OUR NETWORK

Marcos Rojo, Si Tukang Tekel Dari La Plata

Beberapa hasil positif yang diperoleh Manchester United tidak lepas dari solidnya lini belakang Setan Merah. Chris Smalling, Phil Jones, Eric Bailly, Antonio Valencia, Daley Blind, Timothy Fosu Mensah, Axel Tuanzebe, serta Matteo Darmian, pantas mendapatkan kredit dari lini belakang United yang baru kebobolan 37 gol di semua ajang. Dan satu lagi pemain yang pantas mendapatkan kredit adalah Marcos Rojo, pemain yang kembali tampil konsisten di lini belakang Manchester United. Tepat pada hari ini, 20 Maret, Rojo berulang tahun.

Si Bengal dari La Plata

Rojo lahir pada 20 Maret 1990 di kota La Plata, Argentina. Seperti bocah-bocah kecil Amerika Latin pada umumnya, Rojo kecil dibesarkan sebagai penyuka sepakbola. Ia bahkan sejak kecil sudah berani untuk bermain bola melawan bocah yang lebih tua dari umurnya. Baginya bermain melawan orang yang lebih tua membantu dia untuk menguatkan kondisi fisik dan keberaniannya dalam berduel satu lawan satu.

“Di masa kecil saya adalah anak muda yang bermain bola di La Plata bersama anak-anak lebih tua dari usia saya. Ketika berusia 10 tahu saya bermain melawan pemain berusia 18. Mereka bermain keras bahkan sering menjatuhkan saya. Dan dengan cara itu saya dibesarkan. Saya tidak takut untuk bermain keras,” ujar Rojo dikutip dari Squawka 2015 silam.

Sifat keras dan bengalnya inilah yang kemudian membawa Rojo ke tim utama Estudiantes pada 2008. Bersama klub kota La Plata tersebut, ia memberikan dua gelar berupa Copa Libertadores 2009 dan gelar Apertura semusim berselang.

Sukses di Argentina kemudian membawa Rojo terbang jauh melintasi samudera untuk berlabuh ke klub Rusia, Spartak Moscow. Dua musim di negeri beruang merah, Rojo kemudian sempat bermain dua musim lagi di Sporting CP sebelum akhirnya berlabuh di Manchester United. Ia merupakan pemain yang didatangkan langsung atas rekomendasi Louis van Gaal, manajer United saat itu. Si Tulip Besi tergiur ingin mendatangkan Rojo demi memenuhi keinginannya memainkan pola 3-5-2 di United.

“Saya harus menganalisis Argentina ketika tim saya (Belanda) melawannya. Dan dalam video itu saya sangat semangat melihatnya. Ia cocok dengan skema saya sebagai bek tengah berkaki kiri atau bek kiri. Di Argentina ia bermain sebagai bek kiri, di Sporting sebagai bek tengah. Saya sangat senang melihatnya,” tutur LVG.

Gayanya yang versatile alias bisa bermain di lebih dari satu posisi inilah yang membuat MU rela mengeluarkan 16 juta paun demi mengangkut Rojo. Pemain bernama lengkap Faustino Marcos alberto Rojo ini pun resmi hijrah ke United dengan banderol 16 juta pounds.

Sempat bermasalah dengan izin kerjanya, Rojo pun bisa memperkuat United per September 2014. Hingga akhir musim 2015/2016 ia baru memperkuat setan merah sebanyak 54 laga saja. Faktor adaptasi dan cedera kerap mengganggu performanya.

Tekel Dua Kaki dan Kehilangan Sepupu Laki-Laki

Meski sempat terpinggirkan di awal musim 2016/2017, Rojo kemudian seperti mematenkan posisinya sebagai pemain reguler di bawah asuhan jose Mourinho. Bersama Phil Jones, dua pemain ini selalu tampil konsisten semenjak pulih dari cedera. Sejauh ini dia sudah membuat 35 penampilan di bawah Mou, angka yang lebih banyak ketimbang ketika bermain di bawah asuhan Van Gaal.

Meski sudah mulai tampil konsisten, tidak jarang ia sering melakukan kesalahan-kesalahan yang terbilang vatal. Salah satunya adalah ketika ia melakukan tekel dua kaki terhadap Idrissa Gueye dan Wilfried Zaha. Aksinya saat itu tidak berbuah kartu apapun bagi Rojo. Bahkan ketika melawan Chelsea di perempat final ia kedapatan menginjak Eden Hazard. Sejauh ini belum ada tindakan dari FA mengenai kejadian itu.

Di balik sifat bengal dan kerasnya seorang Marcos Rojo, ia pasti memiliki sisi humanis dalam dirinya. Beberapa saat jelang United melawan Bournemouth ia kedapatan sedang menangis ketika tim melakukan perjalanan ke Lowry Hotel. Saat itu ia menerima kabar bahwa dua sepupunya tewas tertembak oleh pensiunan polisi karena mencoba untuk melakukan perampokan di sebuah mesin ATM. Kedua sepupu Rojo yang bernama Rodrigo Barboza tewas di tempat kejadian sementara Geronimo Rojo meninggal di rumah sakit.

Enam tahun silam ketika Rojo masih memperkuat Estudiantes, kedua saudara sepupunya tersebut sempat dipenjara oleh kepolisian La Plata atas tuduhan yang sama yaitu percobaan perampokan.

***

Selain cerita di atas, penulis juga merangkum beberapa fakta unik terkait Marcos Rojo di antaranya.

  1. Nama Rojo memiliki arti merah dalam bahasa Spanyol
  2. Ia menikahi Eugenia Lusardo seorang model asal Lisbon. Mereka memiliki anak perempuan bernama Morena
  3. Memiliki dua tato yang berbeda di pergelangan kaki. Di kaki kanan bertuliskan Pride yang berarti kebanggaan sementara di kaki kiri bertuliskan Glory atau kejayaan. Namun beberapa hari yang lalu tato di kaki kanannya yang bertuliskan Pride ditambah motif singa.
  4. Sering belajar rabona bersama Angel Di Maria.
  5. Dalam 49 penampilannya di liga Portugal bersama Sporting, Rojo mengoleksi 21 kartu kuning dan empat kartu merah.
  6. Pernah kepergok sedang merokok di sebuah klub malam di Inggris.

Comments