OUR NETWORK

Dua Sisi Penampilan United

Manchester United mampu mengobati kekalahan atas Spurs tiga hari lalu dengan meraih kemenangan 2-0 atas Huddersfield dalam lanjutan pekan ke-26 Premier League 2017/2018. Dua gol yang masing-masing dicetak Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez membuat United masih bertahan di posisi kedua klasemen sementara.

Hasil ini juga memperpendek jarak menjadi 13 poin dengan Manchester City. Beberapa jam sebelum laga United kontra Huddersfield, Si Tetangga tertahan imbang 1-1 atas Burnley. Sementara kekalahan ini membuat Huddersfield terjun ke peringkat 19.

Susunan Pemain

Jose Mourinho sepertinya kapok untuk menurunkan Alexis dan Anthony Martial secara bersamaan. Pada laga kali ini, Mou lebih memilih memainkan Sanchez sejak menit awal ketimbang Martial. Sementara sisi kanan diisi kembali oleh Juan Mata.

Selain itu, Mou dengan berani mencadangkan Paul Pogba dan memilih memainkan Scott McTominay sebagai poros ganda. Meski telah dibantah oleh Mou, bukan tidak mungkin penampilan buruknya ketika melawan Spurs menjadi penyebab dirinya dicadangkan.

Kebijakan rotasi juga dilakukan oleh David Wagner. Ia mengistirahatkan Aaron Mooy serta Steve Mounie. Sahabat Jurgen Klopp ini memilih memainkan Collin Quaner yang belum mencetak gol satupun di musim ini ketimbang Mounie.

Dominasi Semu United di Babak Pertama

Jika melihat statistik, Manchester United benar-benar mendominasi hampir sepanjang 90 menit pertandingan. Semua aspek seperti penguasaan bola (75% berbanding 25%), pembuatan peluang (10 berbanding 2) serta sepakan ke gawang (7 berbanding 0) United jauh lebih unggul dibanding lawannya tersebut. Akan tetapi, semua catatan apik tersebut tidak didapatkan dengan mudah.

Babak pertama United berjalan sangat sulit. Mereka dipaksa memainkan bola lebih banyak di lini belakang dan tengah dikarenakan menumpuknya para pemain The Terriers di wilayah pertahananya sendiri. David Wagner memerintahkan anak asuhnya untuk bermain dengan garis pertahanan rendah dan baru melancarkan pressing setelah para pemain United melewati garis tengah.

Pada 45 menit awal, ketiadaan Pogba tampak begitu terasa. Kehadiran Scott McTominay yang tidak sekreatif Pogba membuat suplai bola ke lini depan sering kali terhambat. Inilah yang membuat Alexis dan Juan Mata kerap mundur hingga ke tengah untuk mencari bola sehingga United jarang sekali merangsek ke kotak penalti lawan karena tekanan para pemain Huddersfield.

Tidak hanya itu, para pemain depan United pun terlihat begitu terburu-buru ketika menguasai bola. Beberapa kali momentum mereka hilang ketika melakukan umpan satu-dua sehingga bisa direbut oleh para pemain lawan.

Sosok Phillip Billing sendiri menjadi parasit untuk kubu Setan Merah. Dia selalu menjadi orang pertama yang akan memotong aliran bola yang akan diberikan lini tengah kepada Romelu Lukaku. Catatan 2 intersep dan 4 sapuan menandakan bagaimana lini tengah mereka mampu meredam agresivitas para pemain United.

United Lebih Berani di Babak Kedua

Sayangnya, Billing hanya bertahan selama 33 menit saja. Ia mengalami cedera dan digantikan oleh Aaron Mooy yang permainannya sedikit lebih menyerang. Masuknya gelandang Australia ini justru membuat United memiliki banyak celah terutama pada babak kedua.

Dalam interval kedua, Setan Merah bermain lebih menekan. Sisi sayap yang sangat pasif pada babak pertama terlihat begitu aktif pada babak kedua. Dari 17 umpan silang yang dilepaskan, 10 diantaranya baru muncul pada babak kedua. Salah satunya adalah gol pertama Romelu Lukaku yang memanfaatkan umpan silang Juan Mata.

Mou pun semakin berani setelah mendapatkan gol pertama. Paul Pogba, kemudian dimasukkan untuk menambah daya gedor mengingat lini tengah Huddersfield yang menimbulkan celah sepeninggal Billing. Mereka pun kemudian mendapatkan penalti yang dieksekusi sendiri oleh Sanchez.

Sanchez Masih Harus Lebih Tenang

Satu nama yang pantas dilabeli sebagai Man of the Match tentu saja rekrutan baru United, Alexis Sanchez. Pemain asal Chile ini tampil sangat dominan dengan menjadi kreator di hampir seluruh serangan United. Catatan sentuhan bolanya yang mencapai 119 kali (tertinggi kedua setelah Nemanja Matic) membuktikan kalau dia adalah tumpuan baru Manchester United di musim ini.

Ia juga melepaskan enam tembakan, lima tekel sukses, tiga peluang, dan sembilan kali berhasil melewati lawan. Ia juga menjadi pemain United yang paling sering dilanggar dalam pertandingan tadi dengan tujuh kali. Hanya saja ada beberapa catatan yang masih perlu diperbaiki oleh Sanchez di musim ini.

Salah satunya adalah ia masih sering kehilangan bola. Dalam laga melawan Huddersfield tadi, ia kehilangan bola sebanyak 32 kali. Catatan ini adalah yang paling banyak yang pernah dilakukan oleh pemain United sepanjang musim ini. Hal ini tentu menunjukkan bahwa pemain yang dibarter oleh Henrikh Mkhitaryan ini masih ada kekurangan yang bisa berpengaruh dalam permainan klubnya.

Comments

Loading...