OUR NETWORK

Jose Mourinho: Kami adalah Kesebelasan yang Paling Sial di Premier League

Manchester United memang bermain seri 1-1 atas Arsenal pada Sabtu (19/11) kemarin. Namun, tidak ada kemarahan ataupun saling menyalahkan dari mulut Jose Mourinho. Sebaliknya, ia terkesan membela tim. Mou menuturkan bahwa hasil tersebut adalah tanda positif atas perkembangan timnya.

“Kami punya satu bursa transfer dan empat bulan masa kerja. Kami punya banyak pemain muda dan pemain tua, jadi kami membutuhkan banyak hal untuk dilakukan.”

“Namun, jika Anda menyaksikan pertandingan melawan Burnley, Stoke, dan Arsenal, jika Anda punya enam poin tambahan dari pertandingan itu, coba lihat ada di mana posisi kami. Kalau kami tetap bermain seperti ini, semuanya akan baik-baik saja,” kata Mou.

Berikut wawancara lengkap Mourinho usai pertandingan kepada Sky Sports:

Lagi-lagi dua poin gagal diraih. Bagaimana menurut Anda?

Tentu saja. Ini adalah permainan tim sejauh ini. Aku tak bilang kalau mereka tak mau menang. Aku lebih memilih mengatakan bahwa mereka kehilangan kesempatan untuk menang. Mereka tak bisa mengalahkan Arsenal dengan cara mereka bermain sepakbola dengan normal.

Tapi kami begitu fenomenal dalam hal menggalang lini pertahanan, sungguh fenomenal cara kami menekan, cara kami me-recovery saat kehilangan bola, bagaimana kami mengontrol serangan balik mereka, bagaimana kami mengontrol pemain terbaik mereka. Kami begitu fenomenal. Saat kami mengontrol bola kami sangat nyaman dan menunjukkan sepakbola yang berkualitas.

Kami mencetak gol yang begitu fantastis. Kami punya kesempatan untuk mencetak gol sebelumnya. Kami punya kesempatan untuk mengakhiri pertandingan [dengan kemenangan].

Marcos Rojo dan Paul Pogba punya kesempatan membawa kami unggul 2-0. Namun, saat ada keadaan di mana kami tak bisa menyelesaikan, Arsenal malah mencetak gol. Jadi, mereka adalah tim yang beruntung. Dan kami adalah tim yang tidak beruntung. Tapi, ya itulah sepakbola.

Apakah Anda mengkritisi tim ini karena kebobolan?

Tidak. Tidak. Pertama-tama, [Alex Oxlade] Chamberlain adalah pemain yang cepat, segar, dan baru diturunkan di atas lapangan. Dia berhadapan satu lawan satu lawan anak-anak [Rashford]; anak yang semua orang ingin agar dia dimainkan setiap menit, di setiap pertandingan, meski itu tidak mungkin.

Dia [Rashford] kalah dalam pertarungan satu lawan satu, dan mereka mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti; sebuah momen di mana mereka tahu kalau pertandingan belum berakhir; kalau mereka bukan cuma punya striker tapi juga bek tengah, yang aku rasa itu Koscielny. Kami tak punya jumlah pemain di dalam kotak penalti yang mampu beradu dalam hal ukuran tubuh, dan kami kebobolan oleh gol yang sejatinya tak pantas kami dapatkan.

Apakah Anda pikir layak mendapatkan penalti di babak pertama?

Aku tak mau bicara soal itu. Aku punya perasaan yang bagus dengan Andre Marriner. Dia adalah tipe wasit yang saat membuat kesalahan bagi tim ku, aku tahu kalau ia tidak sengaja melakukan itu.

Aku ingat kata-katanya sebelum pertandingan di ruang ganti. Ia bilang: Aku tak ingin menjadi pendosa. Aku ingin melakukan tugasku sebaik mungkin.

Dan dia benar. Dia tak ingin menjadi bintang pertandingan. Dia ingin menjadi seseorang yang jujur dan wasit yang baik. Dan kalau itu adalah sebuah kesalahan, aku tak ingin bilang itu ‘ya’ atau ‘tidak’. Memang, aku tahu karena aku menyaksikannya lewat video beberapa kali, tapi aku tak ingin bilang apakah itu kesalahan atau bukan; karena dia adalah wasit yang bagus.

Soal kesempatan untuk Martial dan Rashford, mengapa Anda menurunkannya?

Aku lebih memilih untuk mengatakan kalau tim ini bermain dengan sangat bagus. Mereka adalah bagian dari tim saat tim bermain bagus. Tentu pemain dengan bakat seperti Martial dan lainnya, semua berharap sesuatu yang besar. Anda bisa mengecek kalau [peluang Martial] menghasilkan penyelamatan yang bagus [dari Cech]. Dia melakukan yang terbaik dan aku tak ingin memberi kritik, karena aku sangat bahagia dengan tim ini.

Aku merasa kalau United adalah kesebelasan yang paling tidak beruntung di Premier League. Karena inilah kenyataannya. Kalau kita analisis tiga pertandingan terakhir di kandang, melawan Stoke kita bisa menang 5 sampai 6 nol, tapi kami gagal. Lawan Burnley kami juga bisa menang 5 sampai 6 nol tapi kami gagal, dan hari ini, harusnya kami menang 2-3 nol tapi kami gagal. Jadi saya merasa kalau ini adalah tim yang tidak beruntung.

Aku sangat bahagia dengan para penggemar karena ini unik, ini sangat hebat. Mereka tahu apa itu sepakbola, mereka tahu bagaimana mendukung tim meskipun kami gagal menambah dua poin di kandang. Mereka berlaku adil dan perhatian terhadap klub dan pemain. Saya super bahagia. Dan kami adalah kesebelasan paling tidak beruntung di Premier League.

 

Comments

Loading...