakukan keras adalah pemain tim inti dengan gaji 100 ribu paun per pekan atau pemain akademi. Ferguson menurutnya akan tetap memberikan hukuman yang sama untuk setiap pelanggaran yang sama pula.

“Tidak ada yang berada di atas hukum yang sudah diterapkan,” lanjut eks kiper Watford di era 80-an tersebut.

Asal-usul Kepergian David Beckham dari United

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, Coton mempunyai sejumlah cerita mengenai kerasnya Sir Alex terhadap empat pemain United, yaitu Beckham, Roy Keane, Cristiano Ronaldo dan van Nistelrooy. Kisah pertama datang dari pemain nomor 7 legendaris United, David Beckham.

Menurut Coton perkara utama kepergian Beckham bukanlah pertikaian antara Sir Alex dengannya setelah kalah 0-2 dari Arsenal di FA Cup tahun 2003 silam. Namun pasca kejadian tersebut yang menyebabkan Beckham hengkang dari United ke Real Madrid.

“Bukan karena pertengkaran di ruang ganti, melainkan reaksi Beckham untuk membuat pendukung United dan publik membenci Sir Alex,” cerita Coton.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa saat itu Beckham dan Sir Alex mengalami pertengkaran lantaran performanya di lapangan. Kemudian Sir Alex menendang sepatu yang ada di lantai dan membentur tembok di belakang Beckham. Sayangnya salah satu bagian metal dari tali sepatu mengenai pelipis mata Beckham hingga berdarah.

Melihat darah mengucur dari pelipisnya, pemain lulusan akademi United tersebut langsung naik pitam kepada Sir Alex. Beruntung Ryan Giggs dan Gary Neville hadir di tempat, hingga kemudian menenangkan Beckham. Di saat yang bersamaan Sir Alex langsung meminta maaf kepada Beckham atas aksinya tersebut.

Namun menurut Coton, permintaan maaf tersebut ternyata tidak diterima begitu saja oleh Beckham.

“Itu adalah bentuk permintaan maaf yang murni dari Sir Alex. Seharusnya David menerima permintaan maaf atau penyesalan Sir Alex tersebut, tetapi malah sebaliknya yang ia lakukan,” kata Coton.

Insiden tersebut kemudian bocor ke sejumlah media dan setelahnya Beckham akan tampil di publik dengan model rambut yang tersibak ke belakang. Sehingga bisa terlihat jelas bekas luka dari insiden di hari tersebut.

“Sejumlah jahitan terpampang dengan jelas di pelipis David dan dia ingin seluruh dunia untuk melihat luka tersebut.”

“Ketika saya melihat bagaimana foto-foto tersebut diambil, saya menyadari bagaimana aksi PR (Public Relation) Beckham tersebut menyasar jelas ke Sir Alex. Maka reaksi pertama saya untuknya adalah ‘tutup pintumu sewaktu keluar, David’,” kata Coton.

Ucapan Coton tidak memerlukan waktu yang lama untuk menjadi terbukti. Dalam beberapa minggu terakhir di musim tersebut, sudah menjadi rahasia umum bahwa Real Madrid menjadi pelabuhan selanjutnya untuk Beckham. Di mana akhirnya Real Madrid menebus Beckham dengan mahar 25 juta paun.

Sumber: Daily Mail

Facebook Comments