OUR NETWORK

Peningkatan di Lini Depan, Rapuh di Lini Belakang

Manchester United lagi-lagi gagal meraih kemenangan pada laga pra musim 2018. Menghadapi AC Milan di ajang International Champions Cup, mereka hanya bermain imbang 1-1. Beruntung United masih mendapat dua poin berkat kemenangan 9-8 pada babak adu penalti.

Lazimnya laga uji coba, Jose Mourinho pun kembali menurunkan susunan pemain yang berbeda dibanding laga-laga sebelumnya. Lee Grant kembali bermain sejak awal, begitu juga dengan Alexis Sanchez yang bermain sebagai striker menggantikan Anthony Martial. Pemain asal Prancis ini absen karena kekasihnya melahirkan. Yang menarik adalah Jose memainkan skema tiga pemain belakang dengan Chris Smalling, Eric Bailly dan Axel Tuanzebe sebagai bek tengah. Posisi bek sayap diisi oleh Matteo Darmian dan Luke Shaw.

Dibandingkan dua uji coba sebelumnya, permainan United sebenarnya ada peningkatan yang cukup baik khususnya di lini depan. Keberadaan Juan Mata dan Andreas Pereira sebagai gelandang serang mampu meningkatkan kreativitas serangan United. Proses gol pertama berasal dari cermatnya Mata melihat posisi lari Sanchez. Pemain Cile ini menjadi salah satu penampil terbaik pada tersebut. Selain satu golnya, ia setidaknya membuat dua peluang emas dan menjadi kreator bagi beberapa peluang lainnya.

Tercatat tujuh dari delapan sepakan United mengarah ke gawang. Meski hanya satu yang berbuah gol, namun angka ini jauh lebih baik ketimbang dua laga sebelumnya saat memakai Anthony Martial sebagai seorang striker. Menarik untuk melihat apakah Sanchez bisa meneruskan penampilan apiknya dalam dua uji coba setelahnya.

Sayangnya peningkatan di lini depan tidak diimbangi dengan kokohnya lini belakang United. Axel Tuanzebe berandil dalam bobolnya gawang timnya. Ia berdiri di belakang dua rekannya yang mengakibatkan Suso memanfaatkan kelalaian United membuat jebakan offside. Sepakannya tidak bisa dijangkau Grant dan mengubah skor menjadi 1-1.

Jose terlihat gusar terhadap lini pertahanannya. Ia beberapa kali menempelkan telunjuknya kepada para pemain belakang United untuk terus berkonsentrasi. Para pemain belakang terlihat kesulitan untuk mengembangkan permainan mereka pagi tadi.

Duet Shaw dan Darmian jarang membantu serangan. Serangan United bahkan sering hilang saat bola ada di kaki mereka. Trio Bailly, Smalling dan Tuanzebe pun masih terlihat panik ketika menghadapi serangan Rossoneri. Pada 15 menit terakhir, Jose seolah seolah ingin menguji para pemain belakangnya dengan menarik Shaw dan memasukkan Fosu Mensah sekaligus mengubah formasi menjadi 4-4-2 dengan Tuanzebe sebagai fullback kiri.

Penampilan Apik Joel Pereira

Tidak ada hasil imbang dalam International Champions Cup. Skor sama membuat laga dilanjutkan ke babak adu penalti. Tidak ada yang mengira kalau babak tos-tosan ini berjalan jauh lebih menarik ketimbang babak kedua.

Tercatat ada 26 penendang dengan empat pemain yaitu Hakan Calhanoglu, Frank Kessie, Andreas Pereira dan Ander Herrera menendang sebanyak dua kali. United sebenarnya bisa menyelesaikan babak adu penalti apabila penendang kelima, Joel Pereira tidak digagalkan oleh Reina. Sebaliknya, Milan sebenarnya bisa mengalahkan United andai sepakan Alesio Romagnoli atau Stefano Mauri tidak diselamatkan Joel Pereira. Penjaga gawang asal Portugal ini tampil baik pada babak adu penalti. Sepakan Fabio Borini, Suso dan Mauri berhasil di blok oleh Joel. Sebuah penampilan yang semakin menggoda klub lain untuk meminjamnya.

“Saya telah berada 18 bulan di sini dan manajer memberi saya kepercayaan untuk bermain dan melakukan sesuatu yang tepat. Minggu depan saya akan bertemu dengan menajer dan membahas di mana saya akan bermain,” ujar penjaga gawang asal Portugal ini.

Comments