OUR NETWORK

Zinedine Zidane dan Kisah Kegagalan Transfer Raphael Varane

Raphael Varane masih berusia 17 tahun saat ia diturunkan menjadi starter dalam karier profesionalnya. Tujuh bulan kemudian, Zinedine Zidane sampai turun tangan meminta Real Madrid untuk menghentikan transfer Varane menuju Manchester United.

“Mari berharap dia membuktikan diri seperti Pogba ketimbang Obertan,” tulis Red Issue mengomentari rumor transfer Varane jelang perayaan gelar liga United yang ke-19.

***

David Friio sudah menyaksikan Varane secara langsung selama enam bulan terakhir di Lens yang terdegradasi pada akhir musim 2010/2011. Pemandu bakat United itu, harus meyakinkan dirinya bahwa targetnya punya kualitas yang cukup buat The Red Devils.

Perekrutan Varane hampir terealisasi karena kebijakan transfer yang diberlakukan Keluarga Glazer, mencegah United bersaing dengan Manchester City dan Chelsea dalam mendatangkan pemain top. Ini yang membuat arah transfer United mengarah pada pemain potensial, ketimbang merekrut dengan biaya transfer tak masuk akal.

Mereka yang didatangkan United adalah David De Gea yang masih berusia 20 tahun, dan jelmaan Alessandro Nesta yang masih berusia 19 tahun, Phil Jones. United juga merekrut Ashley Young yang berada di tahun terakhir kontraknya, sehingga bisa direkrut dengan nilai lebih murah.

Lens sendiri berusaha untuk mengikat Varane dengan kontrak baru yang berdurasi hingga 2015. Tujuannya, agar biaya transfer yang dibayarkan klub peminat bisa lebih tinggi lagi. Apalagi yang meminati pemain kelahiran 25 April 1993 ini adalah tim kaya raya: Manchester United dan Real Madrid. Arsene Wenger juga dikabarkan tertarik dengan perkembangan Varane.

Pelatih Akademi Lens, Eric Assadourian, menggambarkan Varane sebagai “Pemain Kelas Satu” dan United begitu percaya diri untuk bisa merekrutnya. Ketertarikan ini pun dianggap Varane sebagai “sanjungan yang besar” buat dirinya.

Lantas, hadirlah Zidane yang kala itu baru ditunjuk sebagai Direktur Olahraga di Madrid. Zidane diperbolehkan bicara dengan Varane dan langsung mengambil kesempatan. Ia menyambut Varane bahkan langsung memberinya tur ke tempat latihan Madrid, Valdebebas. Sementara itu, Varane tak pernah singgah ke Manchester, karena ia keburu direkrut Madrid senilai 10 juta euro dengan kontrak berdurasi enam tahun.

Hal ini juga diakui oleh Zidane.

“Aku memainkan peran yang aktif dalam transfer tersebut. Dia adalah pemain berkualitas dan punya masa depan luar biasa di hadapannya. Fakta bahwa dia melihat Jose Mourinho amatlah penting. Ini adamat penting karena dia adalha pelatih yang akan memimpin tim. Mereka bertemu, dan pada dasarnya hanya itu,” terang Zidane.

Presiden Lens, Gervais Martel, mengaku sangat senang dengan transfer tersebut. Ia pun memberi janji kalau Varane pindah ke Real Madrid bukan untuk mengecat ulang ruang ganti. Martel juga mengagumi perilaku luar biasa Zidane.

“Bahkan kalau Lens bertahan di Ligue 1, Raphael Varane tetap harus pergi karena dia adalah fenomenal. Dia akan bermain untuk Real Madrid dalam kepemimpinan Jose Mourinho yang mana dia sudah bertemu, dan dia juga bertemu dengan penasehat klub, Zinedine Zidane,” kata Martel saat bicara dengan kelompok suporter Lens.

“Raphael adalah anak yang luar biasa. Aku bangga kalau dia akan mengenakan jersey Real. Dia telah dikejar oleh Real selama dua bulan terakhir. Direktur Madrid sangat baik kepada kami. Mereka telah bicara dengan sang pemain. Tidak ada yang salah.”

***

10 tahun kemudian, Varane membuktikan bahwa dirinya memang lebih mirip Pogba. Keduanya sama-sama mengangkat trofi Piala Dunia 2018 dan kini mengenakan jersey yang sama, jersey Manchester United.

Sumber: Manchester Evening News

Comments

Loading...