OUR NETWORK

Serba Salah dalam Kasus Romelu Lukaku

Tidak hanya dibuat pusing oleh para pemain incaran, Manchester United juga dibuat pusing oleh tingkah salah satu pemainnya.

***

Manajemen Manchester United sedang dibuat gusar oleh salah satu pemainnya. Pada Rabu (7/8) kemarin, Romelu Lukaku ternyata tidak kunjung hadir dalam sesi latihan Manchester United jelang melawan Chelsea pada akhir pekan nanti. Si pemain dikabarkan memilih untuk tetap tinggal di Belgia dan berlatih bersama mantan klubnya, Anderlecht.

Sebelumnya, Lukaku memang diberi kesempatan untuk berlatih bersama klub legendaris Belgia tersebut. Akan tetapi, ia hanya diberikan izin libur selama satu hari saja. Diharapkan pada Selasa (6/8) kemarin ia sudah tiba dan berlatih bersama rekan setimnya di Carrington. Namun hingga Rabu kemarin, batang hidung Lukaku tidak kunjung terlihat dan si pemain nampaknya memilih tinggal di Belgia.

Hal ini membuat manajemen United kesal. Ia tanpa izin memilih mangkir dari sesi latihan. Pihak klub dikabarkan siap menjatuhkan denda kepada penyerang yang merupakan pemain depan dengan gol terbanyak bagi United dalam dua musim terakhir ini. Belum jelas berapa jumlah denda yang dibayarkan Lukaku, namun menurut isu yang beredar, Lukaku akan didenda sebesar dua pekan gajinya yaitu 360 ribu paun (6,2 miliar rupiah).

“Seperti ramai diberitakan, Lukaku akan dijatuhi denda karena tidak mengikuti sesi latihan Manchester United kemarin,” tutur wartawan BBC, Simon Stone.

Beberapa hukuman lain disebut-sebut datang kepada mantan pemain Everton ini. Seperti dilansir dari The Athletic, Solskjaer dikabarkan telah memerintahkan Lukaku untuk berlatih bersama tim U-23 jika dia tetap datang ke tempat latihan United. Tidak hanya itu, Lukaku juga dilarang untuk berada di dekat skuad utama.

Hubungan Solskjaer dan Lukaku yang Merenggang

Dengan kejadian ini, karier Lukaku di United bisa dikatakan telah berakhir. Dalam beberapa hari terakhir, konflik diantara Lukaku dan Manchester United (khususnya Solskjaer) terus meninggi. Padahal, baik keduanya pernah saling memuji satu sama lain. Lukaku pernah menyebut kalau Solskjaer memberikan dimensi baru kepada permainan United, di sisi lain Solskjaer juga pernah mengatakan kalau Lukaku punya peranan penting di United.

“Masih banyak pertandingan yang harus kami mainkan. Ini tentang bagaimana Anda mengambil peluang ketika mendapatkannya. Tidak ada yang mencetak gol lebih banyak di sesi latihan dibanding Lukaku. Saya senang dengan Rom (Lukaku). Dia adalah seorang finisher yang berkualitas,” tutur Solskjaer setelah pertandingan melawan Crystal Palace pada musim lalu.

Renggangnya hubungan Lukaku dengan United diawali dari keteledoran si pemain yang mengunggah video hasil latihan United dalam akun Twitter pribadinya. Dalam video tersebut, ia menunjukkan data kalau dirinya hanya kalah dari Diogo Dalot soal kecepatan berlari. Ia ingin menjawab para pengkritiknya yang menilainya sebagai pemain lamban. Ke-sembrono-an Lukaku ini memaksa Solskjaer untuk meminta tolong si pemain menghapus unggahannya tersebut.

Keputusan Lukaku untuk berlatih bersama Anderlecht sebenarnya bisa diterima manajemen klub. Namun kubu United tidak menyangka kalau selama di sana, Lukaku mengenakan kostum Anderlecht. Hal ini dirasa menyinggung United yang disponsori Adidas. Anderlecht sendiri disponsori oleh Joma. Menurut pimpinan Joma di Belgia, Erwin Palmers, Lukaku memang harus memakai kostum Anderlecht jika dia benar-benar berlatih di sana.

“Bagi kami, kehadiran Lukaku adalah bentuk pemasaran yang indah. Jika Lukaku berlatih bersama Anderlecht, maka dia otomatis harus mengenakan brand kami. Secara kontrak sudah disepakati, jika segala sesuatunya terdapat unsur Anderlecht di dalamanya, maka dia otomatis harus memakai pakaian dengan mereka kami. Bahkan jika Lionel Messi berlatih bersama Anderlecht, maka dia harus memakai pakaian Joma,” tutur Palmers.

Lukaku Hanya Ingin Pindah

Lukaku memang sudah melakukan tindakan yang tidak profesional. Suka tidak suka dengan kondisinya sekarang ini, Lukaku masih menjadi pemain United. Ia juga masih memiliki kontrak yang cukup panjang dengan United. Mau tidak mau dia harus menuruti permintaan klub yang menginginkannya untuk kembali ke United secepatnya.

Namun jika melihat dari kacamata lain, apa yang dilakukan Lukaku seperti sebuah cara untuk memaksa United menjualnya secepat mungkin. Sejak beberapa bulan lalu, Lukaku memang sudah tidak lagi masuk dalam skema Solskjaer. Sang manajer tidak menyukai tipikal permainan Rom. Dia menginginkan lini depannya bermain dinamis dengan perpindahan posisi yang intens satu sama lain. Hal ini yang menjadi alasan mengapa Solskjaer lebih mengutamakan Martial dan Rashford meski jumlah golnya tidak sebanyak Lukaku.

Lukaku butuh kepastian mengenai masa depannya. Namun kubu United sendiri masih kebingungan bagaimana cara menjualnya. Peminat terbesarnya (baca: Inter Milan) tidak bisa memenuhi permintaan United yang menginginkan lebih dari 80 juta paun dan harus dibayar cash. Di sisi lain, bursa transfer keluar juga hanya tinggal hitungan minggu.

“Manchester United sedang berada dalam posisi yang tidak jelas terkait Lukaku. Dia adalah pencetak gol yang bisa diandalkan dan menjadi aset yang cukup bagus. Akan tetapi, hubungannya dengan Solskjaer mulai retak sehingga mereka (United) kini dipaksa untuk menjualnya,” tutur Samuel Luckhurst dalam akun Twitternya.

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, menjual Lukaku melebihi harga ketika United membelinya jelas tidak mungkin. Catatan golnya bersama United tidak spesial layaknya Mohamed Salah atau Harry Kane. Performanya kerap naik turun dan bahkan sejak musim lalu selalu berkutat dengan cedera.

Menurut Corriere dello Sport, Agen dari si pemain, Federico Pastorello sedang mengusahakan kepindahan kliennya ke salah satu tim diantara Inter Milan dan Juventus. Akan tetapi, United sendiri dikabarkan baru akan menerima tawaran untuk Lukaku jika jumlahnya sesuai dengan keinginan mereka.

Lukaku jelas patut untuk khawatir. Seandainya United tetap kukuh kalau dia harus dibayarkan secara tunai, dan disisi lain ternyata klub-klub peminat tidak bisa membayarnya, lantas apa yang akan dilakukan United terhadap Lukaku mengingat si pemain sendiri sudah terasing dari skuad utama dan tidak dibutuhkan lagi oleh Ole Gunnar Solskjaer?

Kabar Terbaru: Romelu Lukaku sudah tiba di Milan pada Kamis (8/8) dini hari. Lukaku direncanakan melakukan tes medis di Inter pada Siang ini.

Comments

Loading...