OUR NETWORK

Mauricio Pochettino, Neil Ashton, dan Ancaman Untuk Ole Gunnar Solskjaer

Di sela-sela latihan Manchester United di Marbella, Spanyol, Neil Ashton justru sedang bersantai dan menikmati laga Brentford melawan Leeds United di Griffin Park. Di sana, Neil ditemani oleh mantan manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino.

Aktivitas Neil dan Pochettino tersebut membuat media-media di Inggris gempar. Seketika setelah rekaman itu tersebar, muncul berita kalau United sedang melakukan pendekatan dengan pria asal Argentina tersebut.

Pasalnya, Neil Ashton ini bukan orang yang sembarangan. Dia adalah mantan jurnalis yang baru saja diangkat oleh Ed Woodward sebagai juru bicaranya. Hal ini yang kemudian membuka rumor kemungkinan datangnya Pochettino ke Manchester. Memang belum 100 persen benar karena hanya sebatas karangan media, namun banyak juga yang meyakini kalau ada pembicaraan yang berkaitan dengan tawaran mantan manajer Southampton ini untuk mengambil alih Manchester United dari Ole Gunnar Solskjaer.

Kejadian ini sudah pasti mengundang reaksi penggemar United. Mereka kini kembali terbelah menjadi dua pasukan yaitu ‘Poch in’ dan ‘Ole in’. Mereka yang menginginkan Pochettino masuk sudah pasti beralasan karena Ole tidak memiliki progres dalam setahun lebih menangani Setan Merah. Tanggung jawab diberi tugas membuat United lebih baik lagi, United era Ole justru kerap bermain tanpa kreasi dan hanya mengandalkan speed dan counter attack saja.

Mereka yang masih mendukung Ole sudah pasti memiliki pendapat yang berbeda. Mereka yang masuk golongan ini adalah orang-orang yang tidak ingin lagi melihat United berganti manajer lagi untuk kesekian kalinya. Tradisi itu mau tidak mau harus distop sampai Ole Gunnar Solskjaer. Soal dia apakah jago taktik atau tidak tergantung Ed Woodward dan keluarga Glazer yang mengeluarkan uang. Meski beredar gosip seperti kabar Kieran McKenna yang jauh lebih dibebankan soal taktik dan strategi di atas lapangan ketimbang Ole, mereka yang pro merasa Ole jauh lebih paham soal luar dalamnya klub ini.

Kabar pemecatan pria Norwegia ini sebenarnya bukan hal baru. Jika diibaratkan dunia kantor, maka ini menjadi SP 2 bagi dirinya. Sebelumnya, ia pernah mengalami nasib serupa pada awal Desember lalu. Ketika itu, ia terancam dipecat bahkan digosipkan sudah pamitan jika United kalah dalam dua laga penting melawan Tottenham Hotspur dan Manchester City. Beruntung bagi Ole saat itu karena United menang pada dua pertandingan tersebut sehingga jabatannya pun aman. Sayangnya, beberapa laga kemudian penyakit tidak konsistennya United kembali kumat.

Mauricio Pochettino juga bukan orang baru yang dikait-kaitkan akan bekerja untuk United. Namanya sudah lebih dulu hadir ketika United sedang mencari pengganti Louis van Gaal. Apapun itu, yang jelas kabar ini secara tidak langsung bisa menjadi sinyal kalau Ole Gunnar Solskjaer tidak sepenuhnya aman bekerja di United. Jika sewaktu-waktu ia kembali memberikan hasil buruk, maka bukan tidak mungkin nasibnya akan sama dengan manajer sebelumnya yang berakhir dengan vonis pemecatan.

Setelah jeda musim dingin ini berakhir, petinggi klub tentu ingin melihat United bisa meraih kemenangan melawan Chelsea dan Club Brugge pada leg pertama 32 besar Europa League. Jumlah laga yang semakin menipis jelas memaksa United dan Ole untuk terus menunjukkan penampilan terbaik.

Dua laga ke depan menjadi sangat krusial mengingat kekalahan melawan Chelsea akan memperlebar jarak dengan The Blues pada posisi empat. Mereka bahkan kini sudah digusur oleh Sheffield United, Tottenham, dan Everton. Kalah melawan Club Brugge akan mempersulit peluang mereka menutup musim 2019/2020 dengan raihan trofi.

Manajemen United memang dikenal gemar membuat keputusan-keputusan yang sifatnya spontan dan sulit diprediksi. Apa yang dilakukan Neil Ashton ini mengingatkan kita dengan kasus Louis van Gaal yang saat itu masih menangani United. Pada saat timnya sedang mendapat hasil buruk, manajemen United berjanji akan mendukung penuh dia sampai bisa membawa klub ini kembali ke kejayaan. Namun, saat dukungan itu diutarakan mereka diberitakan juga sudah melakukan negosiasi dengan kubu Jose Mourinho.

Hal yang sama juga bisa menimpa Ole. Manajemen klub berjanji mendukungnya secara penuh, namun dengan tersebarnya berita ini sudah pasti membuat Ole ragu akan masa depannya apakah benar-benar didukung penuh atau tidak. Peluang menuju Liga Champions yang menjadi target pun masih sering tertutup dan terbuka. Bahkan menurut Mirror, Ole sudah pasti akan dipecat jika United gagal finis di zona Liga Champions musim ini karena lagi-lagi berkaitan dengan dana dari Adidas yang kembali akan dipotong sekian persen.

Pochettino sendiri mengaku sudah rindu untuk kembali melatih di Premier League. Sinyal-sinyal itu sudah ia lepaskan yang membuat cerita ini menjadi enak untuk disantap.

“Dia (Pochettino) sedang mencari pekerjaan lain. Informasi terbaru adalah ia memang berminat untuk menjadi manajer Manchester United. Bahkan mereka dan orang-orangnya menargetkan United dan percaya kalau mereka bisa mengamankannya. Kubu Pochettino percaya mereka bisa meyakinkan keluarga Glazer Saya merasa Glazer akan mengambil peran kunci di sini. Keputusan ini bisa jadi tidak akan sepenuhnya dibuat Ed Woodward,” kata jurnalis Sunday Times, Duncan Castles.”

Manajemen ingin melihat bagaimana reaksi Ole menyikapi kabar tersebut di atas lapangan. Ed Woodward kini sudah memenuhi apa yang menjadi keinginan mantan manajer Cardiff tersebut. Dari penjualan pemain yang dianggap tidak mau lagi bermain demi lambang di dada, hingga perekrutan pemain-pemain yang dirasa cocok dengan skuat United. Hal ini sudah pasti membuat manajemen berharap lebih kepada Ole.

Comments

Loading...