in

Jaap Stam: Saya Pergi Bukan Karena Fergie

Siapa yang tidak kenal Jaap Stam. Bisa dibilang dia adalah bek tengah terbaik yang pernah dimiliki oleh Belanda sejak Ronald Koeman yang pensiun pada 1994. Sosoknya yang tinggi besar dengan tinggi 191 sentimeter kerap kali membuat para penyerang lawan takut untuk menghadapainya. Stam juga tidak segan-segan untuk melancarkan tekel kepada para penyerang lawan sehingga ia kerap dijuluki sebagai ‘Jeep’ karena keberaniannya tersebut.

United merekrut Stam dari klub Belanda, PSV Eindhoven, pada 1998. Ia dibeli dengan harga 10,7 juta paun yang saat itu menjadi rekor pembelian bagi seorang bek. Musim pertama Stam di Old Trafford berjalan sangat sukses. Ia turun dalam 51 laga United di mana pemain kelahiran Kampen ini turun di semua laga Iblis Merah di kompetisi Eropa. Stam bersama Ronny Johnsen menjadi salah satu faktor keberhasilan Iblis Merah meraih trigelar di akhir musim.

Pemain yang pada 17 Juli 2017 ini genap berusia 45 tahun ini kembali turun dalam 51 laga dan kembali meraih gelar juara liga. Akan tetapi pada musim 2000/2001 jumlah laganya menurun drastis menjadi hanya 23 laga saja. Cedera achilles yang didapatnya membuat ia sulit mengembalikan performanya seperti musim-musim sebelumnya.

Kita tahu bahwa Stam akhirnya keluar dari United pada musim panas 2001 setelah berkonflik dengan Sir Alex Ferguson. Ketika itu Fergie mengaku kecewa atas tulisan dalam autobiografi Stam yang menyebut bahwa United melakukan pendekatan yang ilegal kepadanya. Selain itu ada juga yang menyebut bahwa pemilik 67 caps timnas Belanda ini berkonflik dengan Neville bersaudara.

Akan tetapi beberapa bulan lalu, Stam yang saat ini menjadi manajer Reading mengungkapkan fakta bahwa bukan perselisihan yang menjadi alasan kepergiannya dari Old Trafford. Hal itu ia ungkapkan ketika melakukan wawancara dengan telegraph.

“Setiap klub menginginkan beberapa pemain yang sesuai dengan keinginannya. Dan saya pun kerap beberapa kali berbicara dengan dewan direksi tentang situasi di klub (United). Saat itu mereka mengatakan bahwa United perlu melakukan sesuatu untuk menyeimbangkan neraca keuangan. Kami ketika itu memang sedang memiliki masalah soal anggaran.”

Stam menambahkan,”Mereka harus menjual seseorang dan mereka mendengarkan beberapa penawaran untuk pemain lain. Sialnya itu terjadi kepada saya. Namun saya menyadari bahwa saya telah berada disini tiga musim dan memenangi banyak gelar. Mereka membeli saya 10 juta paun dan tiga musim berikutnya, saya dijual dengan 16,5 juta pounds.”

Pemain yang juga pernah bermain untuk AC Milan ini mengungkapkan bagaimana proses dirinya bertemu dengan Ferguson di salah satu pom bensin. Saat itu ia sebenarnya belum tahu kemana ia akan dijual.

“Saya berkata kepada Ellis (istri Stam) bahwa saya akan pergi lebih awal dari United. Lalu saya berbicara dengan Ferguson yang sayangnya perbincangan tersebut terasa kurang menyenangkan. Lalu saya pulang ke rumah. Dalam perjalanan, agen saya menelepon bahwa klub sudah melakukan pembicaraan di Monaco dan mereka menyetujui tawaran sebuah klub.”

Ia mengatakan,”Saya tidak tahu klub itu apaka Lazio atau bukan. Fergie kemudian menelepon lalu berkata ‘dimana kamu?’ saya menjawab, ‘saya dalam perjalanan pulang.’ Ia lalu berkata ‘tunggulah di pom bensin, saya akan ke sana.’ Lalu dia datang dan masuk ke mobil saya. Dalam waktu satu setengah jam saya pun resmi dilepas United. Lalu kami berpisah satu sama lain.”

Kepada Telegraph, Stam juga menyebut perbincangan yang dilakukan oleh mereka berdua di dalam mobil. Ia mengatakan,”Bos bilang Anda harus pergi. Saya memang bisa bertahan karena masih punya kontrak tapi saya tidak akan bermain rutin seperti sebelumnya. Saya memang tidak senang namun saya bisa mengerti karena klub ingin terus maju dengan beberapa pembinaan jangka panjang. Saya bisa memahami keputusan itu.”

Lebih lanjut Stam mengatakan bahwa ia tidak pernah benci dengan Sir Alex Ferguson. Ia menambahkan, “Saya tidak pernah menganggap Fergie adalah orang yang buruk. Dia manajer hebat yang memberikan pengaruh besar bagi karir dan kepercayaan diri saya.”

Dalam tiga musim karirnya di Manchester, Stam memperkuat United sebanyak 127 caps, mencetak satu gol, serta memberikan enam gelar bagi United.

Facebook Comments
Loading...

Written by Ajie Rahmansyah

Ajie Rahmansyah

Penulis yang seumur hidupnya mencintai Manchester United dan Sepakbola