OUR NETWORK

Tiga Mantan Pemain Manchester United Incar Kursi Kepelatihan Tim U-23

Manchester United tampaknya belum mau berhenti untuk memasukkan mantan orang dalam mereka untuk kembali bekerja bersama mereka. Setelah Solskjaer, Phelan, Dempsey, dan Hartis, kini mereka mengincar Quinton Fortune dan Neil Wood untuk dibawa pulang kembali ke United. Mereka berdua adalah calon kuat untuk menjadi pelatih tim U-23 Manchester United.

Kedua insan ini akan menggantikan Ricky Sbragia yang resmi meninggalkan klub pada 22 Mei lalu. Ricky dianggap gagal membawa tim U-23 United kembali promosi setelah pada musim pertamanya ia membawa tim ini terdegradasi ke Premier League 2. Mereka hanya finis pada urutan keenam dengan meraih delapan kemenangan saja. Seandainya terpilih, maka Wood akan menjadi pelatih utama sementara Fortune akan bertindak sebagai asisten.

Siapa yang tidak kenal dengan Fortune. Ia menjadi rekrutan Sir Alex Ferguson setelah membawa Setan Merah meraih treble pada musim 1998/1999. Penggawa asal Afrika Selatan ini adalah salah satu pemain United yang bisa dikatakan tidak beruntung dalam kariernya.

Memperkuat United hingga 2006, Fortune seharusnya mendapatkan tiga medali Premier League hasil dari keberhasilan mereka menjadi juara pada musim 1999/2000, 2000/2001, dan 2002/2003. Akan tetapi, Fortune hanya satu kali mendapatkan medali juara liga. Itu juga karena permintaan khusus United. Hal ini disebabkan jatan mainnya yang kurang memenuhi standar yang diberikan otoritas Premier League untuk mendapatkan medali.

Sementara itu, tidak ada yang mengetahui kalau Neil Wood juga merupakan mantan pemain Manchester United. Sama seperti Fortune, namanya mencuat pada tahun 1999 ketika ia berhasil menunjukkan penampilan yang apik bersama akademi Setan Merah. Namun selama enam tahun bersama United, ia lebih banyak dipinjamkan ke beberapa klub seperti Royal Antwerp, Peterborough, Burnley, Coventry City, dan Blackpool.

Karier sepakbolanya juga tergolong biasa-biasa saja karena pernah mengalami cedera lutut parah ketika memperkuat Oldham Athletic. Pada tahun 2014, Wood sempat kembali ke United dan menjadi salah satu pelatih akademi.

Fortune sendiri bukannya tanpa pengalaman di bidang manajerial. Saat Solskjaer masih menangani Cardiff City, Fortune adalah salah satu pelatih mereka untuk kesebelasan U-21. Meski begitu, sosok Fortune lebih banyak dikenal sebagai salah satu pundit di MUTV.

Nemanja Vidic yang Ikut Mengintai

Meski Wood dan Fortune menjadi calon kuat manajer tim U-23, namun ada satu orang lama United lainnya yang diisukan mengisi posisi tersebut. Dia adalah Nemanja Vidic, kapten sekaligus bek terbaik yang pernah dimiliki sepanjang sejarah klub.

Kabar mengenai Vidic ini diungkapkan oleh salah satu temannya yang bernama Nenad Lalatovic. Ia mengungkapkan kalau mantan pemain Spartak Moskow tersebut sudah ditawari pekerjaan tersebut dan ia sempat mendesak Vida untuk menerimanya.

“Saat ini Vidic ini tinggal di Milan dan saat ini sedang mempertimbangkan diri untuk jadi pelatih namun dia belum yakin. Saya berkata kepadanya kalau ini adalah kesempatan yang ideal untuk kembali ke Inggris. Mengambil alih Manchester United sangat menguntungkan karena dia sudah punya nama di sana dan saya merasa kalau itu adalah keputusan yang tepat,” tuturnya.

“Tapi dia belum mau memutuskan. Saya mendukungnya untuk menjadi pelatih di Manchester United karena pada itu akan memberikannya peluang untuk mengambil alih tim utama di masa depan.”

Pemain yang mengoleksi 300 penampilan bersama United ini memang pernah berujar ingin menjadi pelatih suatu saat nanti. Kepada Football Italia pada 2018 lalu, Vidic pernah berujar kalau menjadi pelatih adalah sebuah pekerjaan yang sangat keren dan megah. Meski begitu, ia juga sadar kalau menjadi pelatih adalah pekerjaan yang penuh risiko karena ada ancaman berupa caci maki jika tim yang ia latih mengalami kegagalan. Vidic sendiri saat ini sudah mengantungi lisensi pro yang ia dapatkan pada pertengahan 2018 lalu.

“Menjadi pelatih adalah ambisiku. Aku telah merasakan banyak hal di atas rumput hijau seperti senang, sedih, marah, gugup, dan lainnya. Kini, aku sudah sampai pada level yang lain dalam hidupku. Aku ingin melakukan hal berbeda demi menantang diriku sendiri,” tuturnya.

Comments

Loading...