OUR NETWORK

Pemain Afrika di Manchester United (Bagian II)

Dari Quinton Fortune hingga Hannibal Mejbri, sederetan pemain asal Afrika pernah datang dan menjadi bagian untuk klub ini. Sayangnya, tidak banyak dari mereka yang mencapai kesuksesan.

Piala Afrika telah dimulai pada 9 Januari lalu. Berbeda dari turnamen tiga tahun sebelumnya, kali ini Manchester United kembali mengirim pemainnya untuk memperkuat timnas mereka masing-masing. Dua nama itu adalah Eric Bailly (Pantai Gading) dan Hannibal Mejbri (Tunisia).

Sepanjang sejarahnya, Manchester United pernah diperkuat oleh beberapa pemain asal benua Afrika. Meski begitu, jumlah mereka memang tidak sebanyak pemain dari Eropa. Tercatat, tim ini hanya pernah diperkuat oleh sembilan nama saja yang datang dari benua tersebut.

***

Nama Mame Biram Diouf bukanlah striker kaleng-kaleng. Catatan 45 gol dari 86 penampilan bersama Molde menunjukkan betapa tajamnya pemain ini di lini depan. Sampai-sampai Sir Alex Ferguson pun berubah pikiran untuk mendatangkannya.

“Kami mendatangkan pemain muda yang telah kami cari selama dua tahun. Skuat kami sebenarnya sudah penuh, tapi kami memutuskan untuk bergerak. Dia akan menjadi pemain terakhir yang kami datangkan,” kata Ferguson.

Direkrut pada musim panas 2009, Diouf kembali dipinjamkan ke klub lamanya sembari menunggu izin kerjanya muncul. Setelah menunggu enam bulan, nama Diouf didaftarkan dan mewarisi nomor 32 milik Tevez.

Ia langsung mencetak gol pada pertandingan keduanya melawan Burnley. Akan tetapi, itulah satu-satunya gol Diouf bersama Setan Merah. Ia lebih banyak dipinjamkan sebelum dilepas secara permanen ke klub Jerman Hannover 96 pada 2012. Sempat kembali ke Inggris dan menjalani karier bagus di Stoke City, kini Diouf bermain untuk klub Turki Hatayspor.

Beberapa waktu lalu nama Diouf menjadi pemberitaan setelah ia menjadi penjaga gawang timnya dalam drama adu penalti pada ajang Piala Turki. Hal ini tidak lepas dari kartu merah yang diterima kiper utama dan jumlah pergantian pemain Hatayspor yang habis. Ajaibnya, Diouf mampu membawa timnya menjadi pemenang.

Sir Alex Ferguson ingin memberi kenang-kenangan sebelum ia pensiun pada 2013. Ia merekrut Wilfried Zaha dari Crystal Palace yang diharapkan bisa menjadi pemain penting di lini depan United. Dia adalah motor dari kesuksesan Palace promosi ke Premier League setelah menunggu delapan tahun.

Dianggap sebagai masa depan sepakbola Inggris, karena Zaha sempat bermain untuk timnas Inggris, Zaha tercatat hanya empat kali bermain bagi United sebelum kembali dipinjamkan ke Crystal Palace pada musim 2014/2015.

Pulang ke rumah tampaknya menjadi keputusan tepat yang dibuat oleh Zaha. Buktinya, ia kembali menunjukkan performa terbaik bersama The Eagles yang konsisten bertahan di Premier League hingga sekarang. Pada 2016, Zaha membuat keputusan besar dengan memilih Pantai Gading sebagai tim nasional yang akan ia bela.

Eric Bailly terkenal pada 2015 setelah ia menjadi bek utama Pantai Gading pada putaran final Piala Afrika 2015 meski baru menjalani debutnya bersama Les Elephants seminggu sebelum turnamen dimulai. Perjudian dari Herve Renard saat itu membuahkan hasil ketika mereka sukses mengunci gelar Piala Afrika kedua mereka di akhir turnamen.

Setahun berikutnya, United memutuskan merekrutnya dari Villarreal dan sempat menjadi pilihan utama di lini belakang United. Bailly adalah pemain belakang favorit mayoritas suporter United mengingat penampilannya yang tanpa kompromi dan ketenangannya ketika menguasai bola.

Akan tetapi, cedera menjadi kelemahan terbesar mantan rekan setim Arthur Irawan ini yang membuatnya penampilannya mentok di 113 caps meski sudah memasuki musim keenamnya bersama klub.

Setelah menjalani pemulihan yang panjang, Bailly kembali mendapat kesempatan bermain pada musim ini dan menerima panggilan untuk membantu Pantai Gading kembali meraih kejayaan pada Piala Afrika tahun ini.

Comments

Loading...