OUR NETWORK

Diogo Dalot dan Tahith Chong, Wakil Setan Merah di Golden Boy 2019

Beberapa waktu lalu, harian terkemuka Italia, Tuttosport, merilis 80 nama pemain sepakbola yang menjadi kandidat peraih Golden Boy Award 2019. Penghargaan ini terbilang sangat prestisius bagi para pemain muda Eropa yang berusia di bawah 21 tahun yang tampil baik dalam satu tahun kalender (setengah musim petama dan setengah musim kedua).

Sama seperti sebelumnya, Manchester United kembali mengirimkan wakilnya dalam penghargaan yang kerap disebut-sebut sebagai Ballon D’Or-nya pemain muda tersebut. Untuk edisi 2019 ini, Diogo Dalot dan Tahith Chong menjadi wakil Setan Merah untuk memperebutkan piala tersebut.

Sebenarnya, Manchester United mengirimkan tiga wakil dalam 100 nama pertama yang masuk dalam nominasi. Akan tetapi, Angel Gomes harus tersingkir terlebih dahulu bersama 19 belas pemain lainnya. Setiap bulannya, 20 pemain akan tereliminasi hingga nantinya tersisa lima pemain saja yang masuk sebagai kandidat final.

Bagi Diogo Dalot, musim ini menjadi kali kedua dirinya masuk dalam nominasi. Musim lalu, ia juga berada dalam daftar setelah tampil cukup apik bersama FC Porto. Akan tetapi, ia gagal masuk dalam lima besar dan hanya menempati peringkat ke-14.

Musim lalu, Dalot menjalani musim pertamanya dengan cukup baik setelah hijrah dari Porto. Meski tidak secara rutin dimainkan, namun ia beberapa kali memberikan kontribusi terhadap penampilan United. Satu asisnya saat itu menyelamatkan United dari kekalahan melawan Derby County pada Piala Liga. Peran besar kemudian ia mainkan saat sepakannya menjadi awal dari terjadinya penalti Marcus Rashford dalam malam indah di Paris.

Musim ini, Dalot berpotensi akan tergusur dari posisi bek kanan. Hal ini tidak lepas dari kedatangan Aaron Wan-Bissaka yang membuat para suporter khawatir kalau kariernya bakal lebih banyak sebagai pemain pelapis. Akan tetapi, Ole Gunnar Solskjaer memberikan jaminan kalau Dalot akan mendapat peran yang lebih banyak dibanding musim lalu.

“Kami sedang berusaha membangun tim yang berusia panjang. Kami punya Aaron dan Diogo, dua bek kanan yang akan menjadi pemain bagus. Dalot bisa memainkan peran sebagai pemain sayap kanan dan sangat mungkin dia akan menjalani peran itu. Bersama Porto, ia sudah sering bermain sebagai seorang winger,” tutur Solskjaer.

Di sisi lain, Tahith Chong bermain tidak lebih dari lima pertandingan bersama tim utama pada musim lalu dan seluruhnya dijalankan sebagai pemain pengganti. Akan tetapi, Chong menunjukkan penampilan yang sensasional bersama tim reserves yang membuat Solskjaer memberinya kesempatan debut ketika United melawan Reading pada babak ketiga Piala FA. Bahkan ia dimainkan pada pertandingan-pertandingan penting United musim lalu seperti ketika melawan Arsenal dan Paris Saint Germain.

“Kami punya pemain muda yang nantinya akan memegang peranan. Kami memiliki Mason Greenwood, Tahith Chong, dan Angel Gomes. Lalu kami juga punya Jimmy Garner,” tutur Solskjaer selepas pertandingan melawan Leeds United.

Sejak diadakan pada tahun 2003, beberapa penggawa United beberapa kali meraih penghargaan tersebut. Pada tahun 2004, Wayne Rooney memenangi edisi kedua. Empat tahun berselang giliran Anderson yang mengangkat piala tersebut. Pada tahun 2015, giliran Anthony Martial yang menunjukkan penampilan gemilang bersama AS Monaco dan United. Sementara Paul Pogba memenangi gelar ini pada 2013 atau saat ia masih menjadi penggawa Juventus.

Setelah Anthony Martial, pemain United selalu gagal menjadi pemenang. Sebelum Dalot yang mentok pada urutan ke-14, Rashford hanya menjadi nominasi saja pada edisi 2016. Setahun berselang, ia berada pada posisi ketiga di bawah Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele.

Jika melihat para pemain lain yang masuk dalam nominasi, kecil harapan bagi Dalot atau Chong untuk menjadi pemenang Golden Boy Award. Bagaimana tidak, ada beberapa pemain muda yang musim lalu tampil cukup konsisten bersama tim utama ketimbang Dalot atau bahkan Chong. Sebut saja Joao Felix (Benfica/Atletico Madrid), Moise Kean (Juventus), Jadon Sancho (Borussia Dortmund), dan pemegang titel tahun lalu, Matthijs de Ligt (Ajax Amsterdam/Juventus). Empat nama ini adalah kandidat kuat untuk memenangi penghargaan tersebut.

Comments

Loading...