OUR NETWORK

Kieran McKenna, Pernah Berkarier di Spurs, Kini Melatih U-18 United

Tahith Chong, Angel Gomes, Callum Gribbin, Indi Boonen, dan DJ Buffonge, adalah nama-nama pemain akademi U-18 United yang tengah naik daun. Salah satunya adalah Angel Gomes yang dikabarkan menarik perhatian dari klub Catalan, FC Barcelona beberapa waktu lalu. Hal ini bisa jadi adalah buah dari performa apik akademi United U-18 di liga. Sejauh ini, United berada di peringkat kedua, selisih satu poin saja dengan peringkat pertama, Manchester City. United U-18 juga baru menelan sekali kekalahan dari 10 pertandingan terakhir yang dijalaninya.

Performa menanjak United U-18 di liga jua didorong oleh faktor lain, yaitu pelatih baru. Di mana pada awal September lalu, akademi U-18 United kedatangan pelatih baru bernama, Kieran McKenna. Penasaran bagaimana latar belakang dari Kieran? Berikut ulasannya.

Pensiun Sebagai Pemain pada 2009

Sebelum banting setir sebagai pelatih akademi, Kieran dulunya bermain untuk Tottenham Hotspur. Pria berusia 30 tahun ini datang dari klub kecil bernama Enniskillen Town pada 2002 ke White Hart Lane. Sayang, kariernya sebagai pemain harus berakhir lebih cepat karena cedera pinggang yang dialaminya. Tercatat pada 2009 Kieran pensiun sebagai pemain Spurs.

“Saya berada di Tottenham sejak umur 14 tahun. Datang dari Irlandia menggunakan kereta untuk bergabung dengan akademinya. Lalu sejak umur 16 tahun hingga tujuh tahun kemudian saya bermain penuh sebagai pemain Tottenham. Sayang cedera berat menghampiri saya dan harus pensiun di umur 23 tahun,” kenang Kieran.

Sebagai pemain, Kieran bisa dibilang memiliki talenta yang patut dipertimbangkan. Salah satu orang yang mengakui hal tersebut adalah legenda Spurs, Clive Allen, ketika dimintai komentar soal pensiun dini Kieran. “Kamu tidak akan salah jika memiliki 11 tipe pemain seperti Kieran McKenna dalam timmu,” sanjung Allen yang ketika masih aktif bermain di posisi striker tersebut.

Menjadi Pelatih U-18 Tottenham dan Hijrah ke United

Setelah pensiun, Kieran memutuskan untuk bergabung di staf kepelatihan Tottenham. Selama menangani tim U-18 Tottenham, salah satu prestasi Kieran adalah membawa timnya ke semifinal Piala FA, sebelum kalah di tangan The Blues, Chelsea.

Tujuh tahun berselang, Kieran mendapat tawaran dari Nicky Butt (Kepala Akademi United) untuk melatih United U-18. United U-18 saat itu tengah dilatih pelatih sementara Tommy Martin. Paul McGuiness yang sudah 11 tahun memegang jabatan itu sebelumnya, memutuskan berhenti pada Februari 2016. Tanpa ragu, Kieran yang mengaku penggemar United semenjak kecil memutuskan setuju dengan tawaran tersebut dan resmi menjadi pelatih United U-18 pada 1 September lalu.

“Saya belajar banyak dan Tottenham meraih banyak kesuksesan dengan akademinya. Jadi saya yakin di United saya akan melanjutkan tradisi tersebut. Hijrah ke United adalah langkah terbesar yang bisa seseorang buat. Akademinya adalah salah satu akademi yang terbaik dan merupakan mimpi yang tergapai bagi saya,” kata Kieran perihal kepindahannya ke United.

Nicky Butt ternyata memiliki alasan tersendiri mengapa Kieran yang dipilihnya. Dalam wawancara dengan Manchester Evening News, Butt mengatakan karakter Kieran yang berdedikasi, memiliki komitmen tinggi, dan sangat terorganisir cocok dengan filosofi Manchester United.

“Setiap orang yang saya datangi untuk membicarakan dia (Kieran), semuanya mengatakan hal yang positif. Coba kalian lihat performa Spurs tahun lalu (2014/2015) yang hampir memenangkan Liga Primer Inggris. Dimana di dalam skuadnya berisi lulusan akademi setempat,” jelas Butt.

Butt yang ketika aktif bermain di posisi gelandang ini jua mengatakan bahwa kedatangan Kieran diharapkan bisa memberikan kesegaran. Lantaran, kata Butt, United ingin fleksibilitas dari segi ide untuk pengembangan akademi United.

“Kita (United) butuh seseorang yang segar, antusias, dan dengan visi maju ke depan. Kita jua tidak ingin pelatih baru datang dan kita berikan aturan-aturan yang mengatakan bagaimana kita bertindak di sini. United ingin seseorang yang datang dengan ide mereka sendiri, lalu yang terpenting sesuai dengan filosofi kami,” lanjut Butt.

Pilihan Nicky Butt tampaknya tepat, lantaran performa United U-18 yang sempat turun langsung menanjak. Pada laga debutnya melawan Middlesbrough, United U-18 menang 5-1. Lalu pada pertandingan selanjutnya melawan West Brom, lagi-lagi United mencetak 5 gol, hingga menang 5-3.

Strategi Jalan-jalan ala Kieran

Soal strategi pengembangan sendiri, Kieran memiliki formula khusus untuk United U-18. Salah satunya adalah mengikuti program pertandingan ke luar negeri. United U-18 pada Oktober lalu mengalahkan MSK Zilina di Slovakia. Menurut Kieran, perjalanan tersebut menjadi penyegaran mental bagi para pemain.

“Kita (United U-18) melakukan kunjungan ke Slovakia untuk pelatihan camp. Ini akan menjadi momen penyegaran dari musim liga untuk memiliki waktu bersama selama 4-5 hari. Saya melakukan ini jua ketika di Tottenham dan itu bagus untuk mengenal rekan satu dengan yang lainnya,” terang Kieran.

Dalam waktu dekat, Kieran jua akan membawa United U-18 ke luar negeri kembali, yaitu ke Jerman untuk mengikuti kompetisi Sparkasse dan VGH yang dimulai pada 5 Januari mendatang. Dalam kompetisi ini, United U-18 akan melawan FSV Mainz 05, Hamburger SV, dan Sparta Gottigen. Ini adalah kali pertama United berpartisipasi dalam kompetisi ini. Pada tahun-tahun sebelumnya, Mesut Oezil dan Manuel Neuer pernah berlaga di kompetisi ini.

Melihat perjalanan Kieran sebagai pelatih tampaknya akademi United U-18 ada di tangan yang tepat. Sejumlah kemenangan memang bukan tolak ukur yang tepat untuk level akademi, namun perkembangan personal pemain-pemainnya. Semoga di tangan Kieran, akademi United U-18 dapat terus melahirkan pemain-pemain masa depan Manchester United yang berkualitas!

Sumber : hitc.com, Mirror.co.uk, soccerway.com, Manutd.com, dan Mufclatest.com

Comments

Loading...