OUR NETWORK

Ryan Giggs dan Cerita-Cerita Uniknya

Nama Ryan Giggs akan selalu lekat dengan Manchester United. Meski dia pernah bermain untuk akademi Manchester City, namun karier profesionalnya dihabiskan oleh kesebelasan yang berjuluk Setan Merah tersebut. 963 penampilan, 34 gelar, mencetak gol dalam 23 musim beruntun, adalah pencapaian yang mungkin hanya bisa dilakukan oleh Giggs seorang.

Dikarenakan sudah banyak tulisan terkait perjalanan karier, pergantian nama dari Ryan Wilson, hingga kisah skandal perselingkuhan yang ia lakukan muncul jika kita menyelami nama Ryan Giggs di internet, maka penulis ingin mengangkat hal-hal unik dari sosok bernama lengkap Ryan Joseph Giggs ini. Hal ini semata-mata dilakukan untuk ikut serta merayakan hari ulang tahunnya yang ke-45 pada 29 November.

Ditemukan oleh Tukang Susu

Harold Wood adalah orang yang melihat bakat Giggs ketika masih bermain untuk Deans FC. Harold, saat itu adalah steward stadion Old Trafford. Ia kemudian melaporkan apa yang ia lihat tersebut kepada Sir Alex Ferguson sebelum dibawa ke Manchester United.

Akan tetapi, Harold bukanlah orang pertama yang menemukan bakat Giggs. Denis Schofield adalah orang yang pertama melihat talenta Giggs sebagai pesepakbola. Saat itu, Denis bekerja sebagai pemandu bakat paruh waktu sekaligus pengantar susu. Giggs, yang saat itu masih berusia delapan tahun, sudah menarik perhatian Denis.

“Saya adalah tukang susu saat itu, dan sehabis menjual susu saya melihat anak-anak bermain untuk tim sekolah mereka. Saat itu, saya melihat Grosvenor Road Primary bermain. Ketika saya lewat, saya melihat beberapa murid berjalan dengan sepatu bola mereka. Disitu saya melihat ada anak berusia delapan tahun di sayap kiri yang berlari seperti kijang. Namanya Ryan Wilson.

Dicium Saat Mengambil Sepak Pojok

Pada saat United melakukan laga pra musim 1994 menghadapi Shelbourne, sebuah kejadian mengejutkan menimpa dirinya. Saat bersiap mengambil sepak pojok, seorang gadis dengan peracya diri mencium pipinya. Si gadis itu kemudian kembali ke bangkunya dengan perasaan malu sementara Giggs memilih untuk pura-pura tidak tahu mengenai kejadian tersebut.

Sembunyi di Lemari

Sir Alex Ferguson adalah seorang pelatih yang tidak ingin para pemain mudanya terjebak dalam dunia malam. Jika ia melihat hal tersebut menimpa para pemainnya, jangan harap kariernya akan selamat. Hal itu nyaris saja menimpa Giggs. Selepas gagal membawa United juara divisi I 1992, Lee Sharpe mengundang Giggs ke rumahnya untuk pesta. Sayangnya, hal ini ketahuan oleh Ferguson yang kemudian membuntuti keduanya.

Ferguson akhirnya merusak pesta tersebut. Ia memerintahkan semua orang yang ada di rumah Sharpe untuk keluar termasuk Giggs. Giggs, yang mengetahui kalau bosnya akan datang kemudian memilih bersembunyi di lemari. Dasar Ferguson, sepintar-pintarnya Giggs bersembunyi dia tetap ketahuan dan disuruh keluar oleh Fergie.

Tukang Pungut Bola

Saat belum mendapat kontrak profesional, Giggs pernah menjadi tukang pompa bola untuk para pemain senior United. Bola-bola tersebut kemudian akan diuji oleh Peter Schmeichel. Jika tekanan udara dalam bola tersebut dirasa kurang, maka Schmeichel akan membuang bola jauh-jauh ke sungai yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat latihan United, The Cliff. Tugas Giggs adalah memungut bola-bola itu kembali.

Insiden Tanda Tangan dengan Penggemar Liverpool

Di usianya yang masih 19 tahun, Giggs sudah pernah terlibat insiden dengan salah seorang penggemar Liverpool. Hal itu terjadi saat Setan Merah kalah 2-0. Setelah pertandingan, banyak pemuda yang mengelilingi Giggs untuk meminta tanda tangan. Hal itu memang harus dilakukan karena menjadi kewajiban klub untuk memberikan tanda tangan kepada para penggemarnya.

Akan tetapi, Giggs tidak tahu kalau salah seorang yang meminta tandan tangannya adalah penggemar Liverpool. Setelah mendapatkan goresan tangan Giggs, ia kemudian merobeknya di depan Giggs. Beruntung Giggs bersikap santai dan tidak terpancing oleh tingkah laku pemuda tersebut.

Perayaan Gol Bersama Paul Ince

Perayaan Gol Ryan Giggs dalam laga melawan Arsenal mungkin menjadi yang paling banyak diingat oleh para penggawa United. Akan tetapi, sebelum aksi memutar-mutar kaus tersebut, Giggs sudah memiliki perayaan gol tersendiri bersama dengan rekan setimnya, Paul Ince. Meski begitu, perayaan gol tersebut terbilang sangat konyol dan menimbulkan gelak tawa.

“Memikirkan perayaan gol itu sangat ngeri. Kami menyentuh tangan masing-masing dan kemudian menarik diri satu sama lain dan menyeringai seperti seorang idiot. Melihatnya lagi saat ini, benar-benar konyol. Padahal saat itu, perayaan tersebut terlihat sangat keren.”

Comments