in

Bill Foulkes, Sosok Tangguh di Lini Belakang Setan Merah (1)

Jika kita melihat daftar lima besar pemain dengan jumlah penampilan terbanyak bersama Manchester United, ada satu nama yang mungkin jarang dikenal banyak orang. Nama tersebut adalah William Anthony Foulkes atau lebih akrab disapa Bill Foulkes.

Sosok bek tengah ini berada di peringkat keempat dalam daftar pemilik jumlah caps terbanyak United dengan 688 penampilan. Namanya hanya kalah dari Paul Scholes, Bobby Charlton, dan Ryan Giggs yang berada di atasnya. Meski namanya begitu melegenda namun sangat jarang fans United mengingat pemain yang satu ini.

Foulkes memang tidak berada dalam era yang tepat. Nama besarnya tertutupi dengan kebintangan Trio Law, Best, dan Charlton. Orang-orang mungkin lebih banyak yang mengetahui nama Paddy Crerand ketimbang dirinya. Kesetiannya bersama United mungkin hanya diakui oleh fans-fans United yang sudah sepuh ketimbang para penggemar milenial.

Perjuangan Foulkes menjadi pesepakbola sangatlah berat. Ada dua faktor yang bisa dibilang mempengaruhi jalan karir seorang Foulkes. Yang pertama karena dia lahir dari keluarga pecinta rugby ketimbang sepak bola. Kakeknya adalah anggota timnas Rugbi Inggris sedangkan sang Ayah adalah anggota tim Divisi Tiga, New Brighton.

Faktor kedua adalah sifat Foulkes yang kurang percaya diri. Karakternya yang pendiam kerap membuat dirinya ragu untuk memilih karir sebagai pesepakbola. Meski Sir Matt Busby berminat untuk menjadikannya pemain professional ketika ia masih bermain di tim sekolah Winston Boys pada 1950, namun Foulkes lebih memilih mendaftar sebagai pemain magang setahun berselang.

Sembari menjadi pemain magang, Foulkes juga bekerja di sebuah industri batu bara Lea Green di sekitar kediamannya. Ia hanya berlatih bersama United pada Selasa dan Kamis sore. Sisanya ia habiskan di bawah tanah dengan memungut sisa batu bara yang jatuh untuk kembali dinaikkan ke kereta. Baginya bekerja di dunia tambang saat itu lebih menguntungkan ketimbang menjadi pesepakbola.

“Saya bangun pukul lima pagi, kemudian saya melintasi lading untuk mencapai Colliery satu jam berselang. Kemudian saya menjalani shift saya hingga pukul setengah tiga siang. Saya lalu mandi, mengambil perlengkapan sepak bola saya lalu naik kereta dari Lea Green dan sampai di Manchester pada setengah lima sore dan berlatih meski terkadang latihan tim tidak selalu dimulai pada pukul enam,” ujarnya dalam autobiografinya, Manchester United and Beyond.

Akan tetapi kegiatan yang sangat melelahkan tersebut justru menempa dirinya untuk menjadi seseorang yang lebih kuat. Sifat pendiamnya memang masih ada namun kali ini diimbangi dengan ketangguhan dan sikap keras kepala ala seorang pekerja. Hal tersebut membuat performanya sebagai bek tengah semakin meningkat seiring waktu.

Busby kemudian memberikannya debut bersama United dalam laga besar menghadapi Liverpool pada 13 Desember 1952. Itulah kali pertama seorang Foulkes mencicipi dunia kulit bundar secara resmi. Meski bermain dalam kondisi cedera engkel, namun ia mampu tampil apik dalam kemenangan United 2-1 atas rivalnya tersebut yang membuat ia kembali diturunkan pada pertandingan berikutnya.

Foulkes hanya bertanding dua kali dalam musim debutnya. Engkelnya yang membengkak pasca pertandingan keduanya membuat ia harus absen sepanjang musim tersebut. Akan tetapi ia membalasnya dengan tampil sebanyak 33 kali pada musim berikutnya sekaligus menyingkirkan bek United sebelumnya, Tommy Mcnulty.

Penampilannya yang konsisten membuat dirinya kemudian mendapat panggilan memperkuat tim nasional. Ia tampil baik dalam kemenangan Inggris atas Irlandia Utara pada Oktober 1954. Ia berhasil menjalani pertandingan Internasionalnya tersebut meski pada pagi harinya ia maish bekerja di tambang. Sesuatu yang mungkin jarang terjadi di era sekarang ini.

Setelah beberapa kali menolak ajakan Busby untuk menjadi pemain pro, Bill akhirnya memutuskan untuk menanda tangani kontrak profesional bersama United dan meninggalkan pekerjaannya di dunia tambang pada musim 1954/1955.

Kehadiran Busby Babes macam Duncan Edwards, Eddie Colman, serta Tommy Taylor menjadi alasan dibalik melunaknya sikap Foulkes terhadap sepak bola. Bersama pemain-pemain muda dan bertalenta tersebut, Foulkes siap menjemput prestasi bersama Manchester United.

Facebook Comments
Loading...

Written by Ajie Rahmansyah

Ajie Rahmansyah

Penulis yang seumur hidupnya mencintai Manchester United dan Sepakbola