OUR NETWORK

Zlatan Ibrahimovic dan Kutukan di Liga Champions

Setelah memainkan laga perdananya bersama Manchester United musim 2017/2018 ini di Premier League Inggris pekan lalu saat menjamu Newcastle United, akhirnya Zlatan Ibrahimovic membuat debut di Liga Champions bersama tim Setan Merah. Bomber gaek ini diturunkan menit ke-74 saat United melawat ke markas klub Swiss, FC Basel di laga kelima fase Grup A, Kamis (23/11/2017) dini hari WIB. Sayang, mereka gagal menang, setelah takluk dengan skor tipis 0-1; merupakan kekalahan perdana di Liga Champions musim ini yang yang membuatnya gagal lolos lebih cepat ke fase gugur.

Sebelumnya Zlatan harus absen lama dan beristirahat selama hampir tujuh bulan, karena mengalami cedera parah Anterior Cruciate Ligament (ACL) di laga leg kedua babak delapan besar Liga Europa musim lalu, di mana United bermain di markas klub Belgia Anderlecht pada 20 April 2017. Akibat cedera yang banyak merenggut karir pesepakbola itu, dia divonis harus istirahat selama sembilan bulan, dan menjalani operasi awal Mei 2017. Namun, berkat kemauan besar untuk segera sembuh dan merumput kembali, Zlatan pun bisa pulih dengan cepat dan mengenakan nomor punggung ’10’.

Namun sayang, laga debutnya di Liga Champions bersama United; setelah di musim debutnya hanya bermain di Liga Europa, penyerang 36 tahun tersebut malah gagal mempersembahkan kemenangan. Kekalahan ini pun kembali mengingatkan banyak orang soal track record Zlatan di kompetisi paling elit klub-klub sepakbola Eropa itu. Ada anekdot yang selama ini sangat melekat dalam karirnya di ajang ini, bahwa Zlatan telah terkena kutukan tak bisa membawa klubnya menjuarai Liga Champions. Selama 18 tahun karirnya hingga saat ini, dia memang belum pernah menjuarai trofi ‘kuping lebar’.

Setelah menimba ilmu di akademi klub tanah kelahirannya di Swedia, Malmo FF, Zlatan pun memulai karir sebagai pesepakbola profesional pada 1999 lalu. Setelah tiga musim, akhirnya dia memutuskan berpetualang ke Belanda dan bergabung dengan raksasa Eredivisie, Ajax Amsterdam. Bersama klub ini pula pemain kelahiran Malmo, Swedia, 3 Oktober 1981 tersebut mencatatkan debut dalam ajang Liga Champions pada musim 2002/2003, setelah musim sebelumnya gagal membawa Ajax lolos dari kualifikasi. Saat itu mereka menjamu klub Ligue 1 Prancis, Olympique Lyon pada 17 September 2002.

Zlatan pun langsung menunjukkan ketajamannya setelah memborong dua gol kemenangan klubnya, dengan skor akhir 2-1. Sayangnya, langkah klub dengan koleksi empat trofi Liga Champions tersebut terhenti di babak perempat final.

Namun sejak itulah, dia pun tercatat selalu memperkuat klub-klub jawara Eropa; di Belanda, Italia, Spanyol, Prancis, hingga ke Inggris. Mulai dari Ajax pada 2001-2004, hingga ke Juventus (2004-2006), Inter Milan (2006-2009), Barcelona (2009-2010), AC Milan (2010-2012), Paris Saint-Germain (2012-2016), dan kini bersama The Red Devils sejak musim panas 2016.

Zlatan pun baru saja membuat rekor baru sebagai satu-satunya pemain yang pernah membela tujuh klub berbeda di Liga Champions, termasuk United. Namun, meski sudah bermain di klub-klub besar yang memiliki catatan hebat dalam sejarah Liga Champions, hingga kini dia malah belum sekalipun pernah mengangkat trofi ‘kuping lebar’, kecuali jika bisa mengantarkan tim Setan Merah jadi juara musim ini.

Zlatan sendiri sudah bermain dalam 15 musim kompetisi, termasuk dengan United musim ini; di mana 14 di antaranya secara beruntun. Koleksinya 48 gol dan 27 assist dalam 120 penampilan.

Menariknya, dua klub yang pernah dibela Zlatan, malah sukses menjadi juara Liga Champions setelah ditinggalkannya. Hal tersebut terjadi saat mantan kapten tim nasional Swedia itu hengkang dari Inter ke Barcelona pada 2009.

Musim 2009/2010, Inter yang saat itu diasuh manajer Jose Mourinho malah berhasil memenangkan trofi ‘kuping lebar’. Kemudian, deja vu terjadi setahun kemudian, saat Zlatan memilih meninggalkan Barcelona untuk bergabung ke Milan sebagai pemain pinjaman; hingga dia dipermanenkan pada 2011. Klub berjuluk El Barca itu malah jadi juara Liga Champions 2010/2011.

Kini, tentu saja Zlatan sangat berharap bisa memenangkan trofi Liga Champions bersama United. Bisa saja musim ini akan menjadi kesempatan terakhirnya, mengingat usianya sudah mencapai 36 tahun. Belum lama ini, dia pun sudah berkoar bahwa The Red Devils bisa meraih semua gelar juara pada musim ini.

“Kami semua ada di sini karena kami ingin menang,” tegas Zlatan seperti dilansir Goal Internasional. “Saya mencoba untuk membantu orang-orang sebanyak mungkin dan melakukan apa yang saya bisa,” pungkasnya. Tentu menarik untuk menunggu pembuktian Zlatan di musim ini.

Comments

Loading...