Foto: Twitter

Howard Webb adalah wasit kondang yang pernah menjadi pemimpin pertandingan final Piala Dunia 2010. Di mana waktu itu Spanyol dan Belanda bertarung dengan sengit. Hingga kemudian terjadi momen fenomenal Nigel de Jong mendaratkan tendangannya ke dada Xabi Alonso.

Entah bagaimana isi pikiran Webb kala itu, De Jong malah hanya diberi kartu kuning dan berhasil menghindari hukuman kartu merah. Semua pemain Spanyol lalu mengerubungi Webb, dan sebuah keuntungan bagi Belanda karena waktu itu kebijakan VAR belum diterapkan.

Namun, Howard Webb yang sering dituduh pendukung Manchester United selama karirnya, ternyata tidak menjadikan momen fenomenal di final Piala Dunia 2010 tersebut sebagai kesalahan fatalnya. Ia malah merasa biasa saja dengan kejadian itu.

Hal yang justru diakui oleh Webb diakui sebagai kesalahan sepanjang hidupnya adalah keputusan penalti yang ia berikan kepada United ketika melawan Tottenham Hotspur pada 2009. Di mana selama pertandingan, Spurs sempat memimpin 2-0 di babak pertama, dan United melakukan comeback secara mengesankan di babak kedua.

Setan Merah berhasil mengunci kemenangan 5-2 di akhir pertandingan. Dan semuanya dimulai lewat tendangan penalti kontroversial ketika Michael Carrick dijatuhkan oleh Heurelho Gomes. Howard Webb kemudian mengakui bahwa keputusannya memberikan penalti adalah salah. Dan ia selalu berharap bahwa kesalahannya itu bisa diubah.

“Salah satu kesalahan yang paling saya ingat mungkin tidak ada di benak banyak orang. Dan saya selalu mengakui bahwa saya tahu saya salah dengan keputusan yang saya buat. Kesalahan itu muncul di pertandingan Premier League di Old Trafford, ketika Manchester United melawan Tottenham Hotspur pada 2009,” ungkap Howard Webb dilansir dari Athletic.

“Saya bisa melihat Carrick ingin mengambil bola, dan kemudian penjaga gawang Spurs mengambil bola dengan menabraknya. Itu adalah keputusan penalti yang terlalu mudah. Saya mengharapkan semua sepakat dengan keputusan saya. Tapi semuanya tampak heran dan tidak percaya, terutama Gomes.”

“Jelas dalam hitungan detik saya salah mengambil keputusan. Ada sesuatu yang sebetulnya lebih dari ini. Saya dibiarkan dengan keputusan yang saya ambil tanpa bukti independen bahwa saya salah selain firasat saya sendiri. Saya hanya berharap Ronaldo akan gagal mengeksekusi penalti, tetapi dia tidak melakukannya.”

Setelah Cristiano Ronaldo mencetak gol penalti, Wayne Rooney lalu mencetak dua gol tambahan. Kemudian Ronaldo mencetak satu gol lagi dan mantan striker Spurs waktu itu yakni Dimitar Berbatov membulatkan skor akhir untuk Setan Merah menjadi 5-2.

Howard Webb benar-benar berharap bahwa pikiran serta firasatnya salah dan penalti itu sebenarnya bukanlah kesalahan yang ia buat. Namun ketika peluit akhir laga berbunyi, ia segera mendapat petunjuk bahwa keputusannya memang salah. Juru kamera tv berlari ke arahnya sambil menunjukkan bukti di tengah para pemain yang meninggalkan lapangan.

“Ketika semua orang merasa kecewa karena timnya terkena comeback akibat keputusan salah yang dibuat, sebagai wasit, bagi saya itu bukan perasaan yang baik. Saya hanya merasakan kalau bayangan kesalahan itu terus menghantui saya setiap saat,” pungkas Webb.

Howard Webb akhirnya dicap sebagai fans Manchester United setelah itu. Anggapan ini bahkan sempat membuat seorang pemain terkena denda akibat cuitannya di Twitter. Itu terjadi pada 2010 ketika penyerang Liverpool Ryan Babel memposting meme wasit dengan seragam United setelah pertandingan Piala FA.

Waktu itu Liverpool kalah setelah United mendapat hadiah penalti di menit kedua. Kemudian situasi The Reds semakin sulit saat Steven Gerrard diusir keluar lapangan di babak kedua. Maka sangat diwajarkan mengapa pernah banyak orang mengira bahwa Webb benar-benar sosok wasit pendukung Manchester United.