OUR NETWORK

Manchester United Membosankan Karena Ketakutan Para Pemainnya

Hasil imbang 0-0 melawan West Ham United dalam pertandingan ke-37, sebenarnya cukup bagi Manchester United untuk mempermanenkan posisi kedua. Mereka akan finis di posisi tertinggi untuk pertama kalinya sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson pada 2013 lalu. Kepastian posisi akhir di klasemen juga membuat Jose Mourinho bisa fokus dalam tantangan selanjutnya yaitu meraih Piala FA.

Akan tetapi, beberapa pihak banyak yang kecewa melihat pola United dalam pertandingan tersebut. Kekecewaan mereka dikarenakan United yang gagal mencetak gol meski menguasai hampir keseluruhan pertandingan. Jumlah 6 tembakan ke gawang serta 13 tembakan secara keseluruhan tidak sebanding dengan gol yang dihasilkan.

Dari jumlah sepakan ke gawang tersebut, empat di antaranya dibuat dari luar kotak penalti. Mereka kesulitan untuk membongkar lini belakang The Hammers yang tampil sangat solid. Salah satu pihak yang mengkritik permainan United saat itu adalah Paul Merson. Mantan pemain Arsenal yang menjadi pundit Sky Sports ini beralasan kalau ketidakmampuan United mencetak gol ke gawang Adrian saat itu dikarenakan para pemain United yang takut kepada Jose Mourinho.

“Setiap pemain United melewatkan kesempatan maka mereka akan berlari kembali sambil melihat Mourinho di bangku cadangan. Para pemain United tampil layaknya manusia yang terlihat seperti sedang ketakutan. Bandingkan pola permainan United dengan City, Spurs, Chelsea, Liverpool, dan Arsenal yang bermain menyerang.”

“Masalah mereka ada di rencana mereka mau bermain seperti apa. Ini bukanlah Manchester United. Semua orang yang bermain lebih banyak diam, tidak ada pergerakan, dan bermain seperti batu. Jika ada pemain yang dijual musim panas nanti maka mereka tidak akan meninggalkan klub ini dengan menangis,” tuturnya.

Menarik memang jika kita mendengar komentar yang keluar dari mulut Merson. Di saat, ia mengatakan lini serang United tidak terlalu baik dibanding lima tim lainnya, ia melupakan fakta kalau lima kesebelasan tersebut berhasil dikalahkan United musim ini. Namun, beda dengan komentar dari Jamie Redknapp. Menurutnya, itu semua tidak menutupi satu fakta kalau United musim ini begitu membosankan.

Hasil 0-0 kemarin juga menjadikan United (bersama Southampton) sebagai kesebelasan yang meraih hasil tanpa gol terbanyak sejak 2012/13 yaitu 19 kali. Mirisnya, 9 diantaranya terjadi ketika Setan Merah dimanajeri oleh Jose Mourinho. Hal ini yang kemudian memunculkan pandangan kalau United kali ini benar-benar membosankan.

“Biasanya, menyelesaikan posisi kedua dan mencapai final Piala FA adalah pencapaian bagus. Tetapi, ketika Anda melihat uang yang dihabiskan beberapa tahun terakhir dan melihat bagaimana mereka bermain nampak seperti kesebelasan yang membosankan,” begitu menurut Jamie Redknapp yang menjadi komentator pertandingan.

Mantan pemain Liverpool ini menambahkan, “Penggemar United telah diberkati beberapa tim hebat di bawah Sir Alex Ferguson, tetapi sulit untuk menonton tim United sekarang ini. Tidak ada kenikmatan dalam permainan mereka. Saya masih berpikir Jose sedang mencari sesuatu yang akan berguna bagi tim dan juga sistemnya.”

“Pemain-pemain dengan nama besar tidak benar-benar bekerja untuk Jose. Apakah mereka akan berguna untuk manajer lain, saya tidak tahu. Tetapi, mereka tidak bisa tampil baik di bawah Jose. Mereka sangat jauh bersaing dengan Manchester City. Jika saya boleh jujur, ini seperti ketika Jose masuk ke Real Madrid dan mencari cara bagaimana mengganggu hegemoni Barcelona saat itu. Saat ini, saya tidak suka menonton mereka.”

Sementara itu, Jose Mourinho masih yakin kalau ia bisa membawa United meraih gelar juara Premier League ke-14. Namun, dirinya juga tidak menutupi kalau sewaktu-waktu dia akan mendapat tekanan layaknya di Chelsea pada musim 2015/2016 lalu.

“Tidak ada yang tidak mungkin, tetapi saya kira suatu hari Anda (jurnalis) akan mendorong saya untuk mencari klub baru. Di sepakbola modern saat ini, akan sangat sulit menemukan pelatih yang melatih dalam periode yang sangat lama karena konsep baru media, media sosial, serta para pundit telah berubah. Untuk bisa bertahan lebih dari empat hingga lima musim, maka anda harus memenangi gelar,” tuturnya.

Comments