OUR NETWORK

Haruskah Manchester United Merekrut Jadon Sancho?

Sudah menjadi tradisi kalau setiap pemain sepakbola hebat di dunia, pasti akan dikait-kaitkan dengan Manchester United. Dari zaman Nicolas Gaitan dan Wesley Sneijder hingga Antoine Griezmann dan Neymar Jr, semuanya dirumorkan akan berseragam merah Manchester. Tradisi itu kembali berlanjut saat United dikabarkan siap menebus Jadon Sancho.

Pemuda 18 tahun ini sedang memukau Eropa khususnya sepakbola Jerman. Bersama Borussia Dortmund, Sancho menampilkan permainan sepakbola yang agresif. Skill individunya cukup menawan sehingga bisa mengecoh lawan-lawannya. Torehan delapan gol dan 13 asis menunjukkan bagaimana sosok Sancho adalah salah satu calon bintang sepakbola masa depan bersama Kylian Mbappe dan (mungkin) Marcus Rashford.

Baca juga: Tidak Semua Bisa Jadi Jadon Sancho

Memukaunya aksi Sancho menarik perhatian klub-klub besar Eropa. Selain United, ada Liverpool, Real Madrid, Barcelona, Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Chelsea yang sudah siap mengantri pemain yang baru berusia 18 tahun tersebut. Uang dengan jumlah besar siap dikucurkan untuk menggaet Sancho. Bagi klub-klub Inggris perekrutan Sancho akan membawa keuntungan karena statusnya yang merupakan pemain Home Grown.

Sancho sebenarnya adalah jebolan akademi Manchester City. Ditemukan oleh Joe Shields saat masih bermain untuk akademi Watford, Sancho adalah salah satu generasi terbaik pemain muda Inggris. Ia dibawa ke Manchester City yang memiliki fasilitas akademi terbaik.

Meski belum pernah mencicipi debut berseragam City, namun Sancho sudah menunjukkan kebintangannya saat memperkuat timnas Inggris U-17. Ia membawa tim muda Tiga Singa menjuarai Piala Dunia U-17 pada tahun 2017. Selain itu, ia membawa Inggris ke partai final Piala Eropa U-17. Pada kejuaraan yang digelar di Kroasia tersebut, Sancho mencetak lima gol, meraih gelar pemain terbaik, dan masuk dalam Team of the Tournament bersama rekannya di City, Phil Foden.

Baca juga: Ketika Talenta Terbaik Inggris Memecah Tabu

Sancho sudah membuktikan kehebatan dirinya bersama tim nasional, namun di mata Pep Guardiola ia justru tidak lebih baik dibanding Phil Foden, Ibrahim Diaz, hingga Oleksander Zinchenko. Namanya tidak dibawa saat tim melakukan tur pra musim pada musim panas 2017 lalu yang memunculkan isu kalau Sancho berkonflik dengan Manchester City.

Agar masa depannya tidak terbengkalai, City sebenarnya memberikan gaji besar kepada Sancho. Namun hal itu ditolak karena si pemain menginginkan menit bermain yang rutin. Ia merasa kalah bersaing dengan keberadaan Leroy Sane, Bernardo Silva, dan Raheem Sterling. City kemudian mengalah dan menjualnya ke Borussia Dortmund pada 2017.

Penampilan pada musim pertamanya cukup lumayan yaitu membuat satu gol dan lima asis dari 12 penampilannya. Pada musim kedua, ia memperbaiki catatannya dengan delapan gol dan 13 asis. Pada Oktober 2018 lalu, ia menjadi player of the month Bundesliga. Berkat Sancho juga, Dortmund saat ini masih bertahan di puncak klasemen sementara Bundesliga.

Sancho Bisa Menyelesaikan Masalah United

Dibanding kesebelasan lainnya, United yang paling santer diberitakan siap merekrut Sancho. United siap mengeluarkan uang 100 juta paun untuk membawanya ke sisi Manchester yang lain. Pemain yang orang tuanya berasal dari Trinidad dan Tobago tersebut sebenarnya masih terikat kontrak hingga 2022. Namun hal itu tidak menutup kemungkinan kalau ia bisa pindah lebih cepat

Sancho punya kelebihan yaitu bisa bermain di dua sisi sayap baik di kanan maupun kiri. Sayap kanan adalah teritori terbaiknya selama membela Dortmund. 18 gol yang dibuat atau didesain oleh Sancho datang dari posisi tersebut.

Kelebihan Sancho tersebut sebenarnya bisa menyelesaikan masalah United. Sisi kanan adalah tempat yang sejak zaman David Moyes belum memiliki pemain yang mumpuni. United sebenarnya punya banyak pemain yang bisa bermain sebagai winger. Sebut saja Anthony Martial, Marcus Rashford, dan Alexis Sanchez. Namun tiga-tiganya lebih enak dan nyaman bermain di kiri dibanding sisi kanan. Dengan adanya Sancho, taktik serangan balik yang diperagakan Ole Gunnar Solskjaer bisa semakin berbahaya.

Setan Merah punya peluang yang cukup besar untuk mendatangkan Sancho. Liverpool sudah mundur perlahan karena Jurgen Klopp merasa City tidak akan mau melepas Sancho. Real Madrid yang juga tertarik, nampak lebih mengincar Eder Militao. Lampu hijau sudah menyala, tinggal apakah United bisa merayu City agar aset berharganya tersebut mau dilepas secara ikhlas kepada tetangganya.

Namun United juga harus memperbaiki prestasi mereka di liga kalau mereka serius ingin memikat Sancho. Tempatnya di posisi empat masih belum aman. Pemain-pemain seperti Sancho butuh kompetisi berkualitas seperti Liga Champions dan tim yang memiliki mental juara untuk mematangkan permainannya. Kalau United gagal finis setidaknya di empat besar, jangan harap Sancho mau menanggalkan kostum kuningnya. Lebih baik baginya bertahan di Signal Iduna Park atau kembali memperkuat Manchester City yang bisa mendapatkan kompensasi 18 juta paun apabila Sancho menerima tawaran 100 juta paun dari United.

Comments

Loading...